Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perairan Selat Bali Semakin Surut, Antrean Kendaraan Mengular Keluar Pelabuhan Gilimanuk

MAcet Parah
Bali Tribune / SEMAKIN PARAH - Kemacetan di wilayah Gilimanuk kini diperparah dengan terhambatnya bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk akibat kondisi air laut di perairan selat Bali yang surut maksimal.

balitribune.co.id | Negara - Kondisi air laut di perairan Selat Bali hingga Kamis (29/10/2026) masih fluktuaktif. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk masih terhambat kondisi air laut yang surut. Antrean kendaraan pun mengular keluar pelabuhan. Kondisi kemacetan di Gilimanuk ini dikeluhkan karena mengganggu aktifitas warga.

Surutnya air laut secara maksimal di perairan Selat Bali kembali menghambat aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Gilimanuk pada Kamis. Kondisi yang berlangsung sejak dua hari terakhir itu menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga keluar areal pelabuhan. Bahkan, sebuah gapura tapal batas lingkungan di Kelurahan Gilimanuk roboh setelah tersenggol badan truk di tengah kepadatan arus lalu lintas.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan,  aktivitas bongkar muat yang terhambat adalah di Dermaga Landing Craft Machine (LCM). Bongkar muat baru dapat berjalan setelah air laut kembali pasang. Dalam beberapa hari terakhir, permukaan air laut turun hingga di bawah ambang batas yang memungkinkan kapal bersandar dan melakukan bongkar muat secara normal.

“Dampaknya antrean terjadi di jalur utama, terutama kombinasi kendaraan barang, truk kargo, dan kendaraan kecil lainnya,” katanya saat melaporkan kondisi langsung dari Pelabuhan LCM Gilimanuk. 

Menurut Murdiasa, surutnya air laut umumnya terjadi mulai dini hari yakni sekitar pukul 03.00–04.00 Wita hingga siang pukul 10.00 Wita. Setelah permukaan air kembali naik, aktivitas bongkar muat dapat dilanjutkan. 

Namun, selama jeda tersebut, kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa tertahan dan antrean terus bertambah. Dibandingkan antrean kendaraan yang hendak menyeberangan pada Rabu (28/8/2026) lalu, penumpukan kendaraan pada Kamis kemarin semakin panjang. Ekor antrean dilaporkan mencapai kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga mencapai dua kilometer dari pelabuhan. 

Untuk mengurai kepadatan, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk mengatur arus kendaraan di jalur utama guna mencegah penyerobotan antrean atau ngeblong yang berpotensi memicu kemacetan dua arah, termasuk kendaraan dari pelabuhan menuju Denpasar. Pihaknya telah mengedukasi para pengemudi agar memahami bahwa hambatan tersebut dipicu kondisi alam dan padatnya volume kendaraan.

Pihaknya menduga kondisi surut yang berulang ini berkaitan dengan sejumlah faktor alam dan waktu berakhirnya gangguan tersebut menurutnya juga belum dapat dipastikan. 

“Kalau masalah alam kita tidak bisa prediksi. Menjelang akhir tahun semoga saja hal ini cepat selesai. Namanya juga alam, kita tidak bisa memprediksi pasang surutnya, naik dan tidaknya air laut. Semoga saja ini tidak terlalu lama,” tandasnya.

Di sisi lain, kepadatan kendaraan mulai menimbulkan dampak langsung terhadap lingkungan permukiman warga di Kelurahan Gilimanuk. Bahkan Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengatakan, sebuah gapura batas lingkungan antara Lingkungan Arum dan Lingkungan Asih sampai roboh setelah tersenggol sebuah truk cold diesel boks. Kejadiannya pada Kamis sekitar pukul 02.30 Wita.

Peristiwa itu terjadi setelah jalur utama dipenuhi antrean, pengemudi truk diarahkan masuk ke Gang 1. “Karena kemarin penuh semua, jadi sopir truk cold diesel boks ini mengarahkan kendaraannya kembali menuju keluar ke jalan utama. Nah, karena kendaraan cukup panjang, jenis boks ini cukup panjang, jadi tersenggollah gapura yang ada di sebelah Masjid Besar Al-Mubarok sehingga roboh,” jelas Tony.

Kondisi padatanya antrean kendaraan dan kemacetan di jalur menuju pelabuhan juga mengganggu dan menghambat aktifitas warga.

“Memang kami sebagai warga merasakan dampaknya dan sangat terganggu dengan seringnya kemacetan di wilayah Gilimanuk. Untuk melintas saja warga susah karena kondisi jalan macet,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Gilimanuk, Soni Budi Kusuma. 

wartawan
PAM
Category

Perairan Selat Bali Semakin Surut, Antrean Kendaraan Mengular Keluar Pelabuhan Gilimanuk

balitribune.co.id | Negara - Kondisi air laut di perairan Selat Bali hingga Kamis (29/10/2026) masih fluktuaktif. Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk masih terhambat kondisi air laut yang surut. Antrean kendaraan pun mengular keluar pelabuhan. Kondisi kemacetan di Gilimanuk ini dikeluhkan karena mengganggu aktifitas warga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Tunda Pinjam Rp1,6 Triliun untuk Infrastruktur

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menunda rencana pinjaman daerah senilai Rp 1,6 triliun yang semula diproyeksikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pada 2027. Penundaan dilakukan karena sejumlah pekerjaan konstruksi belum siap dieksekusi. Pemkab Badung memilih mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk membiayai pembangunan koridor Gatot Subroto–Canggu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.