balitribune.co.id | Denpasar - Jajaran Polresta Denpasar meningkatkan pengawasan dan pengamanan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah hukumnya, meliputi kawasan Denpasar hingga Badung. Langkah ini diambil guna mengantisipasi antrean panjang kendaraan yang berpotensi memicu kemacetan arus lalu lintas serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Upaya pemantauan ini diawali oleh jajaran Polsek Denpasar Barat pada Senin malam (12/10/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Dari hasil pemantauan di lapangan, sebanyak 10 dari 12 SPBU di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat terpantau sudah tutup sesuai jam operasional. Sementara itu, dua SPBU lainnya tetap melayani masyarakat hingga pasokan BBM habis. Meski terlihat antrean kendaraan konsumen—khususnya roda dua—yang cukup panjang, situasi tetap kondusif dan tidak sampai mengganggu kelancaran lalu lintas.
Mengantisipasi peningkatkan aktivitas masyarakat di SPBU yang berlanjut hingga Selasa (13/10/2026) pagi, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Denpasar menghebatkan pengamanan dengan menerjunkan puluhan personel ke lapangan.
Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, S.I.K., sebanyak 36 personel Sat Lantas disebar ke 13 titik SPBU serta sejumlah persimpangan rawan kemacetan. Jumlah personel ini rencananya akan ditambah pada sore hari untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Dalam pelaksanaannya di beberapa lokasi, kepolisian juga berkolaborasi dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub).
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengerahan personel ini merupakan langkah preventif sekaligus bentuk pelayanan Polri untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman, tertib, dan lancar.
"Kami melakukan pengamanan dan pengaturan di sejumlah SPBU untuk memastikan antrean kendaraan tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Personel kami melakukan pemantauan secara langsung sehingga dapat segera melakukan langkah pengalihan atau pengaturan apabila terjadi kepadatan," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.
Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya berfokus pada jam-jam tertentu saja, melainkan menyesuaikan secara dinamis dengan perkembangan situasi di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, masyarakat dan pengendara terpantau tertib mengantre di SPBU. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, saling menjaga ketertiban, serta tidak mengambil jalur yang dapat merugikan pengguna jalan lainnya.