Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mewahnya Kejujuran

Bali Tribune/ Hans Itta
Oleh :  Hans Itta
 
balitribune.co.id - Kisah Widiyanti (33), seorang penjaja sayur keliling di Kebumen, Jawa Tengah, amat menyentuh hati. Penjaja sayur yang sederhana ini suatu ketika di bulan Juni 2017 menemukan segepok uang dalam kantung plastik di bawah lampu merah di Simpang Empat Kembaran, Kebumen.
 
Semestinya dia girang tapi malah kebalikannya. Padahal tak ada yang mengetahui dia menemukan uang itu. Tak ada pula tanda pemilik uang itu. Namun, Widiyanti tak punya niat untuk memiliki dan membelanjakannya, tapi justru berusaha mengembalikan kepada empunya. Dengan teropoh-gopoh Widiyanti ke Pos Pengamanan Tugu Lawet, Kebumen, untuk menyerahkan uang tersebut kepada polisi yang tengah berjaga di dalam pos.
 
Kisah teladan kejujuran sebelumnya juga pernah terjadi di Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Supriyanto, seorang porter di stasiun kereta dan 2 petugas keamanan, Andre Arifin dan Imam Turino, mengembalikan tas berisi uang ratusan juta milik salah satu penumpang Kereta 5 Argowilis tujuan Bandung pada Kamis medio Mei 2017.
 
Pelajaran kejujuran yang hakiki justru sering datang dari orang-orang kecil dan sederhana. Mereka tahu betul nikmat dan berkah sebuah kejujuran dan tak silau oleh godaan harta panas, meski jumlahnya besar. Mereka juga tahu betul, kejujuran sekecil biji atom pun akan mendapat balasan, demikian juga kecurangan sekecil biji atom.
 
Kejujuran Widiyanti dan Supriyanto seakan menjadi oase di tengah krisis moral yang terjadi di negeri kita.
 
Tindakan mereka menjadi petuah dan kotbah terindah buat bangsa ini, terutama buat para pejabat negara yang semestinya lebih dituntut sebagai teladan bangsa—jujur dalam ucapan dan laku. 
 
Kejujuran sebagai sikap moral perkataan belakangan jadi barang mewah. Kejujuran bertabrakan langsung dengan kepentingan praktis. Kejujuran berubah jadi gincu bibir dan pemoles wajah. Demi kepentingan praktis-pragmatis, jual beli gelar serjana marak. Korupsi merajalela. Hukum bisa diperjualbelikan Lain bicara, lain pula tindakan. Tak mau mengalah apalagi meminta maaf pada orang lain karena mungkin keliru sebagai manusia yang tidak sempurna. Tapi kata “maaf” juga sangatlah mahal pula harganya. Belum lagi karena merasa mendapat dukungan dari kelompoknya yang mayoritas dengan sendirinya merasa berada di atas angin, sehingga yang terjadi kemudian adalah mayoritas menindas yang minoritas; kaya menindas yang miskin, yang kuat menindas yang lemah, dan sebagainya.
 
Sepertinya kejujuran dikesampingkan demi merebut kemenangan, dengan cara menerabas dan mengabaikan proses yang seharusnya dilewati. Kata “jujur” dan  “maaf” adalah dua kata begitu mahal di negeri ini.
 
Dalam bingkai cara keberagaman, ketidakjujuran bertabrakan dengan hati nurani  bersih. Dan ketika ketidakjujuran menjadi bagian yang menyatu sebagai hati kecil yang tumpul nurani, mewujud dalam sikap, perkataan dan perbuatan atau tindakan, kejujuran makin jadi kemuliaan yang mewah. Kejujuran mengandaikan apa yang dikatakan dan dilakukan sebagai cermin hati. Dengan kejujuran terbebas nafsu serba praktis-pragmatis demi tercapainya tujuan. Selembar ijazah misalnya, diperoleh lewat prosedur akademik yang benar, keputusan membatalkan keputusan pengadilan perlu dilandaskan pada komitmen pemberantasan korupsi.    
 
Problem korupsi di Indonesia bukan melulu masalah lemahnya administrasi, tetapi juga mentalitas (Benny Susetyo:2004). Kita makin bimbang, bisakah Indonesia menjadi negara yang bersih dari korupsi? Pengadilan kejahatan korupsi tidak saja menjadi problem hukum, justru lebih menyedihkan karena korupsi dijadikan bagian dari komoditas politik.
 
Hukum tak lagi menjadi sarana mencapai keadilan. Keadilan sebagai cita-cita bersama tak pernah terwujud. Keadilan hanya milik segelintir orang yang memiliki kekuasaan. Itu dikarenakan hukum bisa ditukar dengan uang. Dan pihak yang sanggup menukar hukum dengan uang adalah orang yang memiliki kekuasaan. Orang kecil yang tak memiliki uang, dia harus puas dengan keadilan semu.
 
Maka sudah semestinya kita belajar kejujuran dari Widiyanti dan Supriyanto. Pelajaran kejujuran yang hakiki justru sering datang dari orang-orang kecil dan sederhana seperti mereka karena mereka menggunakan nurani, mana haknya dan mana yang bukan haknya. (u)
wartawan
Redaksi
Category

Delegasi Polwan Dunia Tanam Mangrove di Bali, Presiden IAWP: Kami Juga Penjaga Alam

balitribune.co.id | Denpasar - Polisi wanita (Polwan) memiliki peran lebih luas dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Hal tersebut ditegaskan Presiden International Association of Women Police (IAWP), Julia Jaeger, saat memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DFSK E5 Plus Usung Double Glass Window, Kabin Lebih Senyap dan Nyaman

balitribune.co.id | Denpasar – DFSK memberi perhatian khusus pada aspek kenyamanan kabin SUV terbarunya, DFSK E5 Plus. Mengusung konsep “Electric for Daily, Hybrid for Journey”, kendaraan ini tidak hanya menawarkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan suasana kabin yang lebih tenang lewat teknologi Double Glass Window.

Baca Selengkapnya icon click

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bahagia, Badung Gelar Gebyar GENTA 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi membuka Gebyar Gerakan Terpadu Nak Badung Sehat (GENTA) Tahun 2026 di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, Selasa (22/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan akses layanan sekaligus mengedukasi warga terkait program strategis kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rutan Bangli Disidak, Blok Hunian Digeledah

balitribune.co.id | Bangli - Pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan dan peredaran narkoba di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangli diperketat. Buktinya Rutan Bangli menggelar operasi gabungan dengan melibatkan Polres Bangli, BNNK Gianyar, Kodim 1626/Bangli dan Tim Patnal Kanwil Ditjenpas Bali, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Polsek Dawan Ungkap Pencurian Aki Truk Lintas Kabupaten

balitribune.co.id | Semarapura - Unit Reskrim Polsek Dawan, Polres Klungkung, mengungkap kasus pencurian aki kendaraan truk yang terjadi di sejumlah lokasi di Bali. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial DMFA (17) serta 30 buah aki sebagai barang bukti. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.