Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Selain Surfing, Bersantai Aktivitas Favorit Wisatawan Pantai Batu Bolong

Bali Tribune/ KERANG - Sejumlah pengunjung mencari kerang saat air Pantai Batu Bolong surut
balitribune.co.id | Badung - Pantai Batu Bolong yang berada di Canggu Kabupaten Badung menjadi salah satu pantai favorit wisatawan asing saat berwisata di Pulau Dewata. Jika siang hari, pantai ini diramaikan oleh turis asing terutama asal Australia. 
 
Pasalnya, di pantai tersebut wisatawan disuguhkan fasilitas untuk bersantai di kursi milik pengelola kafe yang berada di sepanjang bibir pantai. Ketika air pantai surut, kondisi ini biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan dan masyarakat lokal untuk mencari kerang ataupun hewan laut lainnya. Biasanya aktivitas berburu kulit kerang laut ini dilakukan oleh anak-anak kecil. Kerang tersebut kerap digunakan untuk mainan. 
 
Salah seorang pemilik penyewaan payung pantai, Erawati beberapa waktu lalu mengatakan, Pantai Batu Bolong memang lebih ramai dikunjungi wisatawan asing. "Wisatawan Australia yang tinggal di sekitar Canggu biasanya sering bersantai di sini. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di pantai, baik untuk surfing ataupun hanya berjemur," katanya. 
 
Saat ini Pantai Batu Bolong menjadi salah satu tempat favorit wisatawan yang menyukai aktivitas pantai. Banyak hal yang menjadi alasan untuk memilih Pantai Batu Bolong sebagai tempat beraktivitas maupun menikmati liburan. Mulai dari suasana pantai yang sepi dan tenang, bersih hingga akses menuju pantai yang cukup mudah untuk dijangkau karena lokasinya yang strategis.
 
Pengelola warung makan di sekitar Pantai Batu Bolong, Wayan Adiana mengatakan jika 10 tahun lalu, pantai ini hanya digunakan oleh masyarakat lokal untuk berekreasi. Namun seiring perkembangan teknologi dan informasi, pesona Pantai Batu Bolong tidak saja dikenal oleh masyarakat lokal.
 
Pantai Batu Bolong kata dia lebih dikenal wisatawan asing karena dijadikan salah satu spot surfing terbaik di Bali. Pantai Batu Bolong menjadi spot surfing karena memiliki ombak dengan ketinggian mencapai 3 meter. Selain itu susunan karang di pantai ini masih cukup bagus. "Sehingga mampu menghasilkan pecahan ombak yang bagus dan cocok untuk surfing,” ucap Adiana. 
 
Selain sebagai tempat untuk berselancar, pengunjung yang datang ke Pantai Batu Bolong ada yang bertujuan untuk  berenang, foto pre wedding dan menyaksikan panorama matahari tenggelam. 
wartawan
Ayu Eka Agustini

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.