Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ketidakpastian Politik


Oleh: Eros Djarot BALI TRIBUNE - Segala sesuatu yang tidak ada kepastiannya, pasti menimbulkan keresahan. Hal ini berlaku di seluruh lini kehidupan, termasuk tentunya dalam dunia politik. Dalam ketidakpastian, ruang yang mengundang munculnya sejumlah asumsi, menjadi terbuka lebar. Celakanya banyak yang secara spekulatif mengambil atau mengarahkan keputusan dan pilihan hanya berdasarkan asumsi. Sementara titik berangkatnya sebuah asumsi, sering kali jauh dari realita-kondisi obyekif yang sesungguhnya. Itulah sebabnya lahir pameo dalam bahasa Inggris…’Assumption is the mother of confusion’. Terjemahan bebasnya…Asumsi adalah ibu dari kekisruhan-keruwetan. Oleh karenanya, membiarkan semakin lebarnya ruang yang berpotensi menghadirkan berbagai asumsi, lewat ketidakpastian yang sengaja dipelihara, merupakan tindakan yang sama dengan menebar keresahan. Lewat rumusan ini, jelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden yang akan di mulai pada minggu pertama Agustus, begitu lekat dengan ketidakpastian. Bayangkan, sampai hari ini, rakyat sebagai stakeholder pemilu-pilpres paling besar, belum tahu partai apa dan partai mana saja yang akan mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden si A, B, atau C. Kalu toh hanya ada dua calon presiden yang ramai dibicarakan; Jokowi dan Prabowo, siapa calon para wakilnya? Bahkan kedua calon presiden ini pun, sampai hari ini belum ada kata sepakat diajukan oleh gabungan partai-partai pengusung dan pendukungnya secara pasti. Apa sudah pasti Gerindra akan menerima sodoran calon wapres versi PKS? Bila nanti  ternyata Prabowo memilih fugur di luar dari sederet nama calon yang disodorkan PKS, apa PKS dapat menerimanya? Begitu pun Jokowi dengan PDIP sebagai partai induk-semangnya. Dalam hal ini, Prabowo lebih berkemampuan untuk menderteminasi pilihannya berdasarkan kemauan dirinya. Karena Prabowo memiliki pijakan partai yang dapat digunakan sebagai modal kendaraan utama untuk dijadikan alat pengusung dirinya sebagai calon presiden. Begitu pun Golkar, PKB dan Partai Demokrat. Berbeda dengan Jokowi yang berlabel ‘Petugas Partai’. Nah, bila kemudian Jokowi diberi tugas maju bersama Budi Gunawan sebagai wakilnya, bagaimana? Masih ingat drama politik di balik penolakan Budi Gunawan sebagai Kapolri, di awal pemerintahan Jokowi? Bila Jokowi konsisten, penolakan bakal terjadi. Begitu pula isyarat yang sering dilontarkan Jokowi yang enggan berpasangan dengan Puan Maharani, putri sang Ketua Umum. Sementara di kantong Mega, ada sejumlah catatan rapor Jokowi yang kurang baik. Salah satunya, seputar permintaan pergantian Rini Sumarno dan pejabat tinggi di lembaga hukum  yang sampai hari ini ‘dicuekin’ Jokowi, dan lain-lain. Menilik komposisi partai yang berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Jokowi, maka Airlangga sebagai ketua umum dari partai kedua terbesar pemenang Pemilu 2014 yang lebih berhak mengajukan diri sebagai calon pendamping Presiden Jokowi. Maukah PDIP, Nasdem yang pecahan Golkar, dan PKB yang punya calon wapres sendiri, menerimanya? Bagaimana bila Jokowi justru memilih Moeldoko atau yang lainnya? Taruh saja Chairul Tanjung berdasarkan kompromi dengan partai Demokrat karena dirinya hengkang dari PDIP. Di samping tentunya, pertimbangan adanya back-upfinansial yang menjanjikan. Walau belakangan Jokowi berusaha menenangkan rakyat dengan mengatakan bahwa nama calon wakilnya sudah ada di kantong tinggal diumumkan saja; yang menjadi pertanyaan; nama yang sama ada juga atau tidak di kantong para ketua umum partai pengusung dan pendukung. Jangan-jangan ada beberapa nama saling berbeda yang ada di kantong para ketua umum. Luar biasa keadaannya dan sangat di luar kebiasaan. Apalagi ini kali pertama pemilu serentak dilakukan. Rakyat harus memilih presiden, legislator untuk pusat, provinsi  dan kabupaten-kota, plus memilih figur untuk DPD. Dengan ketidakpastian pada awal penetapan capres-cawapres, ruang keraguan dan kekisruhan sudah terbayang akan menganga lebar. Untuk mempersempit ruang berasumsi, umumkan segera! Koq repot amat sih?!

wartawan
habit
Category

HUT ke-27 Dian Kemala PP Polri Bali: Suweta Berharap Anggota Semakin Solid dan Berkontribusi

balitribune.co.id | Denpasar - Dian Kemala Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Bali memperingati hari jadi ke-27 di Kantor PP Polri Daerah Bali, Senin (14/9/2026). Melalui momentum ini, organisasi wadah purnawirawan dan istri purnawirawan Polri tersebut diharapkan semakin matang, solid, serta memperkuat kebersamaan.

Baca Selengkapnya icon click

Sempat Menilai Ada Kejanggalan, Keluarga Akhirnya Ambil Jenazah Nelayan Asal Desa Cupel untuk Dimakamkan

balitribune.co.id | Negara - Meski sempat menilai ada kejanggalan, pihak keluarga akhirnya memutuskan mengambil jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara dari RSUD Negara untuk dimakamkan, Senin (14/9/2026) pagi. 

Sebelumnya, pihak keluarga terpaksa menyeberang ke perairan Banyuwangi untuk membongkar kembali makam korban yang sempat dikuburkan secara sepihak di pesisir Alas Purwo.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mobil Elf Bawa 18 Wisatawan Terbakar di Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan - Satu unit mobil Elf berpelat DK 7827 AI yang membawa 18 orang wisatawan lokal terbakar di jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan Kantor UPTD Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Pemprov Bali, Banjar Pekarangan, Desa/Kecamatan Baturiti, pada Senin (14/9/2026) siang.

Baca Selengkapnya icon click

HIMKI Bidik Indonesia Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan Dunia

balitribune.co.id | Badung - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Badung, Senin-Rabu, 14-16 September 2026. Forum tiga tahunan ini menjadi momentum penting bagi HIMKI untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan industri global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gara-gara Bakar Sampah Sisa Pengabenan, Areal Hutan Batur Ikut Terbakar

balitribune.co.id | Bangli - Kebakaran terjadi di tempat pembuangan sampah bekas upacara pengabenan yang berlokasi di sebelah utara wantilan Tunon, Desa Adat Batur, Kintamani Bangli pada Minggu (13/9/2026) sekira pukul 14.00 wita. Api yang membesar hingga melahap areal hutan seluas kurang lebih 2 are.

Baca Selengkapnya icon click

Turis Asing Batalkan Pesanan Kamar, Target Pajak Hotel Buleleng Terancam Tak Tercapai

balitribune.co.id | Singaraja - Target pajak daerah Kabupaten Buleleng tahun 2026 terancam tak tercapai. Pembatalan pesanan kamar oleh wisatawan mancanegara ikut menekan penerimaan dari sektor Pajak Hotel. Pembatalan disebut terjadi terutama dari wisatawan Eropa dan Amerika yang sebelumnya memesan akomodasi di kawasan Batu Ampar, Sumberkima, Gerokgak hingga Tejakula.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.