Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kala Baskara Terbenam di Nusantara

Bali Tribune / Putu Indah Savitri

balitribune.co.id | Seolah malu-malu untuk menempati peraduannya, Sang Surya bersembunyi di balik kelambu awan saat beranjak turun menghampiri bumi Nusantara.

Semburat jingga lekas mewarnai langit ibu kota baru Indonesia, terlebih kala Baskara telah sedekat nadi dengan sayap kiri Istana Garuda—apabila disaksikan dari Taman Kusuma Bangsa.

Sejumlah buruh proyek terlihat memanfaatkan momen tersebut untuk beristirahat barang sejenak. Mereka duduk di sisi lanskap Taman Kusuma Bangsa sembari menikmati pemandangan Matahari terbenam.

Di atas rerumputan tersebut, mereka bertukar canda dengan suara palu dan gerinda yang sahut-menyahut sebagai latar belakang.

Bila ditelusuri dari mana datangnya suara palu dan gerinda itu, mereka berasal dari sekeliling Taman Kusuma Bangsa, seperti dari sejumlah proyek pembangunan gedung kementerian.

Tentu saja, kebisingan yang tercipta melenyapkan kata syahdu jika ingin menggambarkan suasana sunset di Nusantara.

Walakin, suara-suara yang meniadakan keheningan senja di Nusantara juga menggambarkan bahwasanya aktivitas konstruksi di ibu kota baru Indonesia tak mengenal kata istirahat.

Bekerja cepat

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membantah pernyataan bahwasanya proyek-proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dikerjakan dengan terburu-buru.

Bantahan itu disampaikan selepas meninjau proyek gedung kementerian koordinator 1 bersama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sosok yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa penyebab berbagai gedung dapat selesai dalam waktu yang singkat karena aktivitas konstruksi berlangsung tanpa henti.

Siang dan malam, suara palu dan gerinda dapat terdengar di seluruh penjuru IKN.

Para pekerja dibagi menjadi tiga gilir (shift). Dalam satu gilir, mereka akan bekerja selama 8 jam.

Shift pertama dimulai pada pukul 08.00 WITA hingga 16.00 WITA, kemudian dilanjutkan dengan gilir kedua yang dimulai pada pukul 16.00 WITA sampai dengan 00.00 WITA, lantas disambung dengan gilir terakhir yang dimulai pada pukul 00.00 WITA sampai dengan 08.00 WITA.

Dengan demikian, secara keseluruhan, aktivitas proyek dapat berlangsung selama 24 jam atau tanpa henti.

Guna menegaskan pernyataannya, Basuki mengambil selangkah mundur dan menunjukkan para pekerja yang sibuk menyelesaikan tahap akhir atau finishing dari gedung kementerian di belakangnya.

Terkait dengan progres gedung-gedung kementerian koordinator, baik gedung kemenko 1 hingga kemenko 4, Basuki mengatakan secara rata-rata sudah mencapai 85 persen.

Sosok yang kerap disapa ‘Pak Bas’ itu pun menambahkan, meskipun pekerjaan dilaksanakan dengan cepat, bukan berarti pihak kontraktor mengabaikan kualitas dari gedung yang mereka bangun.

Basuki menyinggung perihal progres Bandara VVIP yang tidak sesuai dengan keinginannya. Panjang landasan pacu yang ditargetkan mencapai 2.200 meter pada 17 Agustus, tak dapat tuntas sebagaimana yang diinginkan imbas hujan yang mengguyur proyek pembangunan bandara.

Menurut dia, itulah yang menunjukkan, meski proyek dikerjakan dengan cepat, siang dan malam, kualitas tetap menjadi perhatian bagi pemerintah.

“Kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan,” ucap Basuki.

Ketiga aspek tersebut menjadi prioritas dalam pembangunan IKN, bukan kecepatan.

Dalam berbagai kesempatan, pun kepada berbagai pihak yang berperan dalam pembangunan IKN, Basuki berpesan agar ketiga aspek tersebut tidak ditinggalkan.

Lantas, Basuki pun melanjutkan perjalanannya untuk meninjau kesiapan infrastruktur menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 RI yang jatuh pada 17 Agustus.

Taman Kusuma Bangsa

Basuki membuktikan ucapannya bahwa estetika menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan di IKN.

Taman Kusuma Bangsa menjadi pembuktian dari ucapannya. Pembangunan taman ini merupakan hasil dari kerja cepat tanpa meninggalkan aspek estetika.

Pembangunan taman itu dimulai pada Januari 2024 dan rampung Agustus 2024. Dengan anggaran sekitar Rp335,2 miliar, Pemerintah dapat merampungkan sebuah taman seluas 1.915 meter persegi dalam waktu 7–8 bulan.

