Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Aisyiyah Bali dan Bali Daulat Pangan

Umar Ibnu Al-Khatab
Bali Tribune / Umar Ibnu Al-Khatab - Pengamat Kebijakan Publik

balitribune.co.id | Sambutan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali, Ir. Sari Prasetya Angkasa, dalam acara Milad ke-108 Aisyiyah di Badung baru-baru ini sangat menarik untuk dicermati terutama konsepsinya tentang kemandirian pangan dan kontribusinya bagi pemajuan sosial dan moral di Bali yang disebutnya sebagai bentuk syahadah sosial Aisyiyah Bali terhadap realitas sosial yang kompleks di Bali atau meminjam kata-kata Peter L. Berger sebagai tafsir sosial Aisyiyah Bali atas problematika yang muncul di dalam masyarakat Bali, dalam pandangan Sari, kemandirian pangan sangat dibutuhkan mengingat pembangunan yang massif belakangan ini telah menggerus lahan produktif dan ikut mendorong masyarakat Bali meninggalkan tradisi agraris yang telah menjadi simbol kekuatan Bali di masa lalu.

Kita menyambut baik konsepsi yang dibangun oleh Aisyiyah Bali tersebut, apalagi konsepsinya itu dibangun di atas data yang kuat bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan ketahanan pangan, di mana pada tahun

2022 Indonesia menempati peringkat ke-69 dari 113 negara dalam Indeks Ketahanan Pangan Global, persoalan itu disebabkan oleh keterbatasan lahan, distribusi pangan yang belum merata, pola konsumsi yang tidak sehat, serta tingginya food waste, di mana Indonesia menjadi penghasil sampah makanan ketiga terbesar di dunia, kendati demikian, dalam catatan Aisyiyah Bali, Provinsi Bali justru menunjukkan capaian yang menggembirakan, di mana pada tahun 2023 mencatat Indeks Ketahanan Pangan tertinggi secara nasional dengan skor 87,65 dan tingkat kekurangan gizi terendah, hanya 3,77%, capaian ini berkat sinergi program pertanian lokal, pasar pangan murah, dan penguatan distribusi pangan, hanya saja, ancaman sampah makanan di Bali tetap besar, terutama di kawasan urban seperti Denpasar yang mencatat hingga 184 kilogram sisa makanan per hari per TPS, oleh karenanya, isu ketahanan pangan di Bali tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan dan pendidikan, bahwa literasi pangan dan lingkungan harus ditanamkan sejak dari rumah tangga hingga komunitas.

Milad ke-108 ‘Aisyiyah sendiri mengambil tema “Sinergi ‘Aisyiyah dalam Ketahanan Pangan dan Lingkungan Menuju Bali Mandiri” menjadi sangat relevan sebagai seruan dakwah aksi untuk mendorong ketahanan pangan berkelanjutan, pelestarian lingkungan hidup, dan kemandirian lokal Bali, hal itu juga relevan dengan konsepsi Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali-nya yang akan mewujudkan kedaulatan pangan di Bali dengan cara meningkatkan produktivitas pangan guna memenuhi kebutuhan warga Bali, konsepsi kedaulatan pangan diartikan sebagai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri, dan kedaulatan pangan yang dikonsepsikan oleh Pak Koster berangkat dari fakta bahwa perekonomian Bali sangat tergantung kepada sektor pariwisata, sementara sektor pariwisata itu sendiri sangat rentan terhadap faktor eksternal semacam bencana alam dan keamanan, oleh karena itulah konsepsi kedaulatan pangan Bali yang diusahakan Pak Koster bertumpu pada intensifikasi dan ekstensifikasi sumber daya pangan lokal guna mengurangi ketergantungan pangan dari luar.

Tentu saja, konsentrasi Pak Koster saat ini adalah bagaimana memaksimalkan potensi alam untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, dan Pak Koster telah menyiapkan strategi yang relatif kompatibel dengan apa yang disebutnya sebagai Ekonomi Kerthi Bali yang intensifikasi dan ekstensifikasi ekonominya berbasis pada kenyataan sosial, budaya, dan alam Bali, dalam pandangan Pak Koster, kedaulatan pangan Bali tidak bisa terlepas dari transformasi ekonomi yang telah dirumuskan secara gamblang dalam dokumen Ekonomi Bali Kerthi, dan transformasi ekonomi itu membutuhkan dukungan banyak pihak dan data yang akurat, dan terkait data yang akurat ini Pak Koster berkeinginan menggelar sensus keragaman hayati yang bakal menginformasikan beragam tanaman dan hewan endemik yang ada di Bali, data itu sangat bermanfaat dalam rangka mewujudkan apa yang diidam-idamkannya yakni kedaulatan pangan di Bali, apalagi sumber pangan yang ada di Bali ini sangat banyak, Pak Koster meminta agar Badan Pusat Statistik (BPS) Bali dapat mewujudkan sensus tersebut sehingga bisa membantunya mempercepat tercapainya kedaulatan pangan di Bali.

