Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pandemi Tak Surutkan Perusahaan Penerbangan Datangkan Pesawat Baru

Bali Tribune / AIRBUS - Tampak dalam pesawat Airbus 330-900NEO yang didatangkan oleh salah satu maskapai di Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar – Kendati pandemi Covid-19 belum berlalu dan dalam sehari masih menginfeksi belasan ribu masyarakat Indonesia, perusahaan penerbangan di Tanah Air tetap melanjutkan bisnisnya. Meskipun pandemi mengakibatkan penurunan daya beli dan perekonomian masyarakat global, kondisi ini tidak menyurutkan industri penerbangan mendatangkan pesawat baru.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro ketika dikonfirmasi, Selasa (2/2) menyatakan, perusahaan maskapai ini mendatangkan pesawat terbaru generasi modern berbadan lebar (wide body) ke-5 yaitu Airbus 330-900NEO registrasi PK-LEQ pada akhir Januari 2021. 

Kata dia, proses pengambilan dan pengiriman pesawat oleh kru terdiri dari Captain Pilot, Kopilot serta teknisi. Pesawat bernomor LNI-001 menempuh jarak penerbangan tanpa henti berkisar 14 jam 30 menit dengan tetap menjalankan faktor keselamatan, keamanan serta pedoman protokol kesehatan.

Disampaikan Danang, pesawat PK-LEQ lepas landas dari Bandar Udara Internasional Toulouse Blagnac, Perancis (TLS) pada Sabtu (30/ 01) pukul 11.00 waktu setempat (Time in Toulouse, France, GMT+ 01)  Penerbangan ini telah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 07.15 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07).

Ia mengungkapkan, pesawat baru berbadan lebar tersebut nantinya untuk memperkuat pasar domestik. "Begitupun untuk rencana penerbangan jarak jauh," ujar Danang. Hal ini guna mendukung program pemerintah di masa pandemi mengoptimalkan turis domestik. 

Kehadiran pesawat baru ini melengkapi kekuatan 4 armada berbadan lebar, terdiri dari Airbus 330-900NEO serta 6 Airbus 330-300CEO. Pengoperasian pesawat seri 330-900NEO ini, kembali menyampaikan sebagai maskapai pertama di Asia Pasifik mengoperasikan Airbus 330-900NEO sejak Juni 2019.

Seperti diketahui, maskapai ini pada 2018 telah memesan sepuluh unit Airbus 330-900NEO dan mempunyai opsi memperoleh empat tipe sejenis. Seluruh pesawat yang dipesan adalah berkapasitas lebih besar.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Terkait Polemik Videotron, Dewan Minta Pemerintah Tak Persulit Warga Lokal Berinvestasi di Bangli

balitribune.co.id | Bangli - Polemik pembangunan videotron di pertigaan Penelokan, Kintamani  mengundang reaksi kalangan DPRD Bangli. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa mengatakan sejatinya pada prinsipnya  nafas pembangunan di Bangli yakni  prioritas utamanya buat orang Bangli. 

Baca Selengkapnya icon click

Perbarindo Badung dan Bank BJB Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi dan Digitalisasi BPR

balitribune.co.id | Denpasar - Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Perbarindo Badung berkolaborasi dengan Bank BJB untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus mempercepat transformasi digital industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

balitribune.co.id | Denpasar - Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978-1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berlangsung khidmat pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Badung Tembus Rp13,09 Triliun, PDIP Soroti Infrastruktur dan Wajah Pariwisata

balitribune.co.id | Mangupura - Belanja daerah Kabupaten Badung dalam RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dirancang mencapai Rp13,09 triliun. Angka tersebut meningkat Rp1,56 triliun atau 13,56 persen dibandingkan APBD induk yang sebesar Rp11,52 triliun. Sementara pendapatan daerah dirancang Rp10,50 triliun, naik Rp170,11 miliar atau 1,65 persen dari APBD induk Rp10,33 triliun.

Baca Selengkapnya icon click

Upah Pekerja di Bali Dinilai Terlalu Imut, Nyoman Parta Sebut Kebutuhan Hidup Layak Harus Jadi Acuan Pengupahan

balitribune.co.id | Gianyar - Upah pekerja di Bali dinilai belum sebanding dengan tingginya biaya hidup. Upah pekerja di Bali dinilai terlalu kecil alias Imut jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup pekerja di Bali.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.