Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sekeluarga Jadi Korban KMP Yunicee

Bali Tribune/ KORBAN – Satu keluarga terdiri dari 5 orang menjadi korban kecelakaan laut KMP Yunicee di Selat Bali.


balitribune.co.id | Amlapura  - Tragedi tenggelamnya kapal ferry KMP Yunicee, di perairan Selat Bali, Selasa (29/6/2021) malam, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Di Kabupaten Karangasem, satu keluarga berjumlah lima orang menjadi korban tragedi di perairan Selat Bali tersebut. 
 
Mereka adalah keluarga Gatot Pujianto bersama istrinya Diah Ari Meiyana (37) dan tiga orang anaknya masing-masing Bunga Cita Ramadani (15), Rafa Saputra Pujianto (5) dan anak bungsunya yang masih balita Aisyah Putri (4). Warga asal Lingkungan Dangin Sema 1, Kecamatan/Kelurahan Karangasem, yang selama ini tinggal di BTN Graha Indah Gargita, Galiran, Kelurahan Subagan, Karangasem ini menumpang KMP Yunicee sepulang dari bersilaturahmi ke rumah keluarganya di Banyuwangi, Jawa Timur.
 
Gatot Pujianto bersama dua orang anaknya yakni Rafa Saputra Pujianto dan Aisyah Putri, hingga saat ini masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan, di perairan Selat Bali dekat lokasi kejadian musibah tenggelamnya kapal KMP Yunicee tersebut. Sementara istrinya Diah Ari Meiyana dan anak sulungnya Bunga Cita Ramadani sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dunia beberapa saat setelah kejadian pada Selasa malam.
 
Hanya saja penemuan jenazah istrinya berbeda waktu dengan penemuan jenazah anak sulungnya. Karena jenazah istrinya diketemukan lebih dulu dan setelah identifikasi oleh petugas jenazah istrinya langsung dibawa pulang ke Karangasem oleh pihak keluarga. Sementara anaknya Bunga Cita Ramadani yang diketemukan setelahnya langsung diambil oleh pihak keluarganya pada Rabu (30/6/2021) pagi. Meninggalnya Diah Ari Meiyana dan Bunga Cita Ramadani meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya.
 
Isak tangis keluarga pecah manakala jenazah Diah Ari Meiyana tiba di rumah duka. “Rencana awal setelah kami rembukkan dengan keluarga besar di sini, jenazah Diah Ari Meiyana akan dimakamkan selepas shalat dzuhur. Nah, karena kami menerima informasi jika jenazah anaknya yakni Bunga Cita Ramadani juga sudah diketemukan, maka pemakaman diundur jadi selepas shalat Ashar agar jenazah keduanya bisa dimakamkan bersamaan,” ungkap Ardiansyah, salah satu keluarga korban kepada awak media di rumah duka.
 
Ratusan pelayat datang untuk bertakziah ke rumah duka, dan sekitar pukul 13.20 Wita jenazah Bunga Cita Ramadani tiba di rumah duka menggunakan ambulance milik RSU Jembrana. Jenazah anak sulung Gatot Pujianto tersebut langsung dibawa ke masjid Ibnu Sina, Dangin Sema untuk di khifayahkan yakni dimandikan dan dikafankan sebelum kemudian disemayamkan bersama jenazah ibundanya di masjid menunggu dishalatkan selepas shalat Ashar.
 
“Jenazah almarhum Diah Ari Meiyana dimakamkan dalam satu liang lahat bersama anaknya Bunga Cita Ramadani,” sebut Ardiansyah. 
Diceritakannya, Gatot Pujianto bersama istri dan anaknya sebelumnya berpamitan untuk pulang bersilaturahmi ke rumah keluarganya di Banyuwangi, Jawa Timur, sembari menghadiri Kopi Darat (Kopdar) Karimun Club.
 
Pada Selasa malam, Gatot bersama istri dan anaknya kembali dari Banyuwangi untuk pulang ke Karangasem, Bali. Seperti penumpang kapal lainnya, Gatot Pujianto usai membeli tiket langsung diarahkan menuju dermaga tempat sandar bongkar muat kapal KMP Yunicee oleh crew darat kapal naas tersebut untuk masuk ke dalam kapal. Beberapa saat setelah berlayar dan akan sandar di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, kapal naas tersebut tenggelam.
 
Keluarga korban belakangan baru mendapatkan kabar jika Gatot Pujianto bersama istri dan anaknya ikut menjadi penumpang dalam kapal yang tenggelam di Selat Bali tersebut. Sementara pemakaman berjalan lancar, dan sampai saat ini pihak keluarga masih menunggu kabar dari Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terkait nasib Gatot Pujianto dan dua anaknya yang masih belum diketemukan. 
 
“Kami berharap keluarga kami Gatot dan dua anaknya yang masih dinyatakan hilang, bisa segera diketemukan,” harapnya. 
wartawan
AGS
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Melakukan Penyesatan Proses Peradilan, 12 Advokat PH Made Daging Dipolisikan

balitribune.co.id | Denpasar - Sebanyak 12 advokat tim Penasehat Hukum (PH) eks Kepala Kanwil Pertanahan Provinsi Bali, I Made Daging dilaporkan ke Mapolda Bali atas dugaan Tindak Pidana Penyesatan Proses Peradilan dan/atau Tindak Pidana Sumpah Palsu dan/atau Tindak Pidana Pemalsuan Surat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 dan/atau Pasal 291 dan/atau Pasal 391 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

3.197 Penumpang Gagal Terbang ke Timur Tengah, Imigrasi Layani Izin Tinggal Keadaan Terpaksa

balitribune.co.id I Kuta - Sebanyak 15 penerbangan rute internasional (8 keberangkatan dan 7 kedatangan) mengalami pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, hingga Senin, 2 Maret 2026. Pembatalan ini dampak dari  penutupan ruang udara di sejumlah negara di Timur Tengah.

Baca Selengkapnya icon click

Tingkat Utamaning Utama, Palebon Ida Bhagawan Blebar Gunakan Sarana Naga Banda

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 78 Tahun pelebon langka kembali dipersembahkan di Puri Agung Gianyar atas berpulangnya Ida Bagawan Blebar Gianyar yang saat walaka bernama AA Gde Agung Bharata. Oleh pasemetonan Manggis Kuning, prosesi "Pelebon Raja Dewata" merupakan persembahan terakhir untuk Panglingsir yang juga seorang Dwijati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.