Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

TABIR MALAM

geosentris
Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Alam dan hukum alam bersembunyi dibalik malam. Alexander Pope menegaskan itu saat mengomentari kejeniusan Isaac Newton sukses mempelihatkan hasil penelitiannya tentang Grafitasi.

Alexander Pope memang tidak memberi makna spiritual pada klaimnya, tapi kitab suci agama-agama besar telah mengungkap rahasia “malam” dalam lugas dan tamsil. Catatan ini setidaknya untuk ikut menjernihkan spekulasi ilmuan tentang fenomena alam, termasuk kebakaran, letusan gunung api, badai dan gelombang dahsyat. Juga sebaliknya peristiwa kelahiran, pertemuan jodoh dan semacamnya, yang umumnya terjadi di malam hari. (astronomi. com, 7/4).

Dalam Siva Purana, sebagaimana dikutip I Ketut Merta Mutu, terekam percakapan para Rsi agung tentang pemujaan linggam untuk memuja Siwa. Dikatakan, memuja Tuhan di malam hari lebih mudah terkabulkan. (Siva, Purana, Vidyesvara Samitha, XI.62). 

Pada pertengahan malam yaitu dalam periode dua Yama (satu yama=3 jam) yang disebut sebagai periode Nisitha, lanjutnya, pemujaan kepada Siva di waktu seperti itu lebih cepat memberi hasilnya. (Siva Purana, Vidyesvara Samitha, XI.65).

Dalam keyakinan Islam, Al-Qur’an surat Al-Mu’minun ayat 61 menegaskan, Allah lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristerahat padanya, dan dijadikan siang terang benderang.

Hal yang sama juga diuraikan menurut iman Kristiani, seperti tertuang dalam (Mazmur 42:9): Semoga Tuhan menunjukan kasihNya di waktu siang, agar di waktu malam aku dapat bernyanyi dan berdoa kepada Allah sumber hidupku.

Dalam sejarah perķembangan ilmu pengetahuan, temuan-temuan cemerlang yang mengubah wajah dunia dan memajukan peradaban manusia, terjadi di malam hari. Isaac Newton (1642-1727), membuka tabir malam dengan meluncurkan teori mekanika klasik yang menyodorkan tiga hukum gerak. 

Menjelang fajar, dlm 111 kali eksperimen,  bapak Fisika ini muncul dengan menunjukkan sejumlah bukti bahwa teori heliosentris Covernicus benar adanya sekaligus membunuh keraguan semesta ketika itu, akan kedigayaan matahari sebagai pusat tata surya.

Sejak itu, Ptolomeus yang telah membius dunia dgn teori geosentris dan terlanjur dianggap paling shakhih, terkubur bersama jasadnya. Meski buah pikirnya telah menyesatkan umat manusia, kematiannya diupacarai bak pahlawan. Sementara Covernicus yg dgn heliosentris (matahari adalah pusat tata surya, yg kini terbukti benar) harus terisolasi dari segala yg memungkinkan dia mengembangkan ilmu, sebelum akhirnya mati dlm penghukuman. Bukunya yg kontroversial; DE REVOLUTIONIBUS ORBIUM COELESTIUM (1543) naik cetak justru ketika dia sedang merejang nyawa di pembaringan.

Galileo yang berkali-kali melakukan pembenaran terhadap Covernicus,  muncul melakukan  pembelaan. Dalam satu risalah astronominya, dia mengibaratkan sabuk bima sakti, dimana matahari sbg pusatnya, tampak seperti bentangan kabut bak selendang malam. 

Gara-gara pembelaannya atas Covernikus, Galileo dipaksa penguasa berlutut dgn jubah terdakwa dan bersumpah utk melenyapkan heliosentris dlm pikirannya.

Ein Stein, Galileo, Williem Rontgen, bahkan Plato, Sicrates dan Aristoteles mengembangkan teori dan merumuskan konsep pikirannya di waktu malam, untuk kemudian dituangkan ke dalam risalah ilmu pengetahuan di siang hari. 

Malam adalah sarana yg disediakan alam utk melahirkan mutiara kebijakan dan sains. Itulah malam, saat dimana kebanyakan aktivitas fisik manusia terhenti, diganti dgn lengkingan jengkrit dan suara binatang malam. Manusia pulas dlm ibadah dan rehat saat bumi tercengkram kegelapan.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Rapat Paripurna, Pemkab Tabanan Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Lima Ranperda

balitribune.co.id | Tabanan – Memasuki tahapan lanjutan pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan tanggapan dan jawaban atas berbagai pandangan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Tabanan dalam Rapat Paripurna DPRD.

Baca Selengkapnya icon click

Disperpa Badung Buru Anjing yang Gigit Tujuh Orang di Cemagi

balitribune.co.id | Mangupura - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung masih memburu anjing yang diduga menggigit tujuh orang di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi. Dari ketujuh korban tersebut, dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA).

"Setelah menggigit anjing itu sudah tidak ditemukan," ungkap Kepala Disperpa Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, Kamis (10/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

RGS Karangasem Juara Turnamen Bola Voli Bupati Karangasem Cup 2026

balitribune.co.id I Amlapura - Setelah berlangsung sejak tanggal 29 Agustus 2026 lalu, kejuaraan Bola Voli Bupati Karangasem Cup 2026 akhirnya berakhir dan ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Karangasem yang juga Ketua KONI Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa dan Ketua Pengkab PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) yang juga Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, pada Rabu (9/9/2026) malam, saat berlangsungnya babak Final.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kunjungan Wisatawan ke Desa Wisata di Badung Belum Merata, Empat Desa Masih di Bawah 1.000 Kunjungan

balitribune.co.id | Mangupura - Pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung masih menghadapi persoalan pemerataan kunjungan. Dari 568.582 kunjungan yang tercatat sepanjang Januari hingga Juli 2026, lebih dari 92 persen terkonsentrasi di enam desa wisata.

Baca Selengkapnya icon click

Enam Subak di Petang Dilanda Kekeringan, Pemkab Badung Kirim 3 Truk Tangki

balitribune.co.id | Mangupura - Kekeringan mulai mengancam sejumlah lahan pertanian di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Sedikitnya enam subak terdampak akibat debit air irigasi yang terbatas dan distribusi yang belum mampu menjangkau seluruh areal persawahan, terutama kawasan hilir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.