balitribune.co.id | Denpasar - Memasuki musim hujan, volume sampah yang terbawa arus dan menumpuk di sungai serta saluran drainase Kota Denpasar melonjak. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar mengestimasi ada tambahan sampah kiriman mencapai 3,6 ton per hari dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, mengungkapkan penumpukan sampah baru terpantau di sejumlah titik. Menurutnya, lonjakan ini dipicu oleh peningkatan debit air dari hulu serta masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke aliran air.
"Peningkatan debit air membawa sampah terkonsentrasi di sejumlah titik, terutama di jalur aliran air menuju wilayah selatan," ujar Ngurah Artha Jaya, Rabu (28/10/2026).
Sebelum adanya lonjakan ini, Dinas PUPR mencatat volume sampah sungai di Denpasar berada di angka 30,6 ton per hari. Jumlah tersebut sudah mengalami kenaikan dibanding sebelum penerapan kebijakan pemilahan sampah yang berada di angka 26,4 ton per hari. Bahkan pada awal kebijakan pemilahan, volume sampah sempat menembus 44,1 ton per hari.
Penyumbatan drainase akibat sampah ini mulai memicu genangan air di beberapa ruas jalan pemukiman, seperti yang terpantau di kawasan Jalan Lembu Sora dan Jalan Tunjung Tutur.
Mengantisipasi banjir kota, Bidang SDA Dinas PUPR gencar mengerahkan petugas untuk membersihkan titik-titik penyumbatan. Pemerintah mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke sungai agar aliran air menuju hilir tetap lancar selama musim hujan.