Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jepang Buka, LPK DARMA STIKOM Bali Group Lepas 66 Peserta Magang

Bali Tribune / TIKET - Kepala UPTD Balai Hyperkes Bali Dewa Putu Alit menyerahkan tiket pesawat dan visa kepada salah seorang peserta magang Jepang dari LPK DARMA STIKOM Bali Group.
balitribune.co.id | Denpasar – Situasi pandemi Covid – 19 yang memperlihatkan trend melandai di Jepang dan Indonesia membuka peluang bagi pengiriman peserta magang. Terbukti, Jumat (18/3) ini LPK DARMA STIKOM Bali Group melepas 66 peserta magang ke Jepang, bertempat di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar.
 
“Kita bersyukur, setelah situasi pandemi membaik, Pemerintah Jepang membuka kembali visa magang sehingga anak-anak kami yang sudah lama lulus, malam nanti kami berangkatkan. Rombongan pertama malam nanti sebanyak 29 orang, lalu 20 Maret lagi ada 2 orang, 14 April 2 orang, 11 Mei sebanyak  26 orang, dan pada 01 Juni ada 7 orang. Total seluruhnya ada 66 orang peserta magang,” kata Dr. Dadang Hermawan, Direktur Utama LPK DARMA, yang juga Rektor ITB STIKOM Bali. 
 
Dadang Hermawan menjelaskan, sejak LPK DARMA STIKOM Bali Group menjalin kerja sama dengan Sento Cooperative Kiyoto tahun 2018 untuk pemagangan di Jepang, sudah terkirim 216 peserta magang di berbagai perusahaan di Jepang. “Sebagian besar sudah selesai magang selama 3 tahun tetapi mereka tidak mau pulang ke Indonesia, melainkan langsung mengurus pergantian visa tokuteiginou atau visa kerja sehingga penghasilannya lebih besar. Dari 216 orang tadi, 21 orang adalah mahasiswa ITB STIKOM Bali,” kata Dadang Hermawan. 
 
Menurutnya, dari dulu proses rekrut dan pengiriman lancar-lancar saja. Tetapi begitu Pandemi Covid – 19 melanda dunia, poses pengiriman terhenti. “Saat  ini para siswa kami yang sudah tamat pelatihan tetapi belum mendapat penempatan sebanyak 304 orang, terdiri dari 184 laki-laki dan dan 120 orang perempuan,” ungkap Dadang.
 
Dijelaskannya, LPK DARMA STIKOM Bali Group punya tiga cara memberangkatkan anak-anak ke Jepang. Selain dengan visa magang atau Jisshusei, bisa juga menggunakan visa kerja Specified Sikll Worker atau Tokutei Ginou dengan penghasilan lebih besar. Cara terakhir berangkat dengan Student Visa atau Visa Pelajar. “Ini lebih mudah, karena hanya diperlukan sertifikat kursus Bahasa Jepang selama  320 jam, langsung kami proses ke Jepang. Saat ini kami sedang proses 18 mahasiswa  ke Jepang. Empat  orang akan berangkat pada Juni 2022 dan 14 orang akan berangkat bulan September 2022. Di sana mereka akan belajar bahasa Jepang di sebuah akademi selama 1 tahun 9 bulan sambil magang kerja secara arubaito atau part time. Progam ini tidak akan mengganggu kuliah mereka di STIKOM Bali karena ini sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kemendikbud RI. Meski kerja part time tapi penghasilannya sama dengan penghasilan magang," terang Dadang Hermawan.
 

Direktur LPK DARMA Drs. Dede Heryadhy menambahkan, seharusnya yang terbang nanti malam adalah 29 orang, namun satu orang terpaksa ditunda keberangkatannya karena test PCR hasilnya positif. “Kabar ini kami baru terima semalam dan saya sudah sampaikan kepada peserta dan orangtuanya. Saya langsung koordinasi dengan pihak Jepang dan diminta yang bersangkutan karantina mandiri dulu seminggu, setelah itu test PCR lagi kalau hasilnya negatif dia bisa menyusul ke Jepang,” terang Dede Heryadhy.

“Saya mohon supaya adik-adik yang berangkat, begtu tiba di Jepang, terus memberi dukungan kepada temanmu yang masih tertunda,” lanjutnya.
 
