balitribune.co.id | Tabanan – Tanah longsor menerjang kawasan pemukiman di Perumahan Puskopad II, Banjar Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, pada Selasa (27/10/2026) malam.
Hujan deras yang mengguyur lokasi sekitar pukul 20.00 Wita memicu ambrolnya tebing tanah hingga mengakibatkan tiga unit rumah warga mengalami kerusakan parah serta dua penghuninya dilarikan ke rumah sakit.
Tiga rumah yang terdampak musibah ini masing-masing milik I Made Fika Aryawan, Ferdinano Vitson Pura (56), dan I Nengah Wardana Putra. Material longsoran berasal dari tebing tanah kosong di bagian atas perumahan yang diduga labil lantaran mengalami retakan sepanjang musim kemarau panjang.
Dua korban luka akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah yakni Ferdinano beserta putrinya, Veronica Sulastri Putri Pura (21). Saat kejadian, Ferdinano sedang berdiri di atas kursi untuk menambal genteng yang bocor di tengah guyuran hujan lebat. Tanpa diduga, dinding bagian belakang rumah mendadak roboh dihantam material tanah. “Saya taunya sudah tergencet. Sudah merasa melayang,” tutur Ferdinano saat menceritakan kembali peristiwa tersebut di lokasi kejadian, Rabu (28/10/2026).
Di tengah impitan tembok dan tanah, Ferdinano mendapati anak perempuannya ikut tertindih reruntuhan. Suara teriakan minta tolong dari dalam rumah memancing kedatangan warga sekitar yang bergegas memberikan pertolongan dan mengevaluasi para korban dari kejepitan tembok. “Kami ditolong tetangga. Saya luka di tangan, sedangkan anak saya merasa sakit di bagian pinggang sehingga dibawa ke RSUD Tabanan,” katanya.
Terjangan longsor menghancurkan bagian belakang hunian Ferdinano yang mencakup area dapur, kamar mandi, hingga ruang tamu, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 50 juta. Ferdinano yang telah 16 tahun tinggal di lokasi tersebut berharap ada langkah cepat penanganan dari pemerintah daerah setempat. "Dengan demikian, aliran air dari kawasan perumahan di bagian atas tidak langsung menggerus tebing dan mengancam rumah warga di bawahnya," tegasnya.
Kerusakan akibat tebing roboh juga menimpa kediaman I Nengah Wardana Putra hingga merusak gudang dan kamar suci. Wardana menyebut tanah tebing yang ambrol dipicu besarnya debit air hujan dari area atas perumahan. "Rembesan air dari tebing sebenarnya sudah biasa terjadi, tetapi kali ini aliran air membesar setelah hujan deras sehingga longsor terjadi dalam waktu singkat," tegasnya.
Sementara itu, area dapur, kamar mandi, dan tempat jemuran di rumah milik I Made Fika Aryawan turut dilaporkan mengalami kerusakan. Guna menanggulangi dampak longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menurunkan personel untuk membersihkan puing-puing bangunan dan timbunan lumpur. "Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan untuk melakukan pembersihan material longsoran bersama pemilik rumah secara manual," terang Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Sri Nadha Giri.
Sri Nadha Giri menjelaskan penanganan secara manual dilakukan karena rute jalan gang di lokasi terlalu sempit untuk dilewati alat berat. Pihaknya memprediksi pembersihan tuntas pada Jumat (30/10/2026) dan mengimbau warga tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem. "Warga kami minta segera melaporkan apabila menemukan retakan tanah, pergerakan tebing, atau aliran air yang tidak biasa di sekitar tempat tinggal," pesannya.
Bencana yang menimpa warga perumahan ini juga ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga pada Rabu (28/10/2026) sore. Usai memantau kondisi lapangan, Dirga menilai posisi perumahan rawan karena berada tepat di bawah tebing dan di atas aliran sungai, sehingga penataan drainase menjadi prioritas vital. “Apalagi di bawahnya ada sungai. Ini rawan. Untuk itu, kita harus waspada dan berkoordinasi, terutama jangan sampai ada saluran air yang tidak memiliki drainase,” ujar Dirga.
Atas kejadian ini, Pemkab Tabanan akan memanggil para pengembang perumahan untuk memastikan kelayakan tata ruang serta keselamatan warga. Selain meninjau lokasi, Dirga bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Tabanan turut membagikan paket sembako kepada keluarga korban terdampak. “Jangan sampai menawarkan murah, tetapi mengancam keselamatan. Kita segera berkoordinasi mengenai hal ini,” tegasnya.