Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Piodalan, Bupati Nangkil ke Pura Dalem Pemuteran Kuribatu Tojan

Sejumlah ibu-ibu mementaskan Tari Rejang Dewa serngkaian piodalan di Pura Dalem Pemuteran,Jelantik Kuribatu Tojan,Klungkung, Sabtu (26/7) malam lalu.

Semarapura,Bali Tribune

Bertepatan dengan tumpek Krulut, Sabtu (26/3) lalu berlangsung puncak karya Piodalan lan Petirtaan di Pura Dalem Pemuteran ,Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan ,Klungkung. Hadir dalam pelaksanaan ritual di parahyangan Ida Dalem I Dewa Madenan tersebut, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta didampingi Nyonya Ayu Suwirta bersama keluarga.

Dalam pernyataannya Bupati Suwirta mengtkan, selaku krama pengempon dirinya berkewajiban untuk nawur cingkrem ping ngenem bulanan (iuran wajib tiap enam bulan sekali,red) sebesar Rp 610 ribu.

Dana tersebut ungkap bupati telah diserahkan dan diterima ketu panitia piodalan Nyoman Budaya serta Bendahara Pura, Kadek Sudiarsana.

Dia menambahkan,selaku umat dirinya juga memiliki tanggungjawab atas kelangsungan parahyangan dimaksud melalui punia sekedarnya. Punia dimaksud diterima Klian Pura Dalem Pemuteran, Putu Winaya didampingi penyarikan Komang Diana.

Ditempat yang sama, Jan Bangul Pura Dalem Pemuteran Desa Pakraman Tojan, Jro Mangku Mujana menerangkan, ritual kali ini dilaksanakan serangkaian dengan telah rampungnya perbaikan sejumlah bangunan di pura tersebut.

“Diawali dengan Ida Bhatara mesineb usan petirtaan di Jeroan Pura Dalem dan dengan telah selesainya bangunan penyineban yang dibangun secara gotong royong dengan dana iuran dari seluruh krama pengempon dari seluruh Bali,”terangnya

Sementara itu, Klian Pura Dalem Pemuteran, Putu Winaya menyebutkan, pembangunan gedong penyineban dan beberapa pelinggih merupakan swadaya krama yang jumlahnya mencapai 200KK dan tersebar di sejumlah tempat di Bali.

“Untuk itu pada puncak piodalan, digelar caru amanca kelud sebagai wujud usainya beberapa bangunan agar bisa dipergunakan semestinya,”ucapnya.

Menunjang pelaksanaan ritual dipentaskan pula sejumlah tarian sakral diantaranya Tari Rejang Dewa yang ditarikan ibu-ibu desa pakraman setempat.

“Piodalan ini, Ida Katuran nyejer tigang rahina. Bagi krama pengempon yang belum sempat tangkil pada piodalan bisa tangkil pada manis tumpek sebelum penyineban Selasa (29/3) besok,”imbau Putu Winaya.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.