Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Porsenides Kekeran Resmi Dibuka

Pembukaan Porsenides ditandai pelepasan balon, Minggu (17/6) di Lapangan Pratu Rai Mandra, Desa Kekeran,Mengwi.

BALI TRIBUNE - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta  membuka seecara resmi Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, ditandai pelepasan balon, Minggu (17/6) di Lapangan Pratu Rai Mandra, Desa Kekeran. Ketua Panitia pelaksana I Made Cahyana Adi melaporkan, Porsenides Kekeran mengambil tema "Melalui Porsenides Desa Kekeran tahun 2018 mari kita bersama sama melestarikan seni budaya dan tingkatkan sportivitas di dalam berolahraga menuju Kekeran hebat".  Tujuan porsenides meningkatkan kreativitas di kalangan sekaa teruna baik di bidang seni, budaya dan olahraga. Serta meningkatkan rasa persaudaraan seluruh stakeholder di semua lapisan masyarakat Desa Kekeran.  Kegiatan ini berlangsung selama 2 bulan dari tanggal 17 Juni hingga 17 Agustus 2018. Kegiatan yang dilombakan yaitu di bidang seni, lomba sloka, kidung tingkat SD, lomba palawakia tingkat SMP, lomba kekawin dan macepat tingkat Sekaa Teruna, parade baleganjur seluruh seka teruna yang ada di Desa Kekeran serta tari rejang renteng PKK. Sedangkan dibidang olahraga, lomba futsal tingkat Sekaa Teruna, tenis meja tingkat SMP, bulutangkis SMA atau Sekaa Teruna dan lomba megala-gala PKK. Perbekel Kekeran I Nyoman Suarda mengatakan, porsenides ini merupakan program Desa Kekeran dalam upaya pemberdayaan dan pembinaan masyarakat. Pembukan porsenides diawali dengan pementasan rejang renteng dengan penari sebanyak 105 orang dari PKK Desa Kekeran dan pementasan Baleganjur dari Sekaa Teruna Banjar dengan jumlah 7 (tujuh) Banjar Dinas. Sementara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyambut baik Porsenides Kekeran. Ini menandakan Desa Kekeran telah menunjukkan kekompakan untuk menanamkan satu visi satu tujuan. Bupati juga sangat bangga terhadap sekaa teruna yang terus meningkatkan kreativitasnya dibidang seni budaya salah satunya pementasan seni baleganjur ini. Menurutnya Pemkab Badung telah berkomitmen hadir ditengah-tengah masyarakat dan meringankan beban dari masyarakat. Diharapkan pula di Desa agar diwujudkan TK Hindu berbahasa ibu, karena bahasa bali itu merupakan bahasa wajib. "Basa Bali itu wajib, bahasa Indonesia itu dilaksanakan dan bahasa Inggris dipelajari," tambah Bupati.

wartawan
I Made Darna
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.