Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terapkan Pariwisata Berkelanjutan, Sanur Diakui Masih Miliki Kelemahan Pengelolaan Lingkungan

Bali Tribune/ KOMUNITAS - Saat pemerintah, pelaku industri pariwisata, akademisi, komunitas dan media keliling Sanur untuk mendalami prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan
balitribune.co.id | Denpasar - Pariwisata beberapa tahun terakhir menjadi sektor andalan penyumbang devisa negara. Tahun ini pemerintah Indonesia menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dengan nilai devisa diproyeksikan mencapai 17,6 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan saat ini di dunia, pariwisata menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat dan merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak negara. 
 
Perkembangan positif ini mendorong banyak negara untuk mentransformasi perekonomiannya yang berorientasi pada sektor pariwisata. Semua destinasi wisata di Indonesia, khususnya Bali pun didorong untuk tersertifikasi pariwisata berkelanjutan sebagai syarat menjadi destinasi wisata kelas dunia.
 
Berbagai destinasi di dunia pun menggalakkan pariwisata berkelanjutan termasuk Sanur. Tidak hanya itu, Sanur menjadi salah satu destinasi yang sudah menerapkan sustainable tourism/pariwisata berkelanjutan. Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra beberapa waktu lalu di Denpasar mengatakan bahwa Sanur sudah menerapkan pariwisata berkelanjutan dengan adanya yayasan tersebut. 
 
Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Bali, Sanur kata dia menyuguhkan panorama pantai yang apik, suasana nyaman bagi turis dan juga aneka jenis permainan air seperti sea walker hingga snorkeling. Jumlah kunjungan turis dinilai stabil, dan rata-rata mengaku puas ketika berkunjung ke Sanur. 
 
Pria yang akrab disapa Gusde juga selaku Ketua PATA (Pasific Asia Travel Association) Bali & Nusa Tenggara Chapter, mengajak para peserta training baik dari pemerintah, pelaku industri, akademisi komunitas dan media keliling Sanur untuk mendalami prinsip-prinsip sustainable tourism, diantaranya mengunjungi Pasar Sindu, Griya Menuh dan konservasi coral. "Sustainable tourism di Sanur terfigurkan oleh leadership dari Yayasan Pembangunan Sanur," kata Gusde. 
 
Meski demikian diakuinya, destinasi wisata di Bali termasuk Sanur juga masih memiliki kelemahan pada pengelolaan lingkungan. Terutama pengelolaan sampah dan limbah. "Maka itu, Bali perlu memperkuat manajemen pengelolaan sampah," ujarnya. 
wartawan
Ayu Eka Agustini

Walk For Peace 2026: Simbol Toleransi dan Harmoni Bali

balitribune.o.id I Singaraja - Sebanyak 50 Bhikkhu dari berbagai negara di Asia Tenggara resmi memulai perjalanan suci lintas provinsi bertajuk Indonesia Walk For Peace 2026. Aksi jalan kaki ini dimulai dari Brahma Vihara Arama, Singaraja, Buleleng, Sabtu (9/5/2026), menuju Candi Borobudur, Magelang, untuk menyambut Hari Suci Waisak pada 31 Mei mendatang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Okupansi Rendah, Subsidi Bus Trans Metro Dewata Dievaluasi

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar tengah melakukan evaluasi mendalam terkait kelanjutan anggaran operasional Bus Trans Metro Dewata (TMD). Langkah ini diambil menyusul masih rendahnya tingkat keterisian penumpang (load factor) yang hanya berkisar antara 30 hingga 40 persen.

Baca Selengkapnya icon click

Dukung Pariwisata Hijau, Pemkot Denpasar Perketat Audit Limbah

balitibune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar memperkuat sinergi dengan pelaku usaha sektor Hotel, Restoran, Kafe (Horeka), dan Daerah Tujuan Wisata (DTW) guna mengoptimalkan pengolahan sampah berbasis sumber. 

Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan strategis di Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (8/5/2026), yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pastikan Horeka Pilah Sampah, Bupati Badung Turun Langsung ke Kuta

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin aksi Kurve Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan pada sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) serta sektor perdagangan di wilayah Kelurahan Kuta, Jumat (8/5/2026). Di saat yang sama, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta juga memantau pelaksanaan kegiatan pengelolaan sampah di wilayah Kelurahan Tuban.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.