balitribune.co.id | Tabanan – Akses jalan penghubung Desa Gadung Sari di Kecamatan Selemadeg Timur dan Desa Pesagi di Kecamatan Penebel melalui Jembatan Yeh Ngigih akan ditutup total mulai Selasa (29/9/2026).
Penutupan rute antarkecamatan tersebut dilakukan seiring perbaikan jembatan yang sudah masuk tahap pembetonan. Penutupan jalur ini diterapkan lantaran material pembetonan akan segera tiba di lokasi proyek.
Kondisi badan jalan yang sempit serta berbatasan langsung dengan jurang di sisi jalan menjadi pertimbangan utama penghentian sementara lalu lintas kendaraan. “Mulai Selasa 29 September 2026 nanti akan ditutup total karena material beton akan segera datang dan pembetonan akan dilaksanakan,” ungkap Perbekel Gadung Sari, I Wayan Sindreg, pada Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan, dengan kondisi medan seperti itu, material pembetonan terpaksa ditaruh di tengah badan jalan untuk menjaga keamanan pengerjaan di medan terjal. “Untuk menghindari materialnya longsor,” tegasnya.
Sindreg menegaskan, penghentian arus kendaraan bakal berlangsung sampai seluruh proses pembetonan serta pengeringan semen selesai secara sempurna. Penghentian akses ini sekaligus difungsikan untuk memacu kecepatan perbaikan jembatan di lapangan. “Sekaligus ini juga untuk mempercepat proses perbaikan jembatan itu,” kata Sindreg.
Jembatan Yeh Ngigih merupakan urat nadi infrastruktur fisik yang sangat vital bagi mobilitas warga Desa Gadung Sari dan Desa Pesagi. Sebelum mengalami kerusakan menjelang akhir tahun 2024 lalu, jembatan ini menjadi penopang utama aktivitas perdagangan dan distribusi hasil pertanian warga di dua kecamatan tetangga tersebut.
Jalur ini juga padat dilewati pekerja sektor pariwisata yang berlalu lalang hingga larut malam. “Dari pagi sudah ramai. Bahkan, kalau orang kerja di hotel, sampai jam satu malam ada yang lewat,” tuturnya.
Di samping itu, perlintasan Jembatan Yeh Ngigih kerap dimanfaatkan sebagai jalur alternatif saat terjadi kemacetan di Jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah barat Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan. “Banyak akan lewat jalur ini,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan, I Gde Made Partana memberikan informasi yang serupa. Ia menjelaskan, tahap perbaikan Jembatan Yeh Ngigih saat ini mulai memasuki pembetonan di sisi timur jembatan yang memerlukan waktu pengeringan lebih lama. “Agar kualitasnya bagus dan memenuhi spesifikasi,” terang Partana.
Selain pembetonan, pekerjaan lain pada sisi timur jembatan tersebut juga meliputi pembuatan drainase dan pengurugan atau pemadatan. “Ini juga untuk keamanan, karena material dan kendaraan alat berat yang bekerja di tengah jalan,” sebutnya.
Ia mengungkapkan, penutupan jalan penghubung Selemadeg Timur dan Penebel ini akan berlangsung hingga seluruh pengerjaan jembatan tuntas dikerjakan. Saat ini, progres pengerjaan proyek Jembatan Yeh Ngigih yang menyedot anggaran daerah sebesar Rp 6,1 miliar tersebut telah menembus angka 54,2 persen. “Penutupan dilaksanakan sampai akhir bulan November 2026,” pungkas Partana.