Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kesibukan Elit Parpol

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Pendaftaran pasangan calon (Paslon) presiden dan wakil presiden (Capres-Cawapres) 20 hari lagi. Itu berarti partai politik (Parpol) seharusnya sudah siap dengan Paslon untuk didaftarkan. Namun, faktanya, di panggung depan, parpol-parpol masih sibuk membangun lobi, memilah dan memilih teman, mencari irisan-irisan nilai serta merancang konstruksi koalisi. Di saat yang sama, Parpol juga kebut mengejar tenggak waktu yang terbatas (3-17 Juli) untuk mendaftarkan calon legislatif (Caleg) ke KPU/KPUD. Pekerjaan ini juga tidak kalah merepotkan karena terlebih dahulu harus menjaring Caleg potensial, memverifikasi kelengkapan administrasi dan meng-in put ke dalam sistem onlin (silon) KPU. Pekerjaan yang menumpuk ini menyebabkan para elit parpol seperti sedang kejar tayang untuk sebuah sinitron situasional. Bagi orang awam, tontonan di panggung depan yang dilakoni para elit parpol ini terkesan lucu. Seperti semua urusan ditumpuk di ujung waktu dari acara yang sudah dijadwal sekitar 6 bulan lalu. Kembali ke soal pendaftaran Paslon untuk Pilpres 2019. Agendanya sudah dipatok yakni tanggal 4 - 10 Agustus 2018. Mengapa semua kesibukan itu ditumpuk di ujung waktu? Itulah orkestra politik yang dimaksudkan untuk menghibur rakyat di tahun politik ini. Anda yang bernama rakyat tak bisa lari dari tontonan ini karena semua akses media dicaplok untuk mengabarkan peristiwa politik. Bahkan, di sekolah, pasar, balai pertemuan, banjar bahkan tempat ibadah, juga dipenuhi dengan percakapan politik (Pilpres dan Pileg). Tidak banyak  orang tahu apa yang sesungguhnya terjadi di panggung belakang. Bahwa ternyata di sana ada hitung-hitungan, ada bargining, ada dagang kepentingan, ada kapling kekuasaan dan ada berbagai macam irisan kebutuhan yang sedang diolah dalam dapur masing-masing parpol. Semuanya diklaim untuk kepentingan rakyat. Kondisi ini menunjukkan, betapa mahalnya jabatan politik di negeri demokrasi elektoral yang sedang mencari bentuk ini. Pantaskah energi bangsa ini diperas hanya untuk berpesta politik yang sering diwarnai intrik dan konflik? Tentu tidak. Oleh karena itu, yang menjadi pekerjaan kita ke depan adalah mencari formula ideal bagaimana menyelenggarakan demokrasi elektoral tanpa konflik, pemborosan anggaran dan waktu. Setelah pesta politik ini usai di pertengahan 2019, energi bangsa sudah seharusnya diarahkan untuk mendiskusikan formula ideal itu sehingga urusan bangsa kita tidak lagi disesaki dengan politik elektoral. Kita bisa menyisahkan waktu yang cukup untuk membangun di bidang/sektor lain demi mencapai tujuan negara: adil dan makmur.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Penataan Sasana Budaya Akhirnya Dilanjutkan, Sedot Anggaran Rp15 Miliar

balitribune.co.id | Bangli - Sempat menjadi pertanyaan masyarakat luas terkait kelanjutan penataan Sasana Budaya Giri Kusuma yang beralamat di Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Bangli akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Bangli  pada tahun 2026 kembali  mengalokasikan anggran senilai Rp15 Miliar untuk kelanjutan pembangunan tempat pementasan seni  budaya tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dorong Efisiensi Anggaran, Desa di Klungkung Diminta Gali Potensi Lokal

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (15/9/2026).

Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan. 

Baca Selengkapnya icon click

Bayang-Bayang Kepunahan, Disbudpar Buleleng Gaet Anak Muda Lestarikan Wayang dan Prasi

balitribune.co.id | Singaraja – Upaya menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Bali di tengah minimnya minat generasi muda terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui pergelaran Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang melibatkan pemuda dari sembilan kecamatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Arus Kencang di Nusa Penida, Wisatawan Asal Malaysia Tewas saat Diving

balitribune.co.id | Semarapura – Musibah terseret arus saat beraktivitas diving kembali menelan korban jiwa di perairan Nusa Penida, Klungkung. Seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi (40), meninggal dunia usai menyelam di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.