Pada kesempatan ini, Dadang Hermawan dan Dede Heryadhy menampilkan salah seorang alumni peserta magang yakni Dian Anggasari asal Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali. Dian Anggasari mengaku selama tiga tahun di perusahaan ayam petelur di Kiyoto, dia mendapat penghasilan kotor rata-rata sebanyak Rp 25 juta per bulan. “Setelah dipotong biaya aparto (apartmen-red), sisa Rp 20 juta. Tiap bulan saya kirim Rp 15 juta ke Bali, sisanya buat pegangan,” kata Dian Anggasari berapi-api.
 
Dia mengaku, meski sudah dibekali kursus Bahasa Jepang selama empat bulan, tetapi saat pertama kali di Jepang,  masih mengalami kesulitan berkomunikasi terutama terkait pekerjaan baru tersebut. “Tetapi setelah tiga bulan, bisa teratasi. Yang penting kita terus belajar dan komunikasi, jangan diam,” sarannya.
 
Menurut Dadang Hermawan, Dian Anggasari kebetulan peserta magang yang berasal dari masyarakat umum. Tetapi kalau dia mahasiswa ITB STIKOM Bali, maka dia akan mendapat banyak manfaat. “Pertama, dia kembali melajutkan kuliah dan mendapat gelar sarjana, mendapat pengalaman kerja, memiliki kemampuan Bahasa Jepang yang baik dan tentu punya uang yang banyak. Bayangkan, tiap bulan dikirim Rp 15 juta ke Bali, itu artinya selama tiga tahun penghasilannya sekitar Rp 450 juta.  
 
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Enegeri dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala UPTD Balai Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) Dewa Putu Alit, ST, M.Kes, berpesan kepada peserta magang agar selalu menjaga nama baik diri, keluarga, bangsa beserta nama baik Bali; pergunakan kesempatan magang selama 3 tahun dengan sebaik-baiknya; jangan tergoda dengan pihak manapun untuk keluar dari program pemagangan; jaga kesehatan dari perbedaan musim yang extrim dan tetap taati prokes.
 
“Tiga puluhan tahun jadi PNS, gaji saya paling tinggi hanya Rp 6 juta. Di Jepang, seperti adik kita tadi, gajinya sampai Rp 25 juta. Ini luar biasa, agar menjadi contoh buat adik-adik yang mau berangkat nanti malam,” tegas Dewa Putu Alit. 
wartawan
RSN
Category

BRI Region 17 Denpasar Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim

balitribune.co.id | Denpasar - Memaknai bulan suci Ramadan 1447 H, BRI Region 17 Denpasar menggelar kegiatan buka puasa bersama dan santunan kepada anak yatim dengan tema “Ramadan Bahagia Untuk Semua” yang diselenggarakan di Kantor BRI Region 17 Denpasar pada Jumat (6/3).

Baca Selengkapnya icon click

Wabup Bagus Alit Sucipta Jamin Stabilitas Harga Jelang Nyepi dan Idul Fitri

balitribune.co.id I Mangupura - Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Ketua WHDI Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pasar Murah dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Umum Pratu I Gusti Ngurah Jana, Kelurahan Sading, Selasa (10/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Janjikan Çaka Fest 2027 Lebih Spektakuler

balitribune.co.id I Mangupura - Kemeriahan kompetisi kreativitas pemuda di Kabupaten Badung mencapai puncaknya. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menutup gelaran "Badung Çaka Fest 2026" di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (8/3/2026) malam.

 

Baca Selengkapnya icon click

KSOP Celukan Bawang Siapkan Program Mudik Gratis

balitribune.co.id I Singaraja - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Laut Celukan Bawang, mulai mematangkan persiapan guna menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran tahun ini. Persiapan ini mencakup ketersediaan armada kapal reguler, program mudik gratis, hingga penyesuaian jadwal pelayaran menyusul kedekatan momen Idul Fitri dengan Hari Raya Nyepi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tanah Merayap di Lokapaksa Berstatus Waspada, BMKG Pastikan Bukan Dipicu Aktivitas Tektonik

balitribune.co.id I Singaraja - Fenomena tanah merayap yang terjadi di Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Hasil kajian awal disebut tanah merayap tersebut bukan dipicu aktivitas tektonik.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.