Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Selain NIK, Dirjen Dukcapil Sebut Pelayanan Publik Akan Dimudahkan dengan Sidik Jari

Bali Tribune / Zudan Arif Fakrulloh
balitribune.co.id | Mangupura - Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) saat ini semakin banyak lembaga yang memanfaatkan data Dukcapil sebagai bagian dari pelayanan publik. Kolaborasi antara Dukcapil dan berbagai lembaga tentunya disertai dengan memperkuat perlindungan rahasia data pribadi dan cyber security system. "Perlu kesadaran kita untuk menjaga itu semua," ucap Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh di Badung, Rabu (26/1).
 
Ia mengatakan dengan adanya kerjasama data Dukcapil untuk pelayanan publik menjadikan pemerintah itu satu. Jadi, tidak terbelah lagi karena sekarang data layanan publik dengan Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sudah terpadu yakni menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). "Esensi bernegara, pemerintah itu satu. Hal itu sudah diwujudkan, salah satunya antara Mendagri dan BPJS Kesehatan dengan pemanfaatan NIK menjadi nomor identitas peserta. Ini gerakan yang luar biasa apabila seluruh jajaran pemerintah meneguhkan dirinya sebagai satu badan, satu tubuh," paparnya. 
 
Zudan menuturkan, pada tahun 2013 hanya ada 10 lembaga yang bekerjasama dengan Dukcapil. Kemudian tahun 2014 bertambah 20 lembaga, sehingga menjadi 30 lembaga dan bertambah 15 lembaga di tahun 2015. Sehingga menjadi 45 lembaga, namun yang aktif hanya 30 lembaga. "Tahun 2022 ini berkolaborasi Dukcapil menjadikan data BPJS Kesehatan dengan NIK. Transformasi tersebut menunjukkan negara Indonesia semakin bergerak dan maju," ucap Zudan. 
 
Menurut dia, kolaborasi data tersebut membuat pemerintah mulai solid, kalau solid tidak ada masalah yang sulit. Ia mengajak terus bersatu mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Kendati ia menyadari data kependudukan di Tanah Air belum sempurna, masih perlu dukungan semua pihak terutama terkait data yang meninggal dunia. 
 
"Bisa jadi masyarakat belum melaporkan, nanti dari rumah sakit bisa dikumpulkan datanya berikan ke kami (Dukcapil) untuk bertahap kita verifikasi untuk kita masukkan ke dalam data base. Data kependudukan kalau tidak dimanfaatkan tidak banyak gunanya. Jadi 7 tahun ini kami sangat masif, dari 45 lembaga, 30 yang aktif ketika saya menjadi Dirjen, sekarang sudah ada 4.528 lembaga yang bekerjasama. Kita perkuat perlindungan rahasia data pribadi dan cyber security system-nya," tegasnya.
 
Dikatakan Zudan, dengan berbagi data akan memudahkan pelayanan publik. Ia pun mengaku sudah memikirkan transformasi berikutnya. "Setelah menggunakan NIK, karena penduduk Indonesia yang sudah merekam KTP elektronik 99,21% (197 juta orang) dari target 198 juta orang di tahun 2021. Jadi hanya kurang 0,8% yang berada di Papua dan Papua Barat," ungkapnya. 
 
Zudan menyatakan, sudah memikirkan pelayanan publik kedepan selain datanya berbasiskan NIK juga bisa menggunakan sidik jari. "Karena sidik jarinya sudah disimpan. Jadi kedepan kami sudah memikirkan transformasi  berikutnya, pelayanan publik kita bisa kita lakukan lebih mudah. Bagi lembaga yang sudah siap, cukup membawa alat sidik jarinya dipasang, datanya bisa terbaca," katanya. 
 
Jadi, dengan menggunakan data dari sidik jari kalau ada yang sakit gigi di rumah sakit, pihak rumah sakit tidak perlu lagi menanyakan siapa nama pasien bersangkutan. "Diam saja taruh sidik jari. Kalau ada pasien pingsan, langsung saja sidik jarinya dipasang sudah bisa diketahui (identitasnya). Orang meninggal, sidik jarinya dipasang bisa diketahui. Jadi monggo, transformasi ini kita gunakan," ajaknya. 
 
Ia menambahkan, data Dukcapil menjadi bermanfaat kalau bisa dipakai secara terus menerus. "Bisa menjadi bersih jika kita pakai terus menerus. Maka kalau dengan teori valuasi bagaimana menghitung nilai bisnis. Data ini bisa dinilai, menjadi valuasi. Mudah-mudahan nanti memperpendek jalur birokrasi, mempermudah pelayanan dan menghemat biaya. Sehingga tidak perlu cetak kartu lagi, verifikasinya menghemat biaya," beber Zudan.
 
Kata dia, sekarang yang paling agresif menggunakan data Dukcapil adalah sektor perbankan. "Ada 1000 lebih perbankan (menggunakan data Dukcapil) mereka menggunakannya untuk memverifikasi kredit, pembukaan rekening, gratis semua," sebutnya. 
 
Data Dukcapil sudah diakses lebih dari 7,7 miliar kali secara gratis. "Jika ini misalnya dihitung biaya verifikasi berbagai lembaga itu dulu Rp 1.000. Karena verifikasi langsung, sekarang menggunakan data Dukcapil digunakan 7,7 miliar kali seribu itu sama dengan valuasinya minimal Rp 7,7 triliun. Ini karena data dimanfaatkan, kalau tidak dikerjasamakan untuk verifikasi, datanya hanya disimpan di Dukcapil tidak bernilai valuasi. Bagi kami adalah mewujudkan pemerintah itu satu, kolaboratif terpadu," tutupnya.
wartawan
YUE
Category

Dinkes Tabanan Gelar Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Jadi Temuan Terbanyak

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2026. Program ini menyasar 40 perangkat daerah untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) serta meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan kerja. 

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.