balitribune.co.id | Denpasar - Tokoh pers senior sekaligus jurnalis tiga zaman, Widminarko, menegaskan pentingnya independensi dalam dunia pers. Ia menyayangkan masih adanya insan pers yang merangkap jabatan di ranah politik praktis.
Menurut mantan Ketua PWI Bali tersebut, pekerjaan wartawan berlandaskan pada pencarian fakta, sedangkan politik praktis selalu berorientasi pada kepentingan kelompok atau golongan. Benturan dua hal yang bertolak belakang ini dinilai dapat merusak profesionalisme pers.
"Sejatinya wartawan tidak aktif dalam kegiatan politik praktis. Kalau wartawan mengacu pada fakta, sedangkan politik praktis tergantung kepentingan kelompok, itu berbenturan," ujar Widminarko saat menjadi narasumber pada kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali di Gedung PWi Bali Denpasar, Kamis (20/8/2026)..
Ia menyoroti fenomena kepemimpinan media yang merangkap kepengurusan partai politik. Menurutnya, penerbitan media yang dipimpin oleh tokoh partai tidak akan mampu berkembang secara ideal dan hanya menjangkau kalangan terbatas.
"Kalau ada koran yang ketua redaksinya menjadi ketua partai, saya yakin tidak akan berkembang. Pembacanya hanya kalangan terbatas, kecuali jika memang disubsidi besar-besaran," tegas wartawan yang pernah berkiprah di Bali Post ini.
Widminarko menambahkan bahwa bisnis pers nasional yang sehat harus bertumpu pada pelanggan, pengecer, dan iklan. Untuk menjaga keberlanjutan tersebut, media massa dituntut berdiri bebas tanpa ikatan partisan.
Mengambil pelajaran sejarah, ia merujuk pada rekam jejak surat kabar Suluh Marhaen yang dahulu berafiliasi dengan Partai Nasional Indonesia (PNI). Media yang tidak mentransformasikan diri dan melepaskan ikatan politiknya terbukti berguguran di berbagai daerah.
"Harus independen. Merangkap jabatan politik itu risikonya bisnis media tidak akan berkembang," pungkasnya.
Untuk diketahui OKK PWI Bali 2026 diikuti ratusan wartawan dari berbagai perusahaan media di Bali. OKK berlangsung selama dua hari, yakbi dari 20-21 Agustus 2026.