Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ratusan Ribu UMKM Bali Naik Kelas

Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana
Bali Tribune / Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana.

balitribune.co.id I Denpasar - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Bali yang bergerak di bidang lembaga penjaminan kredit atau PT Jamkrida Bali Mandara (Jamkrida Bali) telah mencatatkan penjaminan kredit kepada 549 ribu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali. 

"UMKM yang sedang kita jamin 500 ribuan. Yang pasti terjadi UMKM naik kelas ada sekitar 200 ribuan. Artinya yang tadinya misalnya Rp100 juta kredit berikutnya Rp200 juta. Sebagian besar sektor UMKM di bidang pertanian dan kreatif," kata Direktur Utama Jamkrida Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana di Denpasar, Senin (10/8/2026).

Kata dia, profil UMKM Bali masih jauh lebih baik dari daerah lainnya, termasuk juga dengan manajemen risikonya. Saat ini Jamkrida Bali memiliki produk baru untuk melindungi produk lokal baik itu pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya yang disebut penjaminan invoice. 

"Jadi, kelompok-kelompok itu bisa mensuplai kebutuhan hotel, restoran tanpa harus khawatir dengan tunda bayar. Sehingga invoice-nya bisa ke perbankan dan kita akan jamin, jadi tanpa jaminan lah. Invoice-nya menjadi jaminan. Kita (Jamkrida) yang menjamin invoice tersebut," bebernya. 

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, Jamkrida Bali membantu UMKM bisa melanjutkan usahanya di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi. 

"UMKM ini akses ke perbankan agak sulit, maka kehadiran PT Jamkrida Bali mengatasi kesulitan membantu UMKM mengakses produk-produk keuangan bank maupun nonbank," jelasnya. 

Kata dia kenapa harus memperhatikan UMKM?. Karena UMKM memiliki ketangguhan dibandingkan sektor lainnya yang rentan mengalami fluktuasi. 

"Terbukti saat Covid-19, sebagian besar sektor usaha yang kuat, pada Covid-19 mengalami penurunan signifikan, sedangkan yang tetap survive adalah UMKM. Berdasarkan fakta itu, kami memberikan apresiasi kepada UMKM," kata Dewa Indra.

Ia menambahkan, tugas Pemerintah Provinsi Bali harus hadir menutupi kelemahan-kelemahan UMKM. 

"Kita dengan mendirikan perusahaan penjaminan agar UMKM bisa mengakses produk-produk keuangan. UMKM ini harus menjadi porsi terbanyak di dalam proses penjaminan, dan terus memberikan dukungan pada UMKM kita," ujarnya.

wartawan
YUE
Category

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terdeteksi Terlibat Judol dan Pinjol, Puluhan Warga Buleleng Kehilangan Hak Penerima Bansos

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah warga Buleleng terpaksa kehilangan hak penerimaan bantuan sosial (Bansos) setelah mereka ditemukan terlibat dalam permainan judi online (judol). Tidak hanya itu, beberapa diantaranya juga terpaksa dicoret dari daftar penerima bansos akibat terdeksi penerima pinjaman online (pinjol). Hal itu diungkap Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.