Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kisah Bayi Lutung Jawa, Hasil Beli yang Berakhir di Pusat Konservasi

konservasi
Bali Tribune / Seekor bayi lutung jawa dari Kabupaten Badung yang dievakuasi BKSDA Bali

balitribune,co.id | Denpasar - Upaya penyelamatan satwa liar kembali dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Bali melalui tim Wildlife Rescue Unit (WRU). Dalam operasi terbaru, dua satwa dilindungi berhasil diamankan dari lokasi berbeda, yakni seekor elang tikus dari Kabupaten Tabanan dan seekor bayi lutung jawa dari Kabupaten Badung.

Evakuasi pertama dilakukan terhadap seekor elang tikus (Elanus caeruleus) yang ditemukan dalam kondisi lemah di area persawahan Banjar Celagi, Desa Denbatas, Tabanan. Satwa tersebut diduga terpapar getah lengket yang menghambat pergerakannya.

Elang itu pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga milik warga setempat, I Nengah Reca. Melihat kondisinya yang tidak berdaya, warga segera berinisiatif menyelamatkan dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas KSDA Bali.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Resor KSDA wilayah Badung–Denpasar–Tabanan langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi. Selanjutnya, elang tikus tersebut dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tabanan untuk menjalani rehabilitasi dan pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, penyelamatan kedua dilakukan terhadap seekor bayi lutung jawa (Trachypithecus auratus) berjenis kelamin jantan yang diperkirakan berusia sekitar satu bulan. Satwa ini diserahkan secara sukarela oleh seorang warga di kawasan Jalan Sedap Malam, Badung.

Dari hasil penelusuran awal, bayi lutung tersebut diketahui merupakan hasil pembelian, meski asal-usulnya tidak dijelaskan secara rinci oleh pemilik sebelumnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik perdagangan satwa liar ilegal masih terjadi di masyarakat.

Secara fisik, bayi lutung memiliki ciri khas warna bulu coklat keemasan, yang merupakan karakter alami pada fase usia awal. Saat ini, satwa tersebut juga menjalani perawatan intensif di PPS Tabanan, termasuk observasi kesehatan dan proses rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisik serta perilaku alaminya.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa kegiatan evakuasi seperti ini bukan kali pertama dilakukan. Dalam beberapa waktu terakhir, pihaknya cukup sering menerima laporan serupa dari masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap satwa liar masih nyata. Namun di sisi lain, kami juga melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk melaporkan dan menyerahkan satwa yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya di Denpasar, Selasa (20/4).

Ia pun mengapresiasi peran aktif masyarakat dan berharap kesadaran tersebut terus meningkat, sehingga praktik pemeliharaan maupun perdagangan satwa dilindungi dapat ditekan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar dilindungi. Jika menemukan satwa dalam kondisi membutuhkan pertolongan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan tepat,” katanya.

Baik elang tikus maupun lutung jawa merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018.

Keberadaan kedua satwa ini di alam liar kini menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari perburuan, perdagangan ilegal, hingga kerusakan habitat. Karena itu, upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.

Melalui proses rehabilitasi yang berkelanjutan, kedua satwa tersebut diharapkan dapat kembali ke habitat alaminya dalam kondisi sehat dan mampu bertahan hidup secara mandiri di alam liar. arw

3)--------

Bali Tribune/ray

Foto: DIAMANKAN - Enam anggota geng pencuri Pratima asal Jatim saat diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan

Polsek Densel Gulung Geng Spesialis Pencuri Pratima Asal Jatim

Denpasar, Bali Tribune

Anggota Polsek Denpasar Selatan (Densel) berhasil menggulung geng pencurian Pratima di sejumlah Pura di Bali. Keenam pelaku asal Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) masing - masing berinisial TO (40), AN (39), CAP (34), JU (35), AH (38) dan AB (31).

Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga menjelaskan, terungkap geng ini berawal dari laporan Komang Hendra Gunawan (40) dengan bukti laporan register nomor: LP-B / 26 / II / 2026 / SPKT / POLSEK DENSEL / RESTA DPS / BALI Tanggal 27 Februari 2026. Dalam laporannya bahwa pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 14.00 Wita, saat itu pelapor sedang berada di Pura Desa Adat Penyaringan yang berlokasi di Jalan Penyaringan, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, melihat pintu rak kaca tempat penyimpanan alat-alat upakara di dalam gudang di Pura Desa Adat Penyaringan telah dirusak oleh orang tidak dikenal.

Dengan adanya hal tersebut, kemudian pelapor bersama dengan warga pengempon Pura melakukan pengecekan di dalam gudang bahwa di temukan sejumlah barang milik Pura Desa Adat Penyaringan yang telah hilang dicuri, diantaranya: 1.350 buah uang kepeng kuno (uang kepeng jepun) dengan rincian 1.200 uang kepeng kuno dalam bentuk 1 bidang tapis-tapis dan sisanya lagi 150 kepeng uang kepeng kuno dalam bentuk lamak salang dan sejumlah bokor yang terbuat dari klaka.

