balitribune.co.id | Tabanan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan menginstruksikan tiga rekanan kontraktor untuk mengebut pengerjaan proyek revitalisasi kawasan terpadu Terminal Pesiapan dan Pasar Senggol untuk mengantisipasi dampak masuknya musim hujan.
Upaya percepatan pengerjaan fisik tersebut dilakukan, termasuk memanfaatkan cuaca terang pada malam hari, agar fasilitas umum dan pusat kegiatan ekonomi terpadu di Tabanan itu rampung sesuai target.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, mengungkapkan bahwa perubahan kondisi cuaca telah diantisipasi sejak awal oleh jajarannya agar tidak mengganggu tahapan penataan di lapangan. “Memang sekarang sudah mulai memasuki musim hujan. Ini sudah kami antisipasi. Kami juga minta ke rekanan untuk mengebut pekerjaan. Kalau (kondisi cuaca) terang di malam hari, ya dikerjakan di malam hari,” ujar Partana pada Selasa (27/10/2026).
Partana menjelaskan, saat ini pengerjaan struktur utama bangunan terminal maupun pasar senggol telah selesai dikerjakan, ditandai dengan pembukaan bedeng penutup lokasi proyek. Di tengah ancaman guyuran hujan, progres pengerjaan fisik mencatatkan tren positif dengan realisasi sebesar 88,50 persen dari target mingguan 88,16 persen. “Realisasinya 88,50 persen dari rencana 88,16 persen (minggu ini). Ada deviasi positif,” terangnya.
Pasca-penuntasan struktur utama, fokus pengerjaan saat ini dialihkan ke tahap pemolesan eksterior dan arsitektur visual. Penataan gapura bakal dipercantik dengan mengusung identitas lokal agraris Tabanan, seperti ornamen atap lumbung, simbol kayon, ukir-ukiran khas, tulisan, hingga susunan patung sapi dan petani. “Sama seperti di tapal batas,” jelas Partana menggambarkan konsep visual patung identitas daerah tersebut.
Untuk menjaga kelancaran dan efisiensi pengerjaan selama musim hujan, pembuatan patung identitas dilaksanakan menggunakan metode pengerjaan modular di luar lokasi proyek..“Dikerjakan di studio, nanti setelah jadi baru dirakit di lokasi (proyek),” imbuhnya.
Selain patung, elemen eksterior pendukung seperti pemasangan tempelan batu alam, bata hias, dan porselin juga terus dikerjakan secara intensif. Dinas PUPR Tabanan menargetkan seluruh proses revitalisasi kawasan terpadu ini tuntas pada November 2026, sehingga dapat diresmikan dan beroperasi penuh melayani transportasi serta aktivitas pedagang pasar senggol pada awal 2027 mendatang.