balitribune.co.id | Jakarta - Tokoh spiritual sekaligus pendiri Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba, menyerahkan genta khas Bali kepada Chief Minister Madhya Pradesh, HE Mohan Yadav, di Kushabhau Thakre Hall, Bhopal, India, Sabtu (24/10/2026). Penyerahan instrumen suci ini menjadi simbol persahabatan spiritual dan kebudayaan bertajuk TitiBanda Indonesia–India.
Serah terima genta tersebut berlangsung saat pembukaan forum internasional “Abhyudaya – Integrating ESG & Civilisation Wisdom for Comprehensive Wellbeing”. Momentum ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk mempererat hubungan bilateral melalui sektor pendidikan, pariwisata, kebudayaan, dan pertukaran nilai-nilai peradaban.
Dalam forum diskusi meja bundar (roundtable discussion), Ida Rsi Putra Manuaba memaparkan gagasan bertajuk “Social Abhyudaya: Lokasangraha for Inclusive Development” dengan fokus pembahasan “From Dust to Diamond: Education, Human Transformation, and the Liberation of Villages.”
Dalam pandangannya, kemajuan suatu bangsa tidak boleh hanya diukur dari indikator pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik infrastruktur semata. Tolok ukur utama pembangunan sejati justru terletak pada peningkatan kualitas SDM, pemerataan akses pendidikan, serta kemandirian masyarakat desa.
"Pembangunan sejati harus bertumpu pada humanisme dan pemberdayaan berbasis akar rumput," tegas Ida Rsi.
Gagasan tersebut berlandaskan filosofi Lokasangraha (pengabdian demi kesejahteraan umum) dan Samatva (kesetaraan serta penghormatan atas martabat manusia). Praktik nyata nilai-nilai ini telah diterapkan melalui gerakan Ashram Gandhi Puri dan komunitas Shantisena di Bali, di mana pemuda desa dididik dan dibentuk karakternya agar mampu menjadi agen perubahan di daerah asalnya.
Selain menekankan pentingnya peran pendidikan, Ida Rsi juga menyoroti peran strategis sektor swasta. Ia mendorong transformasi pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) agar tidak sekadar berorientasi pada bantuan jangka pendek.
Menurutnya, CSR hendaknya diubah menjadi kemitraan strategis jangka panjang bersama organisasi kemasyarakatan yang berfokus pada pendidikan, aksi kemanusiaan, dan pemberdayaan ekonomi desa.
"Pesan utamanya adalah From Dust to Diamond. From Individual Transformation to Community Empowerment. From Education to Village Liberation. Keberhasilan pendidikan bukan hanya soal pencapaian pribadi, melainkan bagaimana menciptakan peluang bagi orang lain," tambahnya.
Melalui penyerahan Genta Bali dan gagasan TitiBanda ini, Ida Rsi Putra Manuaba berharap kolaborasi konkret antara Provinsi Bali dan Negara Bagian Madhya Pradesh terus berkembang pesat, khususnya dalam mendukung pembangunan manusia yang inklusif di kedua negara.