Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perbankan Era Baru, OJK Dorong Digitalisasi hingga Keuangan Berkelanjutan

OJK
Bali Tribune / OJK - Peluncuran "Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia" (RP3I) 2026–2030

balitribune.co.id | Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan arah baru pengembangan industri perbankan nasional melalui "Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia" (RP3I) 2026–2030. Peta jalan tersebut diluncurkan di Bali, Jumat (2/10), di tengah perubahan lanskap ekonomi global, percepatan teknologi digital, perubahan perilaku masyarakat, serta meningkatnya tuntutan terhadap tata kelola dan keberlanjutan.

Peluncuran dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dan pimpinan industri bank umum. Friderica mengatakan, tantangan ke depan menuntut industri perbankan tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Untuk itu kita harus membangun perbankan yang resilien dengan modal dan likuiditas dan manajemen risiko yang kuat,” kata Friderica.

Menurut dia, perbankan juga dituntut semakin inovatif melalui pemanfaatan teknologi, produktif dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor ekonomi produktif, serta inklusif dengan tetap memperhatikan pelindungan konsumen. Dari sisi kinerja, kondisi perbankan nasional hingga Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan. Kredit perbankan tercatat tumbuh 13,65 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,92 persen.

Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada pada level 24,1 persen dan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bruto sebesar 2,11 persen. Di tengah kondisi tersebut, OJK melihat industri perbankan tetap memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Dian Ediana Rae mengatakan industri perbankan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika ekonomi dan geopolitik global, perubahan teknologi, perubahan model bisnis, isu lingkungan, hingga meningkatnya tuntutan terhadap perlindungan konsumen dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, menurut Dian, industri membutuhkan arah pengembangan yang jelas agar mampu merespons perubahan sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional.

“Dalam konteks inilah RP3I disusun,” ujarnya.

Seperti diketahui, RP3I 2026–2030 menetapkan lima prioritas strategis. Pertama, penguatan kelembagaan dan integritas yang mencakup permodalan, likuiditas, tata kelola, manajemen risiko, serta integritas industri. 

Kedua, modernisasi teknologi dan penguatan ketahanan digital. OJK mendorong transformasi digital dan pemanfaatan teknologi baru dengan tetap memperhatikan aspek tata kelola, keamanan, dan ketahanan digital. 

Ketiga, pendalaman pasar keuangan dan penguatan fungsi intermediasi. Arah ini mencakup perluasan produk dan aktivitas perbankan, peningkatan pembiayaan sektor produktif, penguatan ekosistem rantai pasok, serta pengembangan "Open Banking–Open Finance".

Keempat, penguatan keuangan berkelanjutan dan pengelolaan risiko keberlanjutan. Perbankan diarahkan semakin mampu mengelola risiko lingkungan sekaligus memperbesar pembiayaan yang mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Kelima, perizinan terintegrasi dan pengawasan adaptif. OJK akan mendorong proses perizinan yang lebih efisien serta pengawasan berbasis risiko, termasuk penguatan "market conduct" dan pengawasan risiko keberlanjutan.

Implementasi roadmap tersebut akan ditopang empat fondasi, yakni ekosistem ekonomi pendukung; kesiapan data, teknologi dan infrastruktur digital; penguatan kapasitas sumber daya manusia; serta koordinasi pengawasan lintas sektor dan otoritas. Sejalan dengan RP3I, OJK juga menerbitkan Panduan "Climate Risk Management and Scenario Analysis" (CRMS) 2026.

Panduan tersebut merupakan penyempurnaan dari CRMS sebelumnya untuk memperkuat kemampuan bank dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim. CRMS menjadi kerangka untuk mengukur ketahanan sektor perbankan dengan memasukkan risiko iklim ke dalam tata kelola, strategi bisnis, manajemen risiko, pengukuran dan target, hingga pengungkapan.

Dalam CRMS 2026, OJK memperbarui sejumlah aspek, antara lain metodologi penghitungan emisi karbon, asumsi makroekonomi dan skenario iklim, serta memperluas cakupan risiko fisik. OJK juga menerbitkan Buku 7 "Standardized Solutions" sebagai instrumen untuk membantu bank menerapkan CRMS secara lebih terstruktur dan konsisten.

Melalui RP3I 2026–2030 dan CRMS 2026, OJK menempatkan ketahanan, transformasi digital, fungsi intermediasi, keberlanjutan, dan perlindungan konsumen sebagai bagian yang saling terkait dalam pengembangan industri perbankan. Target akhirnya bukan sekadar memperbesar skala industri, tetapi memastikan perbankan tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara sehat di tengah perubahan ekonomi, teknologi, dan risiko yang semakin kompleks.

wartawan
ARW
Category

Enam Hari Pencarian Adimas Nihil, Operasi SAR Masuki Batas Akhir

balitribune.co.id | Singaraja - Enam hari sudah Tim SAR Gabungan memburu jejak Gede Adimas Raditya Wibawa (11), bocah yang terseret arus di Pantai Gerokgak, Buleleng. Namun hingga Selasa (29/9/2026), pencarian belum menemukan titik terang. Keberadaan korban masih misterius.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pekerja Bongkar Persoalan di Balik Mekanisme Pengupahan Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Perdebatan mengenai Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali 2027 tidak berhenti pada soal besaran kenaikan upah. Di balik proses penetapan upah, serikat pekerja menyoroti persoalan keterwakilan buruh dalam Dewan Pengupahan hingga minimnya dukungan anggaran untuk sektor ketenagakerjaan.

Persoalan tersebut terungkap dalam audiensi Aliansi Semeton Pekerja Bali Bersatu dengan Komisi IV DPRD Bali, Senin (28/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pasar Kreneng Akan Dibangun Ulang, Pemkot Denpasar Bidik Anggaran Rp140 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar menyiapkan revitalisasi total Pasar Kreneng di Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara. Pasar yang telah berusia lebih dari 30 tahun itu direncanakan dibongkar dan dibangun kembali dengan konsep baru yang menggabungkan area perdagangan, basement mezzanine, serta penataan lingkungan di sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click

TPAKD Badung Ingatkan Warga Kuta Waspadai Ancaman Pinjol Ilegal

balitribune.co.id | Mangupura - Pinjaman online (pinjol) ilegal tidak hanya berisiko menjerat masyarakat dalam persoalan utang, tetapi juga dapat mengancam keamanan data pribadi. Ancaman, intimidasi hingga penyalahgunaan data menjadi sejumlah risiko yang perlu diwaspadai masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Maling Water Meter Ditangkap Warga di Dalung 

balitribune.co.id | Mangupura - Kasus pencurian water meter milik pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung terungkap setelah seorang pria berinisial AR diamankan warga di wilayah Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Pelaku tertangkap saat sedang beraksi mengambil water meter yang terpasang di pinggir jalan. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Sembilan Pasar Direvitalisasi Mulai 2027

balitribune.co.id | Mangupura - Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Badung menyiapkan revitalisasi terhadap sembilan pasar yang dikelolanya, termasuk pasar hewan. 

Revitalisasi akan dilakukan bertahap mulai 2027 hingga 2030, dengan masterplan menjadi acuan untuk menentukan prioritas, konsep penataan, hingga kebutuhan anggaran masing-masing pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.