"Akibat kejadian itu, total kerugian yang dialami sebesar Rp16 juta. Atas adanya kejadian tersebut, kemudian pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Selatan guna proses lebih lanjut," ungkapnya.

Berawal dari informasi masyarakat akibat maraknya pencurian di tempat ibadah Agama Hindu, yaitu Pura yang terjadi di seputaran Denpasar, Tim Opsnal dipimpin Kanit Reskrim dan Panit Opsnal melakukan kordinasi gabung Unit Jatanras Sat Reskrim Polresta Denpasar terkait penyidikan tindak pidana tersebut.Dari hasil olah TKP,  tim menduga bahwa  pelaku memiliki ciri modus operandi sama dengan TKP lain di wilayah Denpasar.

"Selanjutnya Tim Gabungan Jatanras Polresta Denpasar dan Opsnal Rekrim Polsek Densel melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan bukti petunjuk di TKP serta keterangan korban juga saksi di TKP," terang Apriyoga.

Dari petunjuk tersebut, Tim Opsnal melakukan penelusuran terhadap terduga pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang, Tim lalu melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, dengan dibantu oleh team KP3 Gilimanuk berhasil mengamankan pelaku Torinam dan Anam di wilayah Gilimanuk. Dari Tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan beberapa pcs koin uang bolong (uang kepeng) hasil tindak pencurian yang hendak pelaku jual kepada pembeli di wilayah Denpasar. Berdasarkan Bukti tersebut Selanjutnya para pelaku beserta barang bukti uang bolong dan alat yang digunakan berupa satu buah tang dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega warna biru diamankan ke mako polsek densel untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Hasil interogasi, pelaku mengaku melakukan pencurian di malam hari. Pelaku mencuri dengan dibantu beberapa temannya. Pelaku mencuri di berbagai Pura di wilayah lain di Bali," urai mantan Kasat Reskrim Polres Karangasem ini.

Sementara barang bukti yang diamankan, satu unit sepeda motor, satu buah tang, dua buah bokor slake, dan 70 keping uang piss bolong.

wartawan
ARW
Category

Dorong Perajin Naik Kelas, Dekranasda Tabanan Bawa Produk IKM Binaan ke Ajang Kriyanusa 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Kerajinan lokal asal Kabupaten Tabanan resmi tampil di panggung nasional dan global melalui keikutsertaan Dekranasda Tabanan dalam Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026. Ajang berskala nasional ini berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Diskominfo Tabanan Terima Visitasi Monev KIP Provinsi Bali, Bersiap Menuju Tahap Uji Publik

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan menerima kunjungan tim visitasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali pada Senin (28/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

114 Penduduk Pendatang Disasar Sidak Temesi Gianyar

balitribune.co.id | Gianyar - Satpol PP Kabupaten Gianyar bersama Tiga Pilar Desa Temesi bersama melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penduduk pendatang di Banjar Temesi, Desa Temesi, Kecamatan dan Kabupaten Gianyar, Minggu (27/9/2026) malam. Seratus lebih penduduk pendatang diperiksa dan masih ada yang belum laporan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Propam Polres Gianyar Selidiki Anggota Jual Senpi Ilegal 

balitribune.co.id | Gianyar - Usut asal-usul kepemilikan senjata yang diamankan Satreskrim Polresta Denpasar dari seorang pria berinisial Ade Ready MP alias ARM yang ditangkap dalam kasus narkoba, menjadi perhatian serius Kapolres Gianyar. Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Gianyar pun langsung mengamankan personilnya dna kini sedang menjalani pemeriksaan intensif.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemotor Oleng Tabrak Truk Angkut Baja Ringan Hingga Tewas

balitribune.co.id | Tabanan – Seorang pengendara sepeda motor, Saiful Anwar (24), tewas di Jalur Denpasar-Gilimanuk usai menabrak truk pengangkut baja ringan di wilayah Kecamatan Kerambitan.

Kecelakaan maut yang melibatkan motor Honda Beat DK 3576 UR dan truk AG 8147 Y tersebut terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 19.40 Wita.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Jembatan Yeh Ngigih Mulai Dibeton, Jalur Gadung Sari-Pesagi Ditutup

balitribune.co.id | Tabanan – Akses jalan penghubung Desa Gadung Sari di Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Pesagi di Kecamatan Penebel melalui Jembatan Yeh Ngigih akan ditutup total mulai Selasa (29/9/2026).

Penutupan rute antarkecamatan tersebut dilakukan seiring perbaikan jembatan yang sudah masuk tahap pembetonan. Penutupan jalur ini diterapkan lantaran material pembetonan akan segera tiba di lokasi proyek.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.