Taman Kusuma Bangsa yang dirancang I Nyoman Nuarta mengangkat konsep bangunan monumental.

Melalui rancangannya, Nuarta menggambarkan perjuangan panjang kemerdekaan bangsa Indonesia, yang diwujudkan melalui patung proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta, serta sayap burung Garuda setinggi 17 meter dan tiang bendera setinggi 79 meter.

Sayap Garuda menjelma menjadi Sayap Pelindung Nusantara, yang dapat diterjemahkan sebagai lambang perlindungan dan persatuan seluruh wilayah Nusantara.

Adapun api abadi menjadi simbol semangat juang yang tidak pernah padam, sebagai perlambang dari tekad bangsa yang terus menyala.

Taman itu dirancang sebagai tempat untuk mengenang jasa pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh karenanya, Taman Kusuma Bangsa ditetapkan untuk menjadi lokasi renungan suci di Kota Nusantara.

Sebelum Baskara benar-benar lenyap dari pandangan, sejumlah personel TNI lengkap dengan instrumen musik mereka melantunkan nada-nada “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit.

Sebuah penampilan yang disiapkan untuk mengiringi renungan suci pada tengah malam menuju peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Latihan tersebut tidak dilakukan secara tertutup. Para pekerja yang berada di sekitar Taman Kusuma Bangsa pun turut menyaksikan penampilan yang disajikan oleh para perwira negara.

Hingga secara perlahan, jingga yang membakar langit pun mulai padam, disusul bahtera malam yang membentangkan layar kemegahannya; kelam, namun bertabur bintang.

Saat itulah terlihat dengan jelas nyala lampu yang berasal dari proyek-proyek di sekitar Taman Kusuma Bangsa.

Para buruh mulai beranjak dari tempat mereka bersantai. Taman Kusuma Bangsa yang semula ramai oleh pemburu Matahari terbenam, kini mulai berkurang satu per satu.

Suara palu dan gerindra yang sahut-menyahut masih terdengar. Mereka menjadi manifestasi dari api abadi; semangat juang yang tidak pernah padam, meski Sang Surya telah terbenam.

wartawan
Putu Indah Savitri
Category

Wanita asal Kendari Diduga Dianiaya dan Diperkosa

balitribune.co.id I Denpasar - Seorang wanita asal Kendari, Sulawesi Tenggara berinisial DAK (32) diduga menjadi korban penganiayaan brutal sekaligus kekerasan seksual di Denpasar, Bali. Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah penginapan di Jalan Tukad Badung XVIII B, Senin (15/6/2026) pukul 04.30 Wita. 

Baca Selengkapnya icon click

Berkat Bantuan Polres Jembrana, Ratusan Warga Bisa Menikmati Air Sumur Bor

balitribune.co.id I Negara - Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, mendapatkan air bersih mungkin menjadi hal yang biasa. Namun bagi ratusan warga Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Jembrana, selama bertahun-tahun, harus berjuang mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa, Spirit Bupati Gus Par-Wabup Guru Pandu  Sambut Galungan dan Kuningan

balitribune.co.id | Amlapura - Menyambut hari suci Galungan dan Kuningan yang jatuh pada Juni 2026, jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem menggaungkan spirit optimisme yang mendalam. Momentum kemenangan Dharma atas Adharma kali ini terasa kian istimewa sekaligus bersejara bagi masyarakat Bumi Lahar.

Baca Selengkapnya icon click

Tetap Tenang dan Cari_Aman Hadapi Turunan Parkiran Licin Saat Hujan dengan Skuter Matik

balitribune.co.id | Denpasar – Musim hujan menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pengendara sepeda motor, khususnya pengguna skuter matik (skutik). Salah satu titik rawan yang sering luput dari perhatian adalah area turunan gedung parkir. Permukaan lantai parkiran yang cenderung halus akan menjadi sangat licin saat terkena air hujan yang terbawa oleh ban kendaraan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Wayan Sadar Berkat Tutur Sastra, Duta Badung Getarkan Wimbakara Taman Penasar PKB XLVIII 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Tokoh Wayan berulangkali mengocok perut ratusan penonton yang memenuhi Kalangan Ratna Kanda, Art Centre, Denpasar serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 bertepatan dengan Umanis Galungan, Kamis (18/6/2026). 

Baca Selengkapnya icon click

Telkomsel Hadirkan Dukungan Konektivitas dan Beragam Promo Menarik di Pesta Kesenian Bali 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kelancaran komunikasi dan pengalaman digital masyarakat selama berlangsungnya Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2026, Telkomsel menghadirkan dukungan infrastruktur jaringan dan layanan pelanggan di kawasan Taman Werdhi Budaya Art Center yang menjadi pusat penyelenggaraan kegiatan mulai Sabtu (13/6) hingga Sabtu (11/7).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.