Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pelatihan Pelatih dan Wasit Renang Diikuti 28 Peserta

Bali Tribune/Peserta pelatihan pelatih dan wasit renang berpose bersama
balitribune.co.id | Mangupura - Sebanyak 28 orang mengikuti pelatihan pelatih dan wasit renang tingkat Provinsi katagori C di SMK Mengwi Tani, Kamis (11/7) hingga Minggu besok. Pelatihan ini untuk meningkatkan kuantitas, kualitas dan keahlian pelatih renang tingkat Provinsi Bali dari kategori D ke kategori C.
 
Dengan meningkatnya prestasi atlet renang Bali, Pengprov PRSI Bali juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelatih dan wasit. Pelatihan dibuka Ketum KONI Bali, diwakili Bidang Organisasi KONI Bali, Susrama Putra, didampingi Ketua Pengprov PRSI Bali, Nyoman Agus Aryadi.
 
Ketua Panitia Pelatihan, Wayan Artanayasa mengatakan, pelatihan ini kolaborasi antara PRSI Bali bersama FOK Undiksha Singaraja, yang merujuk pada program Bidang Litbang dan SDM PRSI Bali. Ia mengatakan saat ini perkembangan cabor renang di Bali sangat pesat, yang ditunjukkan dengan meningkatnya atlet-atlet renang yang berprestasi baik tingkat regional, nasional bahkan internasional mulai dari kolompok umur sampai senior. 
 
Peningkatan kuantitas dan kualitas atlet tentu harus dibarengi dengan pelatih-pelatih yang berkualitas dan profesional dalam melatih.  Dengan harapan memberikan standar pelatihan renang yang berkesinambungan menuju jenjang lebih tinggi.
 
"Narasumber dalam pelaithan ini adalah kalaborasi dari PRSI Bali dan Staf pengajar Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganseha," terang Artanayasa dan berharap peserta agar mengikuti agenda sebaik mungkin.
 
Karena materi yang diberikan narasumber, kata dia, terdiri atas Kebijakan tenaga dan organisasi keolahragaan, teori dan praktik ilmu melatih, teknik dan taktik renang, FINA rules and regulation, organisasi dan administrasi perlombaan, biomekanika dalam olahraga renang, peningkatan kondisi fisik, cedera dalam olahraga renang, tes pengukuran dan evaluasi.
 
Ketum PRSI Bali, Nyoman Agus Aryadi berharap dengan semakin banyak pelatih dan wasit bersertifikasi C di Bali, akan semakin berkembangnya olahraga renang. Hal ini bisa dilihat dari jumlah atet di masing-masing klub jelas diperlukan penambahan jumlah pelatih yang harus bersertipikasi.(u) 
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.