Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Melalui Fasilitas QRIS, BRImo, EDC dari BRI, Depot Betty Mengadopsi Pembayaran Non-tunai

UMKM
Bali Tribune / I Putu Bayu Ekayana

balitribune.co.id | Tabanan - Didirikan pada 2001 oleh orangtua, Depot Betty awalnya hanya warung sederhana yang menjual babi guling sekaligus daging mentah di Pasar Tradisional Pancasari. Namun tongkat estafet usaha beralih pada 2013, saat I Putu Bayu Ekayana mengambil alih usaha keluarga ditengah kondisi kesehatan sang ibu yang menurun.

“Awalnya saya bingung, karena latar belakang saya di hospitality, bukan kuliner. Saya bartender dulu, jadi sangat jauh dari dunia masak,” ujarnya.

Meski tanpa dasar kuliner, Bayu memilih belajar dari nol. Ia tidak mengubah resep utama warisan keluarga, melainkan memperkuat aspek yang sering diabaikan pelaku usaha kecil, pelayanan, kebersihan, dan standar higienitas.

Langkah tersebut menjadi titik balik. Berlokasi di jalur strategis Denpasar–Bedugul yang merupakan jalur nasional sekaligus rute wisata, Bayu melihat peluang memperluas pasar, tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga wisatawan.

Kini, Depot Betty telah berkembang menjadi beberapa titik usaha, dengan fokus utama di kawasan Bedugul Kabupaten Tabanan sebagai destinasi wisata. Di saat banyak usaha kuliner tumbang dalam 3–5 tahun pertama, Depot Betty justru mampu bertahan hingga 25 tahun sejak berdiri.

Menurut Bayu, kunci utamanya adalah konsistensi menjaga kualitas rasa, pelayanan, serta keterbukaan terhadap kritik pelanggan. “Kami sangat terbuka dengan komplain. Dari situ kami tahu apa yang harus diperbaiki,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, Depot Betty saat ini menghabiskan 5–6 ekor babi per hari dari seluruh outlet. Bahan baku diperoleh dari peternak lokal di kawasan Pancasari, Candikuning, hingga Baturiti. Bayu sangat selektif dalam memilih jenis babi. Ia lebih memilih jenis seperti saddleback, chester, dan yorkshire karena kandungan lemaknya dinilai menghasilkan tekstur kulit yang lebih renyah saat diproses menjadi babi guling.
“Lemak itu penting untuk hasil akhir. Kulit jadi lebih kriuk,” ujarnya.

Di balik pertumbuhan Depot Betty, akses pembiayaan menjadi faktor krusial. Bayu mengaku mulai bekerja sama dengan perbankan sejak 2014, setahun setelah mengambil alih usaha. Melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, ia memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usaha sekaligus merapikan manajemen keuangan.

“Dari awal kami dibantu dari sisi modal. Bahkan sampai pelunasan kredit juga berjalan lancar,” ungkapnya.

Kemudahan akses KUR dari BRI yang kini semakin inklusif dinilai menjadi angin segar bagi pelaku UMKM, terutama sektor kuliner yang membutuhkan perputaran modal cepat. Program ini tidak hanya membantu ekspansi usaha, tetapi juga menjaga keberlanjutan bisnis keluarga agar tidak terhenti di tengah jalan.

Selain permodalan, transformasi digital menjadi faktor penting lain dalam menjaga keberlanjutan usaha. Depot Betty kini telah mengadopsi sistem pembayaran non-tunai di seluruh outletnya. Melalui fasilitas QRIS, BRImo, EDC dari BRI, seluruh transaksi tercatat otomatis. "Dengan digitalisasi, semua pemasukan tercatat. Jadi lebih mudah kontrol keuangan dan risiko kehilangan bisa ditekan,” kata Bayu.

Tak hanya itu, pemanfaatan aplikasi BRImo turut memberikan efisiensi dalam pengelolaan keuangan usaha. Melalui BRImo, pelaku usaha dapat melakukan pengecekan mutasi rekening secara real-time, transfer antarbank dengan cepat, hingga pembayaran berbagai kebutuhan operasional tanpa harus datang ke kantor cabang.

Kemudahan ini membuat pengusaha seperti Bayu dapat memantau arus kas harian dengan lebih praktis dan akurat, sehingga pengambilan keputusan bisnis menjadi lebih cepat dan tepat. Selain itu, fitur notifikasi transaksi pada BRImo juga membantu meminimalisir risiko kesalahan pencatatan maupun potensi kehilangan dana, karena setiap transaksi langsung terpantau melalui ponsel. Bagi UMKM dengan mobilitas tinggi seperti usaha kuliner, fleksibilitas ini menjadi nilai tambah dalam menjaga efisiensi operasional.

Sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi kunci utama bagi UMKM untuk dapat bertahan dan berkembang di tengah dinamika pasar saat ini.

“BRI berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi UMKM melalui penyediaan layanan perbankan digital, pendampingan, serta ekosistem yang terintegrasi. Hal ini diharapkan dapat membantu UMKM naik kelas dan memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun global,” ujar Hery.

Dalam implementasinya, BRI menghadirkan berbagai layanan digital seperti aplikasi super apps BRImo, QRIS, serta platform pemberdayaan UMKM yang memudahkan pelaku usaha dalam melakukan transaksi keuangan secara efisien dan aman.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, BRI optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

wartawan
YUE

Proyek Water Taxi Tibubeneng Dikaji, Pura Dalem Perancak Dipastikan Aman

balitribune.co.id | Mangupura - Rencana pembangunan dermaga water taxi di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, masih dalam tahap kajian mendalam. Pemerintah sedikitnya menyiapkan 14 kajian lanjutan untuk menentukan kelayakan serta desain final proyek tersebut.

Baca Selengkapnya icon click

BI: Waspadai El Nino hingga Distribusi Pangan

balitribune.co.id | Denpasar - Bank Indonesia (BI) Bali melihat tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Sejumlah risiko masih perlu diantisipasi hingga akhir tahun, terutama terkait kondisi cuaca dan kelancaran pasokan pangan. Fenomena El Niño yang berlanjut dan mundurnya awal musim hujan berpotensi mengganggu produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura yang relatif sensitif terhadap perubahan cuaca.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perbankan Era Baru, OJK Dorong Digitalisasi hingga Keuangan Berkelanjutan

balitribune.co.id | Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan arah baru pengembangan industri perbankan nasional melalui "Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia" (RP3I) 2026–2030. Peta jalan tersebut diluncurkan di Bali, Jumat (2/10), di tengah perubahan lanskap ekonomi global, percepatan teknologi digital, perubahan perilaku masyarakat, serta meningkatnya tuntutan terhadap tata kelola dan keberlanjutan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Menakar Peran Strategis BI di Jantung IKN

balitribune.co.id | Nusantara - Wajah Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai berubah. Istana Garuda tidak lagi berdiri sendirian. Kompleks kementerian, hunian, fasilitas publik dan kawasan lembaga negara perlahan membentuk sebuah pusat pemerintahan baru. Di tengah proses itulah Bank Indonesia mulai menempatkan fondasi kelembagaannya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Denbar Hadirkan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak

balitribune.co.id | Denpasar - UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat siap diresmikan sebagai Puskesmas Ramah Ibu dan Anak pada 6 Oktober mendatang. Fasilitas kesehatan ini diproyeksikan menjadi percontohan layanan kesehatan yang ramah, berkualitas, mudah diakses, serta mendukung pemerataan akses kesehatan di Kota Denpasar.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Ny. Mas Parwata Apresiasi Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Bali di Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, mengapresiasi pelaksanaan Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali di Wantilan Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Jumat (2/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.