balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mulai merealisasikan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sejumlah sekolah dasar (SD) pada 2026. Dari total 15 sekolah yang masuk dalam rencana pembangunan, pengerjaan fisik di empat sekolah telah dimulai.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan.
Suriawan mengatakan, empat sekolah yang mulai pembangunannya yakni SDN 4 Panjer, SDN 14 Pedungan, SDN 18 Sesetan, dan SDN 23 Pemecutan. "Saat ini baru empat sekolah yang telah dimulai pembangunannya. Untuk yang lainnya masih rencana PCM (Pre-Construction Meeting) hari Jumat," kata Suriawan.
Dari empat proyek yang telah berjalan, pembangunan di SDN 4 Panjer dan SDN 14 Pedungan masing-masing berupa gedung tiga lantai dengan 15 ruang kelas baru serta tangga. Kedua proyek tersebut memiliki nilai anggaran masing-masing sebesar Rp8,888 miliar.
Anggaran tersebut mencakup sejumlah komponen pendukung, seperti kajian lalu lintas, kajian lingkungan atau UKL-UPL, pengawasan pembangunan, serta studi kelayakan bangunan.
Sementara itu, pembangunan di SDN 18 Sesetan dialokasikan anggaran sebesar Rp5,525 miliar untuk gedung dua lantai dengan 10 ruang kelas. Adapun SDN 23 Pemecutan mendapatkan anggaran Rp5,375 miliar untuk pembangunan gedung tiga lantai dengan sembilan ruang kelas.
Suriawan menjelaskan, pembangunan RKB dilakukan dengan konsep gedung bertingkat atau vertikal. Konsep tersebut diterapkan karena sejumlah sekolah memiliki keterbatasan lahan sehingga penambahan ruang kelas tidak memungkinkan dilakukan secara horizontal. Melalui pembangunan gedung bertingkat, kapasitas ruang belajar dapat ditingkatkan tanpa harus memperluas area sekolah.
Selain empat sekolah tersebut, terdapat sejumlah sekolah lain yang masuk dalam program pembangunan RKB 2026. Di antaranya SDN 19 Pemecutan dengan anggaran Rp10,484 miliar untuk gedung tiga lantai berkapasitas 18 ruang kelas dan SDN 9 Sesetan dengan anggaran Rp6,974 miliar untuk gedung tiga lantai dengan 12 ruang kelas.
Selanjutnya, SDN 3 Sesetan mendapatkan alokasi Rp5,435 miliar untuk sembilan ruang kelas dalam gedung tiga lantai. SDN 13 Kesiman, SDN 1 Pemecutan, SDN 2 Serangan, dan SDN 6 Ubung masing-masing dialokasikan Rp5,375 miliar untuk pembangunan gedung tiga lantai dengan sembilan ruang kelas.
Pembangunan juga direncanakan di SDN 16 Kesiman dan SDN 4 Dauh Puri. Kedua sekolah tersebut masing-masing mendapatkan anggaran Rp3,839 miliar untuk pembangunan gedung tiga lantai dengan enam ruang kelas.
Sementara itu, SDN 14 Pemecutan direncanakan mendapatkan anggaran Rp10,484 miliar untuk pembangunan gedung tiga lantai dengan 18 ruang kelas dan tangga.
Secara keseluruhan, program pembangunan sarana pendidikan tersebut diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp98,6 miliar.
Suriawan berharap penambahan ruang kelas melalui pembangunan tersebut dapat meningkatkan daya tampung sekolah dasar negeri di Denpasar. Selain mengatasi keterbatasan ruang belajar, fasilitas yang lebih memadai juga diharapkan mampu menunjang kenyamanan siswa dan guru serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.