Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sein Kiri Belok Kanan: Menakar Jebakan Berlapis RUU Perampasan Aset

Undang-Undang
Bali Tribune / IGAA. Bintang Aryani

balitribune.co.id | Media sosial dan ruang publik belakangan ini ramai membicarakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Niat awalnya sangat mulia dan sejalan dengan kemarahan publik terhadap para maling uang negara: memiskinkan koruptor.

Desakan agar regulasi tersebut segera disahkan pun mengalir deras, salah satunya datang dari massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang dipimpin Botok. Mereka sempat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI dengan salah satu tuntutan utama mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Namun, di balik narasi pemberantasan korupsi yang digembar-gemborkan, tersimpan sebuah kekhawatiran besar bahwa regulasi ini ibarat pepatah "sein ke kiri tapi belok ke kanan", menjual janji penegakan hukum bagi pejabat korup, tetapi justru berpotensi mengancam harta rakyat biasa. Alih-alih menjadi instrumen khusus untuk menindak pelaku kejahatan kerah putih, Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset setebal 43 halaman justru dinilai menyimpan potensi ancaman yang menyasar masyarakat luas.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad bahkan turut mengingatkan adanya persoalan mendasar yang perlu dibenahi sebelum regulasi tersebut diberlakukan. Menurut Abraham, keberadaan undang-undang perampasan aset tidak serta-merta menjadi solusi instan pemberantasan korupsi. Ia justru khawatir kewenangan besar yang diberikan melalui regulasi tersebut dapat disalahgunakan apabila sistem peradilan pidana di Indonesia belum benar-benar bersih.

Masyarakat sejak awal tidak pernah meminta hal yang rumit. Tuntutannya sangat mendasar dan mutlak: hukum seberat-beratnya para koruptor. Akan tetapi, ketika produk hukum dirumuskan dengan celah yang terlalu longgar, publik patut waspada. Alih-alih hanya menyasar para pelaku kejahatan kerah putih di gedung-gedung mewah, aturan yang ada justru menyimpan potensi jebakan berlapis yang bisa meneror orang-orang kecil.

Bayangkan jika sebuah instrumen hukum diterapkan tanpa batas sasaran yang jelas. Alih-alih fokus mengejar aset hasil korupsi kakap, jangkauannya justru melebar hingga menyentuh perkara-perkara umum di tengah masyarakat. Hal ini tentu menciptakan rasa cemas bagi warga biasa yang hanya ingin mencari penghidupan dengan tenang, tanpa harus merasa dihantui ancaman penyitaan harta akibat aturan yang terlalu melebar dari tujuan utamanya.

Ketakutan terbesar masyarakat bukan pada penegakan hukumnya, melainkan pada keadilan prosedural yang berisiko timpang. Ketika mekanisme hukum berjalan tanpa ruang pembelaan yang seimbang, atau ketika seseorang dihadapkan pada pembuktian administratif yang rumit untuk harta yang diperoleh secara halal, di situlah letak kerentanannya. Pelaku UMKM, pedagang pasar, pekerja lepas, hingga warga yang memegang harta warisan tanpa dokumentasi formal bisa menjadi pihak yang paling rentan terseret.

Lebih jauh lagi, sistem hukum yang sehat harusnya menjamin kepastian dan keadilan yang utuh. Jangan sampai ada celah di mana proses hukum berjalan secara senyap tanpa ruang komunikasi awal yang memadai, atau memisahkan penegakan hukum sedemikian rupa hingga mengabaikan rasa keadilan substansial bagi rakyatnya.

Rancangan undang-undang ini pada akhirnya memerlukan pengawalan ketat dan ketelitian ekstra dari para pembuat kebijakan. Semangat memberantas korupsi tidak boleh dikotori oleh aturan bermata dua yang justru menebar ketakutan di kalangan masyarakat kecil.

Publik berhak memastikan bahwa hukum yang lahir benar-benar menjadi perisai keadilan, bukan bumerang yang menghantam mereka yang tidak bersalah.

wartawan
RED
Category

Di Tengah Kelangkaan, Polda Bali Ringkus 7 Pelaku Penyelewengan BBM Bersubsidi

balitribune.co.id | Denpasar - Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polresta menindak tegas praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar dan Pertalite di wilayah hukum Bali. Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tujuh orang tersangka beserta sejumlah barang bukti.

Baca Selengkapnya icon click

Sidang Sengketa Tanah Subak Kerdung, Saksi Ahli: Tak Ada Kerugian dan Unsur Pidana

balitribune.co.id | Denpasar - Sidang lanjutan perkara sengketa tanah Subak Kerdung kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (15/10/2026). Dalam persidangan tersebut, tim penasihat hukum terdakwa A.A. Darmawan menghadirkan dua saksi ahli, yakni dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana Dr. Cokorda Dalem Dahana, S.H., M.Kn. selaku ahli hukum pertanahan, serta Prof. Dr. Suparji, S.H., M.H. selaku ahli hukum pidana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Beli dan Test Ride Kawasaki Brusky 125 di DUIN Kawasaki, Berhadiah Sepeda Motor

balitribune.co.id | Denpasar - Kesempatan memenangkan sepeda motor baru Kawasaki terbuka bagi konsumen di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui jaringan outlet DUIN Kawasaki di wilayah Bali–NTB, konsumen yang membeli maupun melakukan test ride Kawasaki Brusky 125 berkesempatan mengikuti undian berhadiah utama satu unit motor serupa.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Membawa Pengalaman Korean BBQ dengan Butter-Aged 144 Jam, Bbasam Hadir di Bali

balitribune.co.id | Mangupura - Bbasam, restoran asal Seoul, Korea Selatan, resmi membuka lokasi internasional pertamanya di Kerobokan, Badung, Bali, dengan membawa pengalaman Korean BBQ yang berbeda melalui teknik butter-aging yang menjadi ciri khasnya. Berbeda dari sajian samgyeopsal pada umumnya, Bbasam menggunakan proses aging selama 144 jam untuk menghasilkan cita rasa dan tekstur yang khas sebelum daging dipanggang langsung di meja.  

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Atasi Kelangkaan BBM, Gubernur Koster Tinjau Depo Pesanggaran dan Minta Penyaluran Dipercepat 

balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster kembali meninjau Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar Selatan, Kamis (15/10/2026) siang. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjalan optimal guna mengurai antrean kendaraan di masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.