Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Maya Tunjukan Arti Kesetiaan Lewat "Ampurayang"

Bali Tribune/ Maya Agrevina diiringi Nonik Widyantara (gitar) saat tembangkan lagu Ampurayang.
balitribune.co.id | Denpasar - Setelah merilis lagu Alih Cinta Beli di aplikasi SoundCloud dengan belasan ribu pendengar, Maya Agrevina kembali merekam lagu terbarunya berjudul Ampurayang. Lagu ini diwujudkan sebagai ungkapan rasa kesetiaannya kepada kekasih.
 
Lagu terbaru yang berkisah tentang  seorang perempuan yang menolak cinta laki-laki lain karena memilih setia dengan pasangannya ini menarik, karena di arrasement berbeda dengan Alih Cinta Beli yang ada mengambil music pop rock.
 
“Lagu Ampurayang ini dibuat full akustik. Musiknya gitar dan sedikit tambahan piano. Bukan karena musik akustik lagi ngetrend ya. Tapi roh lagu ini memang cocok dengan musik akustik,” ujar Maya Agrevina.
 
Pada intinya dibeberkan Maya bahwa lirik dari lagu ini merupakan ungkapan menolak secara halus terhadap seseorang yang menyatakan cinta pada dirinya. Karena sudah punya kekasih dan rasa setianya kepada kekasih, maka harus menolaknya walau tau laki-laki baru itu baik dan sungguh-sungguh.
 
Penggarapan lagu yang diciptakan oleh I Wayan ‘Nonik’ Widyantara sendiri dilakukan di home studio recording milik Made Urip, drummer dari Vitix Band di Tabanan. Tempat recording yang menjadi langganan mereka.
 
“Kami (Maya dan Nonik) memang kerap memilih rekaman di tempat tersebut. Beberapa lagu kami rekam disitu, seperti Alih Cinta Beli, Banyuwangi Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu berkolaborasi dengan musisi Banyuwangi dan juga Aku Indonesia,” aku Maya.
 
Dirinyapun tidak mau buru-buru untuk louncing tembang terbarunya ini. Rencananya, lagu ini akan diluncurkan dengan video klip lirik dulu di youtube sambari memikirkan ide untuk video klipnya.
 
Lagu Ampurayang ini sejatinya sudah diperkenalkan ke publik melalui penggalan lagu di akun instagram Maya Agrevina maupun Nonik sendiri. Responya pun cukup baik. Terlebih beberapa akun musik di Bali juga sempat merepost dan sudah ditonton ribuan warga net.
 
Maya Agrevina berharap, lagu Ampurayang ini dapat menambah playlist lagu berbahasa Bali di kalangan pecinta musik Bali. Begitu juga dengan pesan moral dalam lagu ini, dimana kesetiaan adalah kunci kesuksesan dalam menjalani hubungan.
 
“Kesetiaan adalah harga termahal dalam menjalani hubungan dengan pasangan. Jaga itu. Dan semoga lagu ini dapat diterima oleh publik juga. Astungkara,” demikian pesan wanita asal Tabanan ini melalui lagu Ampurayang.uni
wartawan
Made Ari Wirasdipta
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.