Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ayodhya, Yogyakarta, dan Jalan Panjang Jembatan Peradaban India–Indonesia

PM India
Bali Tribune / Ida Rsi Putra Manuaba dan PM India Narendra Modi

Oleh: Ida Rsi Putra Manuaba

balitribune.co.id | DALAM perjalanan hidup saya, India dan Indonesia bukanlah dua negara yang terpisah oleh samudra. Keduanya adalah dua sahabat peradaban yang selama ribuan tahun saling menyapa melalui budaya, spiritualitas, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Perjalanan itu mulai saya rasakan ketika belajar di India pada tahun 1992. Di negeri yang melahirkan banyak pemikir besar, saya menemukan bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada kemajuan ekonomi atau teknologi, tetapi pada kemampuannya menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur. Dari sanalah saya memahami bahwa peradaban sejati dibangun oleh karakter, pelayanan, dan kesadaran untuk hidup bagi sesama.

Ketika kemudian saya mengabdikan diri melalui Ashram Gandhi Puri yang berdiri pada 6 September 1997, cita-cita yang saya bawa sesungguhnya sangat sederhana: membangun jembatan persahabatan antar manusia. Sebuah jembatan yang tidak dibangun dari batu atau baja, melainkan dari kepercayaan, persahabatan, pendidikan, dan pengabdian.

Di India, Ayodhya berdiri sebagai simbol dharma dan keteladanan hidup Sri Rama. Di Indonesia,  menjadi penjaga kebudayaan Nusantara yang tetap hidup di tengah perubahan zaman. Keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi menyampaikan pesan yang sama: bahwa manusia harus hidup berdasarkan nilai dan kebajikan.

Bagi saya, hubungan Ayodhya dan Yogyakarta memiliki makna yang sangat mendalam. Hubungan itu bukan sekadar hubungan sejarah, melainkan ikatan batin yang diwariskan melalui Ramayana. Di Ayodhya berdiri  sebagai simbol penghormatan kepada Sri Rama. Di Yogyakarta berdiri  yang dengan indah mengabadikan kisah Ramayana dalam relief-relief batu yang telah bertahan selama berabad-abad.

Ramayana bukan hanya cerita masa lalu. Ia adalah perjalanan jiwa manusia. Sri Rama mengajarkan integritas dan kepemimpinan yang berlandaskan dharma. Dewi Sita mengajarkan kesetiaan dan keteguhan hati. Hanuman mengajarkan pengabdian tanpa pamrih. Nilai-nilai itulah yang melintasi lautan, berakar di Nusantara, dan hidup dalam budaya masyarakat Indonesia hingga hari ini.

Ketika saya memperoleh kesempatan bertemu, saya merasakan kembali kuatnya hubungan batin antara India dan Indonesia.

Pertemuan saya dari 2024 intents saya Ida Rsi Putra Manuaba  Gubernur Utthar Pradesh Anandhi Behn Patel dan Chief Minister Utthar Pradesh Shri Yogi Adityanath kami berdiplomasi dan berdialog mengingatkan bahwa hubungan kedua bangsa tidak hanya dibangun oleh diplomasi resmi, tetapi juga oleh hubungan antarmanusia, pertukaran budaya, pendidikan, yoga, serta semangat pelayanan kepada masyarakat.

Dalam perjalanan membangun People to People Network, saya semakin meyakini bahwa masa depan dunia tidak akan ditentukan oleh siapa yang paling kuat, melainkan oleh siapa yang paling mampu membangun kerja sama dan saling pengertian. Dunia membutuhkan lebih banyak jembatan daripada tembok.

Melalui Gerakan Shantisena dan Ashram Gandhi Puri, kami berusaha menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam tindakan nyata. Anak-anak muda dari keluarga sederhana diberi kesempatan memperoleh pendidikan, membangun karakter, belajar melayani, serta memahami bahwa kesuksesan sejati adalah ketika hidup kita memberi manfaat bagi orang lain.

Ayodhya mengajarkan dharma. Yogyakarta mengajarkan budaya dan kebijaksanaan. Gandhi mengajarkan pelayanan. Swami Vivekananda mengajarkan kebangkitan manusia. Semua nilai itu bertemu dalam satu keyakinan bahwa kemanusiaan adalah keluarga besar yang harus saling menguatkan.

Hari ini, ketika dunia sering terpecah oleh perbedaan, Ayodhya dan Yogyakarta memberikan pelajaran yang sangat penting. Bahwa peradaban besar tidak lahir dari kebencian, melainkan dari kemampuan merawat nilai, menghormati keberagaman, dan membangun persahabatan lintas bangsa.

Dari Ayodhya hingga Yogyakarta, dari Sarayu hingga tanah Jawa, dari Ram Mandir hingga Prambanan, pesan yang sama terus bergema: manusia akan menemukan kemuliaannya ketika hidup dalam dharma, melayani dengan cinta kasih, dan mengabdikan dirinya bagi kebaikan bersama.

Itulah makna sejati dari Vasudhaiva Kutumbakam, dunia adalah satu keluarga.

Jai Jagat.

***Catatan Ida Rsi Putra Manuaba dari Kunjungan PM Narendra Modi ke Prambanan

wartawan
RED
Category

Cegah Aliran Sungai Jadi TPA Berjalan, Empat Alat Penahan Sampah Siap Dipasang di Tukad Badung

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar akan menambah empat unit alat penahan sampah di sejumlah titik aliran sungai dan saluran air. Penambahan fasilitas berupa dua unit trash barrier dan dua unit trash boom ini diharapkan mampu mengendalikan sampah kiriman agar tidak terus terbawa arus hingga menumpuk di kawasan hilir, Minggu (1/11/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tinjau Longsor Pelaga Eco Park, Pemkab Badung dan Pemprov Bali Pacu Evakuasi Dua Korban Hilang

balitribune.co.id | Mangupura - Guna memastikan kondisi di lapangan serta mempercepat penanganan dampak bencana tanah longsor di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta meninjau langsung lokasi bencana, Senin (2/11/2026). Musibah tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu malam tanggal 1 Nopember 2026 akibat tingginya intensitas hujan.

Baca Selengkapnya icon click

Denpasar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan 

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mengoptimalkan sinergi bersama seluruh Perbekel dan Lurah se-Kota Denpasar. Langkah strategis ini dilakukan guna memantapkan pelayanan publik serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim penghujan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kapolda Bali Pimpin Pengaturan Lalulintas di Titik Rawan Macet

balitribune.co.id | Denpasar  - Kapolda Bali, Irjen Pol. Pasma Royce, menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (gatur pagi) di sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Denpasar, Senin (2/11/2026) pagi.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Cegah Banjir, Pemkot Denpasar Perketat Pengawasan 

balitribune.co.id | Denpasar - Mengantisipasi potensi banjir memasuki musim hujan November 2026, Pemerintah Kota Denpasar memperketat pengawasan lingkungan secara masif. Seluruh desa adat, kepala lingkungan (kaling), hingga kepala dusun (kadus) kini dikerahkan untuk menindak tegas warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai dan saluran drainase.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.