Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

PHRI Denpasar Desak Operator Segera Pakai SJUT di Sanur

Kabel kusut
Bali Tribune / KABEL KUSUT - Kawasan pariwisata Sanur masih penuh kabel provider kusut.

balitribune.co.id I Denpasar - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar mendorong operator telekomunikasi segera memanfaatkan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Sanur. Lantaran hingga kini operator belum memanfaatkan fasilitas yang diperuntukkan untuk mengatasi kesemrawutan kabel udara yang merusak keindahan kota di kawasan pariwisata.

Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan, program penurunan kabel ini merupakan langkah positif untuk mendukung penataan kawasan wisata. Selain meningkatkan aspek estetika, teknologi yang mendukung pelaksanaan program tersebut juga dinilai sudah tersedia sehingga implementasinya perlu dipercepat.

Dirinya mencontohkan penataan utilitas di Vietnam yang kini dinilai jauh lebih rapi dibandingkan beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa penataan jaringan utilitas dapat dilakukan apabila ada percepatan implementasi.

 "Teknologinya sudah ada, tinggal sekarang percepatannya dari sisi komersial saja," Sentil IB Sidharta, Senin (3/8/2026).

Jika persoalanya ada pada biaya lebih yang harus dikeluarkan operator, Gusde panggilan akrabnya, menilai hal tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Ia juga berharap biaya pembangunan tidak dibebankan kepada pelanggan melalui kenaikan tarif layanan.  

Menurutnya, operator perlu melihat manfaat jangka panjang dari penataan kawasan. Destinasi yang lebih tertata diyakini akan meningkatkan daya tarik wisata sehingga pada akhirnya juga memberikan manfaat bagi seluruh pihak, termasuk operator telekomunikasi. 

"Lihat dari segi pelanggan, sekali sudah berlangganan bisa 20 tahun tetap berlangganan. Itu justru memberi kelebihan kepada komunitas. Kalau saya tanya sekarang keuntungannya kemarin yang telah didapat kemana?" Sindirnya.

Selama ini operator diberi kebebasan pasang tiang hingga menggelar kabel. Kondisi ini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sanur. Dengan adanya penataan kabel ke bawah tanah nantinya, masyarakat Sanur tentu mendapatkan manfaat keindahan terlebih untuk keberlanjutan pariwisata.

Operator dalam hal ini kata dia, harus berani berinvestasi lebih. Menurutnya ini sama halnya dengan menciptakan lingkungan bersih, dimana palaku pariwisata dituntut ikut serta dalam pengelolaan sampah. 

"Jadi kalau semua diukur dalam jangka pendek, peningkatan biaya pasti ada. Namun untuk menciptakan sustainable (keberlanjutan) itu kita harus berinvestasi misalnya harus beli alat pengelolaan sampah yang baru. Ini kita bukan beli setiap hari. Tapi jangka panjang," ujar Gusde.

Ia menambahkan perusahaan telekomunikasi selama ini telah memperoleh manfaat bisnis dari kawasan Sanur sehingga sudah semestinya turut berinvestasi dalam mendukung penataan destinasi. 

"Selalu ada biaya investasi, tetapi itu untuk jangka panjang. Yang penting destinasinya menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman dipandang," Ungkapnya.

Pelaku pariwisata di Sanur kata dia, sangat mendukung penataan kabel udara karena akan menciptakan kawasan yang lebih bersih dan indah. Selain menjadi destinasi wisata, Sanur juga merupakan jalur berbagai kegiatan adat, termasuk prosesi ngaben yang melintasi kawasan menuju tempat pembakaran di sekitar Pantai Karang ataupun Mertasari.

Ia juga berharap keberhasilan penataan kabel di Sanur nantinya dapat diperluas ke kawasan lain. Seperti pada Jalan Danau Poso hingga Jalan Cemara. Menurutnya, apabila manfaatnya sudah dirasakan, penerapan SJUT layak didorong ke wilayah lain sehingga penataan utilitas semakin merata. 

wartawan
JRO
Category

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

balitribune.co.id | Denpasar - Keyakinan konsumen di Bali tetap berada pada level optimistis pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali berada di level 123,1, masih jauh di atas ambang optimistis 100 dan lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat 118,5.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Panjang Ancam Habitat Satwa Liar di TNBB

balitribune.co.id | Singaraja - Musim kemarau berkepanjangan mulai menjadi perhatian di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Kondisi kering tidak hanya berpotensi menurunkan ketersediaan sumber air bagi satwa liar, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.