balitribune.co.id | Bangli - Guna meningkatkan kenyamanan layanan dan mencerminkan transformasi digital serta profesionalisme lembaga keuangan , maka PT BPR Bank Daerah Bangli melakukan revitalisasi gedung kantor. Revitalisasi menyasar bangunan gedung kantor di sisi sebelah barat yang nota bene merupakan banguanan tua.
Direktur PT BPR Bank Daerah Bangli, Ir I Made Astawa M.M mengatakan banguan gedung yang dibongkar adalah banguunan lama. Sebelumnya gedung kantor dimanfaatkan untuk operasional bagian kredit ruang direksi dan bagian umum serta pelayanan kredit. ‘Bangunan sudah tua usia hampir sekitar 50 tahun dan melihat perkembangan sudah tidak representatif lagi,” ujar Made Astawa, Senin (5/10/2026).
Lanjut Made Astawa untuk pembangunan dialokasikan anggaran Rp 6 miliar yang mana sumber anggaran dari modal bank sendiri. Sesuai perencanaan bangunan berlantai dimana di lantai dasar dimanfaatkan untuk areal parkir sedangkan lantai I dan II untuk ruang operasional. ”Saat ini baru tahap pembongkaran, melihat rentan waktu tinggal beberapa bulan sudah memasuki akhir tahun maka kemungkinan pembangunan dilaksanakan awal tahun dengan durasi waktu pengerjaan selama 8 bulan,” jelas direktur asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku ini.
Sementara disinggung terkait perkembangan Bank Daerah Bangli yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah, kata Made Astawa terus alami peningkatan yang signifikan,bahkan setiap tahun perusahan bisa menyumbang deviden. Bebernya, untuk deviden yang disetor yakni 55 % dari laba bersih diatur dalam Permendagri No 2 tahun 2024 dan diatur juga dalam Perda. Untuk tahun 2025 dari keuntungan tahun 2024, Bank Daerah Bangli menyetor dividen ke pemerintah daerah sebesar Rp 2.687.654.679.
Sedangkan untuk tahun 2026 dari laba bersih 2025 baru disetor Rp 1.637.999.335. ”Bulan ini kita kembali setor dividen sehingga total untuk tahun 2026 kita setor Rp 3.275.000.000 atau alami peningkatan dari tahun sebelumnya,” ungkap Made Astawa.