balitribune.co.id | Tabanan - Warga di Banjar Kerobokan, Desa Mekarsari, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, sempat terisolir selama 16 jam akibat jalur utama perlintasan permukiman tertutup total oleh material tanah longsor dan tumbangan pohon besar, Senin (2/11/2026).
Musibah lingkungan yang terpicu guyuran hujan lebat tersebut melumpuhkan total pergerakan warga serta akses kendaraan dari Banjar Sekar Gula menuju Banjar Kerobokan sejak Minggu malam hingga Senin siang.
Insiden pergerakan tanah di Mekarsari tersebut terjadi pada puncaknya pukul 21.10 Wita. Ketebalan endapan lumpur serta timbunan pepohonan yang memblokir badan jalan membuat penanganan darurat memakan waktu relatif lama, hingga pembersihan jalur penghubung pemukiman warga tersebut baru dapat dirampungkan sekitar pukul 13.00 Wita.
Camat Baturiti Ni Luh Mahadi Santi Dewi menerangkan bahwa tim gabungan dari BPBD Tabanan, personel TNI, Polri, armada Pemadam Kebakaran, hingga krama desa setempat dikerahkan secara intensif untuk menyingkirkan akumulasi material dari permukaan jalan. "Penanganan selesai pukul 13.00 Wita. Jadi warga sempat tidak bisa melintas cukup lama, lebih dari setengah hari karena kejadian tengah malam," ujar Camat Baturiti Ni Luh Mahadi Santi Dewi, Senin (2/11/2026).
Mahadi Santi Dewi membeberkan bahwa wilayah Baturiti menjadi titik terparah yang dikepung bencana hidrometeorologi pada hari tersebut dengan total enam lokasi longsor dan pohon tumbang. Selain di Mekarsari, tanah longsor juga menutup jalan dan menimpa rumah warga di Banjar Antapan, Desa Antapan. Pohon tumbang disertai longsoran turut memutus akses di Banjar Apit Yeh, Desa Bangli, sementara bahu jalan di Banjar Pacung amblas sehingga memberlakukan sistem buka-tutup lalu lintas.
Aparat kecamatan langsung turun ke lokasi begitu mengantongi laporan warga guna mengordinasikan pengerahan alat berat Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta armada penyemprotan air damkar untuk membersihkan sisa endapan lumpur licin. "Semua sudah tertangani, baik oleh BPBD dan warga, serta dibantu jajaran Forkopimcam. Untuk alat berat dari Dinas PU dan pemadam kebakaran," jelasnya.
Pemerintah Kecamatan Baturiti mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa bencana di wilayahnya. Kendati demikian, warga yang bermukim di dekat zona tebing dan kawasan tanah labil diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi longsor susulan. "Kami pihak kecamatan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau kondisi wilayah dan mengantisipasi kemungkinan munculnya bencana susulan," tegasnya.
Secara keseluruhan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabanan I Nyoman Sri Nadha Giri mencatat sedikitnya sembilan kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem dilaporkan melanda berbagai kecamatan di Tabanan. Pihaknya mengonfirmasi bahwa hampir seluruh titik musibah telah tertangani, kecuali pembersihan total di Desa Antapan yang masih terkendala medan ekstrem. "Semua sudah ditangani. Hanya di Antapan akses jalan belum dibersihkan secara total karena susah air. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa naik karena licin, akses air juga susah," tegas Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Sri Nadha Giri.
Hingga saat ini, proses pembersihan lanjutan di lokasi Antapan masih terus diupayakan secara bergotong royong bersama warga setempat, mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung antarkabupaten yang menghubungkan wilayah Tabanan menuju Petang, Kabupaten Badung.