Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Permukiman Terendam, Nelayan Hanyut

banjir rob
RENDAM JALAN - Gelombang air laut yang mengganas merendam jalan pedesaan dipesisir. Insert: I Ketut Narna, nelayan Perancak yang selamat setelah 4 jam terombang ambing di tengah laut.

Negara, Bali Tribune

Gelombang pasang air laut mengancam wilayah pesisir selatan Bumi Makepung Jembrana. Bahkan ombak tinggi yang melebihi tiga meter ini sejak beberapa hari belakangan ini naik ke daratan hingga ke permukiman warga.

Pantauan, Rabu (8/6), di kawasan pesisir Desa Delod Berawah, Mendoyo sejak pagi gelombang air laut menghempas pepohonan di pinggir pantai hingga masuk ke permukiman warga, beberapa bangunan pelinggih dan tembok penyengker menjadi rusak. Bahkan air laut merendam badan jalan desa dipesisir setinggi betis orang dewasa hingga menyulitkan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Sejumlah tempat hiburan (cafe) yang ada di pesisir Delod Berawah terendam air laut. Menurut I Komang Oko Juni Antara (25), warga pesisir Delod Berawah, kondisi air laut yang mengalami pasang ini sudah naik sejak tiga hari lalu bahkan hingga merendam jalan desa dan pemukiman. Sedangkan ganasnya gelombang pasang yang menyebabkan abrasi yang cukup parah hingga mengakibatkan akses jalan menuju Kampung Nelayan, Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Negara. Pantauan di lokasi Rabu siang tampak sepanjang 2'5 meter jalan dengan aspal lapisan penetrasi (lapen) yang lebarnya sekitar 2,5 meter tergerus air laut dan amblas hingga masih tersisa beberapa centi meter saja.

Juni Antara menyebutkan, gelombang pasang air laut dengan ombak besar dan tinggi semakin mengganas sejak dua hari belakangan bahkan hanya beberapa saat air laut yang naik ke daratan menggerus badan jalan yang dulunya jaraknya sangat jauh dari bibir pantai namun kini sudah tergenang air laut.

Warga pesisir Pengambengan menyebutkan ombak besar biasanya mulai terjadi dari sekitar pukul 10.30 Wita hingga pukul 13.00 Wita dan ombak semakin mengganas saat malam hari terlebih saat bulan purnama.

Warga Pengambengan yang memilih bertahan di permukiman yang sudah dihuni sejak puluhan tahun dan kini terancam abrasi dan ganasnya gelombang air laut ini pun harus selalu waspada. Beberapa rumah warga nelayan pesisir Pengambengan yang berbatasan dengan laut yang masih tersisa kini temboknya retak-retak karena terus dihantam ombak.

Tidak hanya mengancam wilayah pesisir, ganasnya gelombang air laut juga mengancam para nelayana yang melaut mencari ikan. Beberapa nelayan telah menjadi korban gelombang air laut yang tinggi dan deras ini. Terkahir pada Rabu (8/6) seorang nelayan, I Ketut Narna (51) asal Banjar Lemodang, Desa Perancak, Jembrana setengah jam dari daratan sekitar pukul 05.00 Wita mengalami musibah jukung (prahu kecil) yang dibawanya saat melaut seorang diri terbalik diterjang ombak yang mengganas mencapai tinggi 2 meter sekitar 2 mil ditengah laut dengan kedalaman sekitar 300 meter. Setelah 4 jam terombang-ambing ditengah lautan, sekitar pukul 09.00 Wita, kakek ini akhirnya bisa diselamatkan oleh nelayan lain yang saat itu sedang melaut.

Bahkan menurut beberapa nelayan setempat sejak dua hari belakangan ini atau dari Tilem, Minggu (5/6) lalu, gelombang air laut cukup ekstrem tiba-tiba di tengah bisa mendadak mengganas begitu saja sehingga para nelayan yang melaut mencari ikan harus ekstra waspada.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Optimis Target Pajak Tercapai, Bupati Badung Sampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi DPRD

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click

Program JKN Jamin 29,7 Juta Kasus Penyakit Jantung dengan Pembiayaan Rp17,35 Triliun

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care. Pendekatan tersebut menempatkan health outcomes dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar dalam menciptakan nilai bagi peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.