Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tinggi Peluang Pasar Potensi Sapi Bali, Pengiriman Keluar Bali via Celukan Bawang

Bali Tribune/ SAPI BALI - Survei ke peternak dan penggemukan sapi Bali untuk kemungkinan pengiriman via Pelabuhan Celukan Bawang, Senin (23/12).

balitribune.co.id | Singaraja - Harga daging sapi belakangan kian melambung. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, pemerintah acap kali menerapkan kebijakan impor. Sebelumnya pemerintah menugaskan 3 BUMN untuk mengimpor 50 ribu ton daging sapi dari Brasil. Lantas bagaimana prospek sapi Bali dan peluang pasarnya di saat kebijakan impor sapi diberlakukan? General Menejer (GM) Pelindo III Celukan Bawang, Rio Dwi Santoso optimis, sapi Bali memiliki daya saing tinggi di pasar domestik bahkan internasional. Menurutnya, sapi Bali dengan ciri khasnya merupakan satu jenis sapi di dunia yang menghasilkan butiran lemak berkualitas tinggi (morbiling). Dengan kelebihan itu sapi Bali tidak akan kekurangan peminat pada segmen daging sapi berkualitas sehingga mampu  bersaing. Hal itu disampaikan saat melakukan survei di sejumlah tempat peternakan dan penggemukan sapi Bali di beberapa tempat diBuleleng,dalam rangka kemungkinan pengiriman sapi Bali via Pelabuhan Celukan Bawang, Rabu (25/12). Menurut Rio, pihaknya sudah melakukan kalkulasi besaran bea pengiriman lewat darat maupun laut.Hasilnya,bea melalui laut costnya dapat ditekan hingga 30 persen.Bahkan,nilai penyusutan sapi dengan rata-rata berat 100 kg berkurang jauh jika dibandingkan lewat darat. "Jika dikirim lewat pelabuhan Celukan Bawang,cost operasional pengiriman dapat ditekan. Per ekor costnya hanya Rp 500 ribu, itu jauh lebih murah dengan jalur darat," jelas Rio. Tidak hanya itu, kelebihan via laut dapat menghemat cost perjalanan lainnya termasuk pengawasan terhadap sapi lebih terjamin. "Artinya pengiriman sapi via laut (pelabuhan) selain bisa menekan cost, nilai ekonomisnya tentu akan berpengaruh terhadap nilai jual," imbuhnya. Melalui program tol laut, pemerintah telah menyiapkan kapal khusus pengangkut hewan di Pelabuhan Celukan Bawang dengan rute dari NTT, Celukan Bawang dan Tanjung Priok- Jakarta. "Dari survei itu dapat dimungkinkan sapi Bali dengan kuota tertentu dapat dikirim melalui Pelabuhan Celukan Bawang dengan tujuan Jakarta," tandas Rio. 

wartawan
Khairil Anwar
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.