Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Mulai Sosialisasi Penataan Objek Wisata

Bali Tribune/ SOSIALISASI - Bupati Suwirta sosialisasi One Gate One Destination di Kantor Desa Sakti.



balitribune.co.id | Semarapura - Sosialisasi penataan objek wisata di wilayah Kecamatan Nusa Penida dilakukan oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Sekretaris Daerah Gede Putu Winastra, Kepala Bapperlitbang dan Camat Nusa Penida, Sabtu (15/1/22). Sosialisasi dilakukan guna memperoleh dukungan dalam rencana penataan sejumlah objek wisata agar menjadikan lebih menarik, aman dan nyaman serta wisatawan betah berlama lama berkunjung.

Sosialisasi dilakukan di Kantor Desa Sakti, Kantor Desa Bungamekar, Balai Desa Batumadeg, dan di Kantor Desa Sekartaji. "Nusa Penida adalah titik ungkit pembangunan di Kabupaten Klungkung. Itulah sebabnya penataan objek wisata, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga digarap lebih optimal. Jika penataan bisa terealisasi maka berbagai potensi yang dimiliki Nusa Penida akan menghasilkan uang dan saya tegaskan bahwa saya tidak ada kepentingan apapun dalam penataan objek wisata di Nusa Penida." ujar Bupati Suwirta.

Kegiatan penataan akan diawali dengan proses pendataan aset/lokasi (disertfikatkan), dilanjutkan dengan membuat FS dan DED sebaik mungkin. Kemudian dicarikan anggaran untuk ditata sehingga menjadi destinasi unggulan dengan konsep One Gate One Destination. "Namun semua perlu proses, jadi tidak langsung terwujud. Yang penting kita berani memulai mohon dukungan semua warga," jelasnya.

Salah seorang warga Desa Batumadeg Kadek Suarta menyambut baik ide yang dipaparkan Bupati Suwirta. Dirinya setuju dan sangat mendukung penataan objek wisata Tembeling di desanya. Namun dirinya mengingatkan kesucian pura Hyang Pancuhan di Tembeling harus terjaga dan jika sudah terwujud maka pengelolaan objek wisata supaya dikerjasamakan dengan pihak desa.

Nyoman Murdana dari Desa Sekartaji juga menyambut baik perencanaan yang disampaikan Bupati Suwirta, pihaknya berharap Desa Sekartaji bisa bangkit memiliki sektor yang bisa menghidupi masyarakat setempat. Ia juga berharap pihak Kantor Pertanahan bisa membantu status tanah di bukit Teletubies untuk bisa disertifikatkan, sehingga nanti tidak ada keraguan dalam menyerahkan kepada Pemda untuk ditata. Sehingga warga di Sekartaji bisa bekerja dan berkarya di desanya sendiri bukan merantau keluar daerah.

wartawan
SUG
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.