Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Makan Bergizi Gratis (MBG) Bukan Sekadar Pangan, Tapi Strategi Ekonomi Rakyat

DPR
Bali Tribune / Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardani, SE., MM., M.Kes

balitribune.co.id | Denpasar - Program Makan Bergizi Gratis (MGB) yang digulirkan pemerintah sejak awal 2025 terus mengalami penyempurnaan. Anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardani, SE., MM., M.Kes.,  menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap evaluasi agar implementasinya semakin optimal dan merata di seluruh daerah, termasuk Bali.

“Program ini sedang disempurnakan. Data dan sistemnya masih terus diperbaiki sebelum nantinya dibuka lebih luas,” ujar Tutuik saat ditemui di Rumah Aspirasi, Kamis (30/4/2026).

Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, MGB telah menggelontorkan dana besar ke daerah. Di Bali saja, perputaran anggaran pada Januari 2025 tercatat mencapai sekitar Rp1,39 triliun. Angka ini dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya kelompok kecil. Tak hanya menyasar pemenuhan gizi, program ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 228 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Bali, melayani sekitar 462.139 penerima manfaat dari kalangan peserta didik, serta 30.275 penerima non-peserta didik seperti balita.

"Selain itu, program ini juga menyerap sekitar 11.786 tenaga kerja melalui dapur-dapur penyedia makanan. “Ini bukan sekadar program makan, tapi juga menggerakkan ekonomi desa. Petani, peternak, dan nelayan sekarang punya pasar yang jelas karena hasil produksinya langsung diserap,” jelasnya.

Menurut Tutik, kehadiran dapur MGB telah memotong rantai distribusi yang selama ini membebani produsen di desa. Jika sebelumnya mereka harus menjual hasil panen ke pasar dengan risiko tidak laku, kini produk mereka langsung dibeli oleh pengelola dapur. Namun, ia mengakui program ini belum sepenuhnya merata. Dari kebutuhan sekitar 400 SPPG di Bali, saat ini baru terealisasi 228 unit. Kondisi ini memicu potensi kecemburuan sosial di masyarakat yang belum tersentuh program.

“Masih banyak wilayah yang belum terlayani. Ini jadi tantangan ke depan agar distribusinya lebih adil,” katanya.

Selain pemerataan, tantangan lain juga datang dari faktor geografis dan infrastruktur, terutama di wilayah seperti Nusa Penida. Kondisi jalan yang sempit dan rusak, keterbatasan air bersih, hingga gangguan hama seperti monyet menjadi kendala dalam pengembangan pertanian dan distribusi bahan pangan. Tutik juga mendorong adanya sinergi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Ketenagakerjaan, untuk mengarahkan pelatihan kerja ke sektor pertanian modern. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar karena mampu menyerap hingga 40 persen tenaga kerja.

“Anak muda harus didorong kembali ke desa dengan keterampilan pertanian modern. Kalau ini berhasil, ketahanan pangan kita bisa kuat tanpa bergantung pada impor,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menilai pola pelatihan kerja juga perlu diubah. Program job fair dinilai kurang efektif dan sebaiknya diganti dengan sistem magang yang lebih fokus pada peningkatan keterampilan praktis. Dalam aspek edukasi, MGB juga diharapkan mampu mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama anak-anak. Program ini mendorong konsumsi makanan sehat dan bergizi, bukan makanan instan yang cenderung minim nutrisi.

“Gemuk itu belum tentu sehat. Yang penting adalah asupan gizinya seimbang,” ujarnya.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Tutik menegaskan bahwa program MGB menunjukkan dampak positif yang signifikan, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Ke depan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk dalam penyediaan infrastruktur dan investasi dapur. Pemerintah, kata dia, akan menyewa fasilitas yang disiapkan masyarakat, sehingga tercipta model gotong royong dalam pelaksanaan program.

“Ini program besar yang butuh waktu untuk sempurna. Tapi manfaatnya sudah mulai dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkasnya.

wartawan
ARW
Category

Atasi Banjir Sanur, Denpasar Bangun Drainase

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar membangun jaringan drainase sepanjang satu kilometer di kawasan Jalan Bumi Ayu, Sanur. Proyek menggunakan beton pracetak (u-ditch) ini dilakukan sebagai upaya cepat mengantisipasi dan mengatasi persoalan banjir di wilayah tersebut.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Aturan Baru Tinggal Kelas Berlaku 2027 

balitribune.co.id | Denpasar - Sistem tinggal kelas atau tidak naik kelas diwacanakan bakal diterapkan kembali untuk jenjang SD hingga SMA mulai tahun ajaran 2027. Kebijakan dalam struktur pendidikan 12 tahun tersebut saat ini tengah digodok Dinas Pendidikan sebelum diajukan untuk mendapat persetujuan pemerintah pusat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tabung Gas Bocor, Rumah Pondok Klepon Nyaris Hangus Terbakar

balitribune.co.id | Bangli - Rumah Pondok Klepon milik I Gusti Ayu Made Damiati  yang beralamat di Dusun Jelekungkang, Desa Tamanbali, Kecamatan Bangli nyaris ludes terbakar, pada Senin (12/10/2026). Beruntung api yang bersumber dari tabung yang bocor tersebut dapat segera dipadamkan. Namun demikian kejadian di tempat usaha pembuatan kue tradisional Bali ini menyebabkan salah satu karyawan alami luka bakar.

Baca Selengkapnya icon click

Polres Gianyar Obok-obok Kafe di Bitera, 7 Pengunjung Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Jajaran Polres Gianyar obok-obok tempat hiburan malam di kawasan Kelurahan Bitera, Senin (12/10/2026) dini hari. Pada kegiatan tersebut, sebanyak tujuh orang pengunjung diwajibkan  menjalani tes urine. Syukurnya, seluruhnya dinyatakan negatif narkotika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tindaklanjuti Keluhan Bau Kandang Babi, Polsek dan DLH Gianyar Turun ke Lokasi

balitribune.co.id | Gianyar - Menindaklanjuti keluhan warga terjadap keberadaan usaha kandang babi, Jajaran Polsek Blahbatuh bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Satpol PP, dan perangkat desa, kembali mengecek peternakan babi milik I Ketut Darsana di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Senin (12/10/2026).  Pemilik kandang pun diminta untuk membersihkan dan mengiras penampungan kotoran babi yang sudha penu

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Rp118 Miliar Bansos untuk Buleleng, Kariyasa Janji Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

balitribune.co.id | Singaraja - Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Buleleng dengan membawa sejumlah program termasuk serap aspirasi, diantaranya bantuan sosial senilai Rp118 miliar. Dalam kesempatan itu pemerintah daerah juga menyampaikan aspirasi terkait penanganan bencana, sistem peringatan dini, dan penguatan mitigasi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.