Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Program Bedah Rumah Masih Dibutuhkan Masyarakat

Bali Tribune/ Nyoman Tirtawan

Bali Tribune, Denpasar - Program bedah rumah, cukup populer di Bali selama 10 tahun kepemimpinan Gubernur Made Mangku Pastika. Ketika itu, ribuan rumah warga yang kurang mampu di Pulau Dewata, berhasil dibedah.  Gubernur Wayan Koster yang saat ini memimpin Bali, sebelumnya pernah berjanji untuk melanjutkan program - program gubernur sebelumnya, namun dengan sejumlah perbaikan. Hanya saja, sejauh ini belum terlihat tindak lanjut janji pengganti Gubernur Pastika ini.  Terhadap hal ini, masyarakat yang sangat berharap akan adanya program bedah rumah, menaruh harapan agar program tersebut tetap dilanjutkan. Hal tersebut sebagaimana terungkap dalam reses anggota DPRD Provinsi Bali Nyoman Tirtawan, di sejumlah daerah di Kabupaten Buleleng, Bali, pada masa reses beberapa waktu lalu.  "Program bedah rumah banyak sekali disuarakan. Masyarakat mengaku sangat membutuhkan program ini," kata Tirtawan, di Denpasar, Minggu (10/3).  Tirtawan sendiri mengaku, program bedah rumah sangat baik, terutama untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Ia juga berharap, program ini mendapat perhatian khusus dari Gubernur Koster.  Selain program bedah rumah, soal Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Bali Sehat (KBS) juga banyak disuarakan warga. "Banyak yang mengeluh belum mendapatkan KIS atau KBS. Mereka sangat berharap, hal ini mendapat perhatian pemerintah," ujar politikus Partai NasDem asal Bebetin, Buleleng ini.  Hal lain yang menjadi aspirasi masyarakat adalah terkait pemotongan anggaran hibah dan bantuan sosial (Bansos) pada tahun anggaran 2019. Masyarakat yang sudah mengajukan proposal, terancam tidak melaksanakan program sebagaimana diajukan sebelumnya.  "Mereka sudah ajukan proposal, bahkan sudah diversifikasi. Tetapi dalam perjalanan, hibah yang difasilitasi oleh dewan malah dipotong untuk pembangunan shortcut. Jadi program mereka, sebagaimana diajukan dalam proposal, terancam tidak bisa dilaksanakan," beber Tirtawan, yang kembali maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Buleleng dari Partai NasDem pada Pileg 2019 ini.  Tirtawan pun berharap, Gubernur Koster mempertimbangkan kembali pemotongan alokasi anggaran hibah dan bansos ini. Pasalnya, masyarakat sangat mengharapkan pencairan dana tersebut. Adapun pembangunan shortcut, menurut dia, merupakan urusan pemerintah pusat, sehingga anggaran seharusnya dialokasikan dari APBN.  "Aspirasi lainnya dari warga adalah terkait penanganan sampah. Aturan sudah ada, baik berupa Perda maupun Pergub/ Perbup, tetapi pelaksanaan di lapangan belum sesuai harapan. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," pungkas Tirtawan, yang juga anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali. 

wartawan
San Edison
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.