Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pelaku Pariwisata Berharap GWK Jadi Daya Tarik Bali

GWK
GWK -- Patung GWK ini menjadi bagian dari ikon pariwisata Bali yang baru.

BALI TRIBUNE - Pelaku industri pariwisata berharap dengan adanya ikon baru di destinasi Bali ini akan mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing dan domestik ke Pulau Dewata, seperti keberdaaan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang akan segera rampung tersebut menjadi ikon baru pariwisata Bali. Patung Dewa Wisnu setinggi 121 meter dari permukaan tanah ini nantinya akan membuat wisatawan dari berbagai negara penasaran untuk datang ke Bali melihat secara langsung keberadaan patung tersebut. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana ketika dikonfirmasi, Senin (21/5), mengatakan, keberadaan patung GWK itu kemungkinan besar akan menarik perhatian turis mancanegara untuk berkunjung ke Pulau Bali. "Patung GWK ini menjadi bagian dari ikon pariwisata Bali yang baru," kata pria yang akrab disapa Gus Agung ini.  Sehingga kata dia, patung Dewa Wisnu yang berdiri kokoh di Jimbaran, Badung tersebut akan menjadi daya tarik selain destinasi wisata lainnya di Bali yang juga dikenal sebagai “Pulau Seribu Pura” ini. "Besar kemungkinan bisa menambah kunjungan wisatawan ke Bali," harapnya, seraya menuturkan, yang terpenting keberadaan patung GWK itu dapat memperkuat posisi Bali sebagai tujuan pariwisata dunia. Sementara itu, Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali, I Ketut Ardana menyatakan, adanya ikon baru ini menunjukkan bahwa pariwisata Bali selalu kreatif dalam menciptakan produk-produk baru. Dikatakannya, Asita yang fungsinya sebagai penyusun produk paket tur tentunya akan selalu memasukkan GWK ke dalam produk yang ditawarkan kepada para partner, baik dalam dan luar negeri. "GWK itu salah satu ikon pariwisata Bali. Akan menjadi lebih seru cerita kita sebagai BPW (biro perjalanan wisata) ketika menjelaskan konten dari produk yang kita tawarkan," ujar Ardana. Hal ini akan menjadikan destinasi Bali semakin menarik untuk dikunjungi, sehingga dapat menambah jumlah kedatangan wisatawan, baik domistik maupun mancanegara. "Kita harus mensyukuri Bali selalu kreatif dan selalu memunculkan produk-produk baru. Bali akan menjadi semakin menarik," katanya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.