balitribune.co.id I Denpasar - Keberadaan lantai 3 dan 4 Pasar Badung pasca bencana banjir hingga kini masih sepi pengunjung. Ini berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang maupun Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar. Termasuk berdampak tingginya tunggakan pembayaran dari sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut.
Untuk mengatasi, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar berencana membangun akses langsung menuju lantai 3 dan 4 Pasar Badung agar lebih mudah dijangkau pengunjung tanpa harus melewati lantai 1 dan 2.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, mengatakan pihaknya saat ini masih mengkaji aspek teknis pembangunan akses tersebut.
Menurutnya, salah satu penyebab rendahnya kunjungan ke lantai atas adalah sulitnya akses bagi masyarakat.
"Kami sudah sempat mendiskusikannya. Saat ini masih kami pelajari teknis akses menuju lantai 3 dan 4. Kebetulan latar belakang kami di bidang teknik, sehingga kami berencana membuat akses langsung menuju pusat kuliner di lantai atas," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, akses tersebut nantinya dirancang dapat diakses langsung dari luar bangunan tanpa harus melalui area perdagangan di lantai bawah. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pembangunan fasilitas vertikal seperti lift. "Mungkin dengan fasilitas seperti lift. Harapan kami bisa menarik lebih banyak pengunjung untuk datang ke lantai 3 dan 4," katanya.
Suadi menambahkan, berdasarkan laporan Kepala Pasar Kumbasari, jumlah kunjungan ke Pasar Seni Kumbasari terus mengalami peningkatan. Bahkan, banyak wisatawan yang datang menanyakan lokasi pusat kuliner di kawasan Pasar Badung.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pusat kuliner di lantai 3 dan 4 memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan karena masih terkendala kemudahan akses. "Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami. Kami akan mempelajari teknologi apa yang paling tepat digunakan agar akses ke lantai atas menjadi lebih mudah," jelasnya.
Selain meningkatkan aksesibilitas, Perumda Pasar Sewakadarma juga berencana menggandeng pengelola tenant dan pelaku usaha untuk merumuskan konsep pengembangan pusat kuliner agar semakin menarik minat masyarakat maupun wisatawan. "Kalau nanti ada vendor yang siap masuk dan mengembangkan usaha di sana, kami tinggal menyesuaikan dengan perbaikan akses yang direncanakan," pungkasnya.