Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Petanque Mangupura Cup Pertandingan 3 Kategori

Peringatan Hari Ulang Tahun KONI, yang dilaksanakan KONI Bali d GOR Lila Bhuana Denpasar, Senin (15/10).

BALI TRIBUNE - Pengkab Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Badung siap menggelar ajang Mangupura Cup III pada 23-25 November mendatang. Di event khusus lokal Badung itu, dipertandingkan tiga kategori. Ketua Harian Pengkab FOPI Badung, I Nengah Ardina saat ditemui di sela-sela HUT KONI di GOR Lila Bhuana, Senin (15/10), menjelaskan tiga kategori itu yakni, single putra-putri, double putra-putri dan triple putra-putri. "Sebenarnya ada satu kategori lagi di petanque yakni nomor shooting. Tapi itu tak kami pertandingan karena sudah memiliki event sendiri," tegas Ardina. Terkait peserta, pihaknya menargetkan sebanyak-banyaknya dari tingkat pelajar SD hingga SMA/SMK. Bahkan, pihaknya juga berharap klub klub petanque yang ada di Badung turut mengutus pemain terbaiknya. "Kalau bisa memang sebanyak-banyaknya karena event itu nantinya menjadi indikator kami dalam memantau atlet untuk menghuni tim bayangan menuju Porprov Bali 2019," tegasnya. Memang diakui juga, saat ini ada beberapa atlet yang sudah layak masuk ke tim bayangan, tapi konsistensinya juga perlu dilihat. Jadi, Mangupura Cup nanti bisa dipakai pemain itu untuk menunjukkan kualitas serta memberikan sinyal bahwa atlet bersangkutan memang layak menjadi tim Porprov Badung nantinya. Pada intinya, FOPI Badung ingin menargetkan bisa merebut juara umum dari tangan Kabupaten Tabanan saat Porprov Bali 2017 silam. Meski Tabanan diakuinya tak tinggal diam untuk mempertahankannya. Sebagai rival, Badung tentu sudah menyiapkan program dengan mematangkan pelatih serta atlet untuk misi juara umum itu. "Rival bukan hanya Tabanan kok, ada Buleleng, Denpasar, Gianyar dan lainnya juga. Musuh bukan satu atau dua tim saja, melainkan semua harus diwaspadai," ujarnya. Hanya saja, pihaknya masih terkendala soal tempat latihan. Jika Tabanan diakuinya sudah memiliki tempat latihan khusus untuk FOPI mereka, berbeda dengan Badung yang justru masih meminjam lapangan yang berlokasi di SMK Mengwitani. "Kami sudah ajukan permohonan pembangunan lapangan khusus petanque itu. Memang sudah mendapat atensi dari Pemkab serta KONI Badung, hanya saja kendalanya hanya pemilihan lokasi yang tepat saja, dimana akan dibangun," tandas Ardina.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.