Hemat kita, kedaulatan pangan bagi Bali merupakan prasyarat utama bagi terjaminnya keberlanjutan ekonomi melalui lapangan kerja dan pendapatan petani, menjaga kelestarian lingkungan dengan pertanian berkelanjutan, serta menciptakan kemandirian ekonomi tanpa ketergantungan pada pihak luar, di sisi lain, kedaulatan pangan dapat mendorong masyarakat untuk mengendalikan sistem pangan mereka sendiri, sehingga menciptakan kondisi yang lebih stabil dan sehat, tentu saja kita yakin bahwa hal itu bisa terwujud oleh karena adanya beberapa tim percepatan yang dibentuk oleh Pak Koster, misalnya Tim Percepatan Pembentukan BUMD Pangan, Tim Percepatan Pelaksanaan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali, dan Tim Percepatan Pelaksanaan Pergub Bali Nomor 99 tahun 2018 Tentang Penggunaan Produk Lokal, semua tim tersebut sedang bekerja siang malam merumuskan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan kedaulatan pangan di Bali, dan diantara yang sudah dan yang sedang dilakukan adalah penanaman bibit, penyuluhan langsung ke subak-subak dan desa, penyusunan sentra-sentra produksi pangan, pembuatan pupuk organik, penguatan subak, kelompok petani dan peternak, melakukan kajia dan analisis kelayakan bidang usaha, menyiapkan rencana peraturan daerah terkait air bersih, dan lain-lain.

Akhirnya, kita optimis bahwa kedaulatan pangan di Bali bisa dicapai, dan optimisme kita makin kuat jika melihat kesungguhan Pak Koster di dalam menyiapkan sejumlah regulasi dan tim percepatan, juga melihat sejumlah langkah yang telah Pak Koster ambil, misalnya membangun kerja sama dengan pihak perguruan tinggi untuk bersama-sama merumuskan strategi yang dibutuhkan untuk mencapai kedaulatan pangan itu, kita yakin bahwa semua pihak akan ikut membantu, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Aisyiah Bali ketika mereka secara massif melakukan literasi pangan dan lingkungan mulai dari rumah tangga hingga komunitas, wallahu a'alamu bish-shawab.

Tabanan, 26 Agustus 2025

wartawan
Umar Ibnu Al-Khatab
Category

BPJS Ketenagakerjaan Gianyar Menekankan Pentingnya Komunikasi Berkesinambungan dengan Rumah Sakit PLKK

balitribune.co.id | Gianyar - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar memperkuat kemitraan dengan rumah sakit mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) guna memastikan peserta yang mengalami kecelakaan kerja memperoleh penanganan sesuai ketentuan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gathering bersama 16 rumah sakit PLKK di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Gianyar yang berlangsung di Taro Ubud, Gianyar, Senin (28/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Lulusan OTC Bali Terserap di Industri Perhotelan Dalam dan Luar Negeri

balitribune.co.id | Denpasar - Lulusan lembaga pendidikan tinggi vokasi dan pelatihan profesional di bidang perhotelan serta kapal pesiar atau OTC Bali (Overseas Training Center Bali) diminati dunia industri khususnya perhotelan di luar negeri dan hotel berbintang di dalam negeri. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Mada Werdi Utama/Owner OTC Bali, I Wayan Rediyasa saat Wisuda X Peserta Latih OTC Bali di The Meru, Sanur, Denpasar, Senin (29/9).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Melesat di Aragon, Ramadhipa Jaga Peluang Tembus Tiga Besar Moto3 Junior

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa jadi pebalap terkencang kedua pada race 1 dan finish posisi keempat pada race dua Moto3 Junior World Championship di MotorLand Aragón, Spanyol, Minggu (27/9/2026). Hasil ini merupakan podium ketiganya musim ini serta menambah poin penting dalam upaya menembus posisi tiga besar klasemen.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Atasi Krisis Air Bersih, Kodam IX/Udayana Salurkan Bantuan Tangki Air di Bali, NTB, dan NTT

balitribune.co.id | Denpasar – Menghadapi musim kemarau yang memicu kekeringan dan kelangkaan air bersih di sejumlah wilayah, Kodam IX/Udayana mengerahkan seluruh jajarannya untuk membagikan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Aksi tanggap cepat ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak agar jajaran TNI AD hadir membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Peringati HUT ke-81 TNI, Pangdam IX/Udayana Pimpin Ziarah di Palagan Utama TPB Margarana

balitribune.co.id | Tabanan - Mengheningkan cipta dan peletakan karangan bunga di candi pahlawan mengawali Ziarah Rombongan di Palagan Utama Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana, Kabupaten Tabanan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini digelar Kodam IX/Udayana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Dorong Perajin Naik Kelas, Dekranasda Tabanan Bawa Produk IKM Binaan ke Ajang Kriyanusa 2026

balitribune.co.id | Tabanan - Kerajinan lokal asal Kabupaten Tabanan resmi tampil di panggung nasional dan global melalui keikutsertaan Dekranasda Tabanan dalam Pameran Kerajinan Kriya Nusantara (Kriyanusa) 2026. Ajang berskala nasional ini berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.