balitribune.co.id | Jakarta - Diplomasi kebudayaan menjadi salah satu jembatan strategis dalam mempererat persahabatan antara Indonesia dan India. Melalui pertukaran budaya, pendidikan, dan kreativitas, kedua negara berpeluang besar untuk membangun hubungan yang semakin erat sekaligus memperkuat pemahaman lintas bangsa.
Semangat tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Pendiri Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba (Padmashri Agus Indra Udayana), dengan tokoh seni dan kebudayaan India yang juga Direktur School of Design KIIT University, Odisha, Padma Shri Advaita Gadanayak.
Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan Youth Exchange TiTiBanda Indonesia–India Program. Program ini menggunakan pendekatan kolaborasi antara pemuda, Shantisena, dan School of Design KIIT Odisha sebagai ruang perjumpaan generasi muda kedua negara.
Inisiatif ini merupakan bagian dari TiTiBanda Indonesia–India Sanggam Initiative yang mengedepankan tiga pilar utama: Merawat dan melestarikan warisan budaya sebagai identitas, akar sejarah, dan kekuatan peradaban. Memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dan India kepada masyarakat internasional. Menghubungkan masyarakat kedua negara, khususnya generasi muda, melalui dialog, kreativitas, dan kolaborasi.
Salah satu agenda utama yang tengah dipersiapkan adalah pengiriman 10 generasi muda Indonesia ke Bhubaneswar, Odisha, India, untuk mengikuti program pertukaran pemuda mulai Desember 2026.
Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan perjumpaan budaya. Para peserta akan mendapatkan kesempatan untuk berbagi karya, bertukar gagasan, mengenal tradisi, serta membangun jejaring persahabatan dengan generasi muda India. Kegiatan ini direncanakan berlangsung di lingkungan pendidikan KIIT yang didirikan oleh Karma Yogi Achyuta Samanta.
Melalui program ini, pertukaran budaya diharapkan berkembang menjadi proses pembelajaran bersama yang menghasilkan karya dan kerja sama berkelanjutan.
Inisiatif ini berangkat dari keyakinan bahwa hubungan persahabatan antarbangsa tidak cukup dibangun melalui diplomasi formal antarpemimpin negara. Hubungan yang kuat juga harus tumbuh melalui interaksi langsung antarmasyarakat (People-to-People Network).
"Generasi muda memiliki peran penting sebagai jembatan masa depan hubungan Indonesia dan India," demikian semangat yang diusung dalam inisiatif ini. Ketika generasi muda kedua negara saling mengenal dan memahami nilai budaya masing-masing, mereka sedang membangun fondasi persahabatan yang melampaui batas geografis.
TiTiBanda Indonesia–India Sanggam Initiative sendiri merupakan inisiatif diplomasi kebudayaan yang digagas oleh Ida Rsi Putra Manuaba sejak tahun 2001. Melalui konsistensi ini, nilai-nilai kebudayaan dipandang bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan bersama.