Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Literasi dan Inklusi Keuangan Bali Tembus Tiga Besar Nasional

LPS
Bali Tribune / SNLIK 2026 - Kolaborasi OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS)

balitribune.co.id | Denpasar - Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali kembali menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Bali mencatat indeks literasi keuangan sebesar 78,77 persen, sekaligus menempatkan provinsi ini di posisi ketiga tertinggi secara nasional.

Capaian tersebut berada jauh di atas indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen. Bali hanya berada di bawah DKI Jakarta dengan 84,01 persen dan Kalimantan Selatan sebesar 79,69 persen.

Tidak hanya dari sisi literasi, Bali juga mencatat tingkat inklusi keuangan yang tinggi. Indeks inklusi keuangan Bali mencapai 96,24 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 93,61 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Parjiman, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang dinilai turut berkontribusi terhadap pencapaian tersebut. Apresiasi diberikan kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, pelaku usaha jasa keuangan, kalangan akademisi, hingga media yang selama ini berperan dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat.

“Alhamdulillah baik indeks literasi keuangan maupun indeks inklusi keuangan di Bali lebih tinggi daripada nasional,” kata Parjiman melalui siaran pers di Denpasar, Rabu (12/8/2026).

Secara nasional, hasil SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025, yang masing-masing berada di level 66,64 persen dan 92,74 persen.

Dengan capaian tersebut, tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional bahkan telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk tahun 2029. Target tersebut ditetapkan sebesar 69,35 persen untuk literasi keuangan dan 93 persen untuk inklusi keuangan.

Berdasarkan wilayah provinsi, selain Bali, DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan menjadi daerah dengan indeks literasi keuangan tertinggi. Sementara untuk inklusi keuangan, tiga provinsi dengan capaian tertinggi adalah DKI Jakarta sebesar 99,74 persen, DI Yogyakarta 98,74 persen, dan Kepulauan Riau 98,43 persen.

Meski demikian, hasil survei juga menunjukkan masih adanya sejumlah provinsi yang mencatat indeks literasi dan inklusi keuangan di bawah angka nasional. Kondisi tersebut terutama terlihat di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, sehingga pemerataan akses sekaligus pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan masih menjadi pekerjaan bersama.

SNLIK 2026 merupakan hasil kolaborasi OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil survei tersebut diumumkan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/8).

Berbeda dengan survei sebelumnya, SNLIK 2026 untuk pertama kalinya melibatkan OJK, LPS, dan BPS secara bersama-sama. Kolaborasi ini diarahkan untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan data pemerintah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Penghitungan SNLIK 2026 mencakup berbagai sektor dan produk jasa keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, pergadaian, lembaga keuangan mikro, fintech lending, hingga penyelenggara sistem pembayaran.

Cakupan survei juga meliputi penyelenggara program jaminan sosial serta lembaga jasa keuangan lainnya, termasuk lembaga penjaminan, inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital dan aset kripto, koperasi simpan pinjam, hingga PT Pos Indonesia.

Bagi Bali, tingginya indeks tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem keuangan yang sehat. Namun, tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan perlu diimbangi dengan kemampuan memahami produk, risiko, serta hak dan kewajiban sebagai konsumen.

Parjiman menegaskan OJK Bali akan terus melanjutkan berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui aliansi strategis dengan berbagai pihak. Upaya tersebut diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Bali.

Menurut dia, peningkatan literasi keuangan tidak semata-mata mengejar angka indeks, tetapi juga membangun masyarakat yang cakap mengelola keuangan dan memiliki ketahanan terhadap berbagai risiko.

“Pada gilirannya masyarakat Bali bisa well literated, cakap dalam mengelola keuangan, terhindar dari upaya penipuan dan bujuk rayu, baik investasi maupun pinjaman ilegal, termasuk kejahatan keuangan digital,” ujarnya.

Dengan penguatan edukasi dan akses yang berjalan beriringan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan tidak berhenti pada capaian statistik. Lebih jauh, kondisi tersebut dapat menjadi fondasi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Bali sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perkembangan industri jasa keuangan dan ekonomi digital.

wartawan
ARW
Category

Polres Bangli Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Provinsi

balitribune.co.id | Bangli - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli berhasil membongkar sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus jual beli bayi. Dalam kasus yang menggegerkan ini, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan mengamankan empat orang bayi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pedestrian Gajah Mada Dongkrak Bisnis Lokal

balitribune.co.id | Denpasar - Sejumlah kawasan di Bali mulai melirik penataan ruang pejalan kaki dengan perbaikan jalur pedestrian, penataan kawasan, serta upaya pengendalian parkir liar. Setelah Pemerintah Kota Denpasar melakukan penataan di Kawasan Sanur, saat ini perhatian pemerintah tertuju pada Kawasan Heritage Gajah Mada untuk ditata kembali. 

Baca Selengkapnya icon click

Polisi Dalami Dugaan Pencurian Modus Hipnotis di Ubud

balitribune.co.id | Gianyar - Dugaan tindak pidana pencurian dengan modus hipnotis yang oleh WNA  di wilayah Ubud didalami  m serius Satreskrim Polres Gianyar bersama Polsek Ubud. Bahkan secara marathon telah  telah melakukan penyelidikan selama  sepekan. Jejak kendaraan pelaku kini diidentifikasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pelantikan Dua PAW Anggota DPRD Gianyar Ditarget Oktober

balitribune.co.id | Gianyar - Setelah prosesi Pengabenan berjalan Proses Pergantian antar Waktu ( PAW)  dua anggota DPRD Gianyar langsung berproses. Alm IGN Yasa digantikan I Made Wardana dan Alm I Wayan Gede Sudarta digantikan I Kadek Era Sukadana. Pelantikan dan pengambilan sumpah ditarget bulan Oktober 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Pohon Sawit di Jalan Depan Kantor BPD Bali bakal Diganti

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan melakukan peremajaan dan mengganti sekitar sepuluh pohon sawit di Jalan Gunung Batur, pusat Kota Tabanan atau Singasana. Peremajaan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya serta menjaga keamanan jaringan kabel utilitas udara yang mulai tersentuh dahan pohon

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.