Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Riati Ajak Sehat Bersama Prolanis

Bali Tribune / Ridana Riati Ningsih
balitribune.co.id | Denpasar – Usia yang semakin bertambah bukan alasan untuk tidak melakukan apapun. Bagi Ridana Riati Ningsih, seiring dengen bertambahnya usia harus diikuti pula oleh aktivitas yang bermanfaat apalagi  jika hal itu bisa menjaga kesehatannya.
 
Salah satu aktivitas Riati kini adalah sebagai sekretaris klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas III Denpasar. Kegiatan Prolanis Puskesmas III Denpasar digelar setiap sabtu pagi. Melalui perannya ini, Ia berharap orang-orang akan semakin peduli dengan kesehatan terutama bagi yang sudah berusia lanjut karena rentan terkena berbagai penyakit kronis.
 
Riati mengajak sesama para lansia untuk selalu peduli dengan kesehatan dan turut mengikuti program Prolanis yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Riati mengatakan kegiatan Prolanis ini sangat bagus sekali, dapat diikuti oleh siapa saja dan tidak mengeluarkan biaya untuk mengikuti kegiatan ini. Suami Riati adalah pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan mereka terdftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kelas 1.
 
“Saya harap seluruh rakyat Indonesia telah terdaftar menjadi Peserta JKN, mungkin bagi Sebagian orang akan merasa rugi membayar iuran tapi tidak pernah menggunakan JKN, namun percayalah jika manfaat yang didapatkan dengan adanya program JKN ini jauh lebih besar,” ujar Riati.
 
Bagi Riati jika sebagai peserta JKN tidak pernah menggunakan JKN justru ini adalah hal yang baik karena kita memiliki badan yang sehat dan dapat membantu Peserta JKN lainnya yang sakit dan membutuhkan. Riati mengaku bersyukur memiliki JKN walaupun ia belum pernah menggunakannya untuk berobat. Wanita 69 tahun mengatakan jika sang suami sempat merasakan langsung manfaat dari program JKN.
 
“Suami saya yang mengidap penyakit jantung, sempat menjalani operasi pemasangan ring jantung, menjalani rawat inap hingga pemulihan dan merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN,” jelas Riati.
 
Diakhir wawancara, Riati tidak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah menghadirkan program JKN.
 
“Terimakasih Program JKN, semoga akan selalu berkesinambungan menjamin kesehatan seluruh warga negara Indonesia dan semoga semakin jaya,” pungkas Riati. 
wartawan
RG/EK
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.