Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pasutri Tewas Diserang Koloni Tawon Tanah

tewas
Bali Tribune / MENINGGAL - Salah seorang lansia, Dewa AMG meninggal dunia akibat serangan koloni tawon setelah sempat mendapat pertolongan medis di Puskesmas I Mendoyo

balitribune.co.id | Negara - Tragedi memilukan menimpa pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dewa KS (69) dan istrinya Dewa AMG (56) meninggal dunia setelah diserang koloni tawon saat beraktivitas di kebun milik mereka, Selasa (20/1).

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, Dewa KS sedang beristirahat di sebuah bale gubuk di wilayah Banjar Kedisan. Petaka muncul ketika istrinya, Dewa AMG, hendak memindahkan tumpukan daun kelapa kering di bawah bale-bale tersebut.

Tanpa disadari, di balik tumpukan daun tersebut terdapat sarang tawon tanah yang dalam bahasa lokal disebut tabuan keh. Begitu daun diangkat, koloni tawon langsung berhamburan dan menyerang keduanya secara membabi buta.

Dalam kondisi panik, pasangan ini berusaha menyelamatkan diri ke arah yang berbeda. Dewa KS nahasnya terjatuh dan kepalanya membentur akar pohon hingga tak sadarkan diri. Hal ini membuat koloni tawon semakin ganas mengerumuni dan menyengat tubuhnya secara bertubi-tubi hingga ia meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu, Dewa AMG sempat berhasil menjauh meski mengalami banyak sengatan. Ia ditemukan oleh seorang petani bernama I Ketut Nosen (74) dan segera dilarikan ke Puskesmas I Mendoyo.

Setelah mendapatkan perawatan medis, kondisi Dewa AMG awalnya dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang pukul 18.00 WITA. Namun, pada pukul 20.00 WITA, kondisinya mendadak memburuk. Ia mengalami kejang-kejang di rumahnya dan segera dibawa kembali ke Puskesmas. Meski telah diupayakan tindakan medis darurat, Dewa AMG dinyatakan meninggal dunia pukul 20.30 WITA.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, mengonfirmasi bahwa kedua korban meninggal akibat serangkaian serangan tawon yang ganas.

"Berdasarkan pemeriksaan medis, ditemukan banyak luka sengatan di sekujur tubuh kedua korban. Pada jenazah Dewa KS juga ditemukan lebam dan luka di bagian kepala akibat benturan saat terjatuh," ujar AKP Alit Darmana, Rabu (21/1/2026).

Tragedi ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya petani di wilayah pedesaan, untuk lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon tanah yang sering tersembunyi di balik semak atau tumpukan daun kering.

wartawan
PAM
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click

Terdeteksi Terlibat Judol dan Pinjol, Puluhan Warga Buleleng Kehilangan Hak Penerima Bansos

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah warga Buleleng terpaksa kehilangan hak penerimaan bantuan sosial (Bansos) setelah mereka ditemukan terlibat dalam permainan judi online (judol). Tidak hanya itu, beberapa diantaranya juga terpaksa dicoret dari daftar penerima bansos akibat terdeksi penerima pinjaman online (pinjol). Hal itu diungkap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.