Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perang Simbol (2019 Ganti vs 2019 Tetap)

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Simbol secara sederhana dapat dimaknai sebagai pesan ringkas berupa teks, gambar, warna dan gerak dengan penonjolan tertentu sehingga menarik pehatian. Dalam dunia marketing, termasuk marketing politik, simbol begitu dahsyat pengaruhnya untuk membentuk dan menggiring opini.

Pakar psikoanalisa Ernst Cassirer berpendapat, manusia adalah animal symbolicum.  Mengapa?  Karena hampir tidak mungkin manusia hidup tanpa simbol. Simbol kadang memiliki energi yang jauh lebih kuat dari pada pidato dan narasi.  Barangkali karena itu,  para politisi tertarik memanfaatkan simbol-simbol untuk menyampaikan pesan persuasif,  propaganda dan agitasi. Dan simbol, sekali lagi memiliki pengaruh dahsyat.

Mau bukti?  Coba Anda kirim sepasang busana dan sepucuk kembang berwarna merah jambu yang disematkan pita berlogo hati yang biasa digunakan untuk melukiskan cinta, kepada orang yang anda cintai. Hampir pasti yang direbut lebih dahulu adalah kembang merah jambu bersemai pita hati, meski harganya jauh lebih murah berkali-kali lipat dibanding busana tadi. Mengapa? Bunga dan pita mengantarkan pesan simbolis yang langsung bisa dimengerti dan menyentuh pos keinginan dia.

Hal yang sama terjadi pada Kaos bertanda pagar (Tagar) "#2019 Ganti Presiden" yang diprakarsai sejumlah tokoh opisisi untuk mengaduk-aduk emosi kelompok pendukung pemerintah, begitu menggelegar di jagad politik kita saat ini.  Padahal narasi dengan makna yang sama sudah lama menyebar di tengah publik.

Mengapa? Karena pesan simbolis yang diwalili Tagar "2019 Ganti Presiden" jauh lebih dahsyat daya injeksinya. Bahkan, demikian dahsyatnya simbol itu, Presiden Jokowi yang menjadi sasaran langsung, menjadi marah besar dan berusaha melawan dengan pidato yang cukup emosional.

Padahal, sebelum simbol itu ada, sudah banyak narasi bahkan juga kaos yang menegaskan Jokowi 2 Periode. Hanya saja, kemasannya tidak dalam bentuk simbol khusus,  maka pernyataan itu tidak bergaung dan tidak memiliki impac politik yang kuat.

Negara tidak bisa membatasi kampanye simbolis itu karena memang tidak ada hukum yang dilanggar.  Maka,  jalan terbaik yang ditempuh adalah melawannya  dengan simbol juga: simbol "Jokowi 2 Perode". Bahkan,  kemudian kontra simbol tersebut mulai pindah tempat ke kaos-kaos.

Di sinilah perang simbol dimulai.  Apa arti semua ini?  Inilah bukti bahwa simbol amat dahsyat pengaruhnya karena memasuki wilayah psikhis manusia yang dekat dengan pos agresivitas. Bahkan, lebih dari separo kehidupan manusia ada di alam simbol.

Ulasan  rinci dan sistematis tentang simbol dapat dibaca di buku "The Power of Simbols" karya F.W. Dillingstone, yang saat ini sangat diminati para praktisi advertising dan politisi.

Simbol berasal dari kata Yunani “sym-ballein” yang berarti melemparkan bersama suatu (benda, perbuatan) dikaitkan dengan suatu ide. Ada pula yang menyebutkan “symbolos” yang berarti tanda atau ciri yang memberitahukan sesuatu hal kepada seseorang.

Dalam bahasa Inggris simbol berarti lambang. Simbol adalah tanda yang wujudnya dapat diserap secara indrawi dan yang ada kaitanya dalam pengalaman serta penafsiran pribadi mengenai hakikat dasar alam raya serta manusia dan keseluruhnya, maka ia memerlukan gambar untuk merangkum dan menyimpan pengalaman itu.

Simbol merupakan jembatan antara dasar hakikat kenyataan yang tidak terbatas serta pengalaman dan penghayatan manusia yang terbatas.

Kalau suatu objek tidak dapat dimengerti secara langsung dan penafsiran terhadap objek itu bergantung pada proses-proses pikiran yang rumit, maka orang lebih suka berbicara secara alegoris.

Kembali ke soal pokok narasi ini yakni tentang perang simbol dalam dunia politik. Tagar "2019 Ganti Presiden" yang dikumandangkan kelompok oposisi vs. Tagar "Jokowi 2 Periode" yang diproduksi kelompok yang berposisi,  kini sedang menggoncangkan jagad politik kita.

Pengamat politik menyebutkan perang isu untuk menunjukkan kelemahan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) merupakan hal yang lumrah menjelang tahun politik Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit mengatakan hal seperti ini sangat wajar di tengah "genderang perang" merebut opini publik ditengah kontestasi Pilpres setahun lagi.

"Apalagi Pak Prabowo Subianto (Ketum Partai Gerindra) hari ini sudah ditetapkan sebagai calon presiden dalam Rakernas (Partai Gerindra), jadi segala macamtagline politis di media sosial sudah menjadi bagian dari strategi pemenangan Pemilu Presiden 2019," ujar Arbi.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Sudamala Dialogues 2026 Mempertemukan Lima Perempuan Inspiratif dari Berbagai Bidang

balitribune.co.id | Denpasar - Salah seorang seniman perempuan yang merupakan maestro tari Bali, Cokorda Istri Ratih Iryani menyadari sebagai seniman tidak bisa menjadi kaya. "Tapi sejalan dengan waktu penghasilan saya selalu dari seniman.

Baca Selengkapnya icon click

Petani Kopi di Kintamani Memenuhi Syarat Proyek Perdagangan Karbon Kebun Kopi

balitribune.co.id | Bangli - Ibu-ibu petani kopi di Kintamani Kabupaten Bangli bersiap melakukan perdagangan karbon. Mengingat, petani kopi setempat telah mengimplementasikan pertanian dengan menggunakan pupuk organik yang menjadi salah satu syarat untuk perdagangan karbon kebun kopi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

balitribune.co.id | Tabanan - Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Dinkes Badung Perkuat Layanan Kesehatan 24 Jam, Praktik Medis Ilegal Ditertibkan

balitribune.co.id | Mangupura – Tingginya arus wisatawan mancanegara ke Kabupaten Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, khususnya dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Melalui sistem Badung Sehat, layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam bagi masyarakat maupun wisatawan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

balitribune.co.id | Mangupura - Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Baca Selengkapnya icon click

Hilang Dua Hari, Petani Asal Akah Ditemukan Tewas di Manduang

balitribune.co.id | Semarapura - Setelah dinyatakan hilang selama dua hari, seorang petani bernama I Ketut Tambun (62), warga Dusun Sangging, Desa Akah, Kecamatan Klungkung, ditemukan meninggal dunia di sebuah jalan setapak di sebelah timur Kuburan Tinon, Desa Adat Manduang, Sabtu (22/8/2026). Korban ditemukan dalam posisi tengkurap.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.