Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BBM Langka, Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Merosot Hampir 50 Persen

PUTRI
Bali Tribune / Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kabupaten Tabanan sekaligus Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna atau John Purna

balitribune.co.id | Mangupura - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali beberapa hari belakangan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap industri pariwisata. Bukan hanya antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), persoalan pasokan BBM kini merembet ke meja reservasi agen perjalanan, kendaraan wisata, hingga jumlah kunjungan ke destinasi.

Di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, dampaknya mulai terasa cukup dalam. Kunjungan wisatawan dilaporkan merosot hingga hampir 50 persen. Padahal, sebelumnya penurunan baru berada di kisaran 30 persen.

Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kabupaten Tabanan sekaligus Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Purna atau John Purna, mengatakan kelangkaan BBM membuat wisatawan kesulitan mencapai salah satu destinasi unggulan Bali tersebut.

Masalahnya bukan pada destinasi. Jalan menuju Jatiluwih tetap terbuka, objek wisata tetap beroperasi, tetapi kendaraan yang membawa wisatawan tidak memiliki cukup “amunisi” untuk bergerak.

Sejumlah sopir dan agen perjalanan, kata John, bahkan terpaksa membatalkan perjalanan karena kesulitan mendapatkan BBM. Kondisi serupa juga membuat beberapa karyawan DTW Jatiluwih tidak dapat masuk kerja.

“Kita benar-benar merasa dirugikan dengan dampak kelangkaan BBM yang ada di Bali. Dan saya yakin, bukan di tourism saja, suplai makanan juga kayaknya kita akan masalah banget di Bali kalau terus kelangkaan ini berjalan,” kata John Purna di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) XV ASITA Bali 2026 bertema "Repositioning the Future of Tourism" di InterContinental Bali Resort, Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026).

Menurut John, pengelola destinasi praktis tidak memiliki banyak pilihan untuk mengatasi persoalan tersebut. Sebab, gangguan bukan terjadi di titik destinasi, melainkan pada mobilitas wisatawan sejak mereka meninggalkan hotel.

Reservasi ke Jatiluwih, terutama dari wisatawan domestik, sebelumnya masih cukup tinggi. Namun, pembatalan mulai berdatangan dari restoran dan pengelola usaha wisata di kawasan tersebut.

Informasi yang diterima John dari pemandu wisata dan agen perjalanan, pembatalan terjadi karena tidak tersedianya kendaraan yang memiliki BBM cukup untuk mengangkut wisatawan.

“Memang reservasi yang paling banyak kemarin ke Jatiluwih itu datang dari wisatawan domestik. Tapi dari reservasi, saya dengar dari restoran yang ada di Jatiluwih memang banyak sekali pembatalan untuk datang ke Jatiluwih,” ujarnya.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan BBM telah bergerak lebih jauh dari sekadar urusan transportasi. Ketika kendaraan wisata tidak bergerak, efek dominonya ikut menghantam destinasi, restoran, pemandu wisata, tenaga kerja, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari kedatangan wisatawan.

Dampak lain yang dinilai lebih serius adalah terganggunya pengalaman wisatawan selama berada di Bali.

John mengatakan wisatawan yang berencana mengunjungi Jatiluwih, terutama wisatawan Eropa, tidak selalu mengalihkan perjalanan mereka ke destinasi lain. Sebagian justru memilih atau terpaksa tetap berada di hotel karena tidak ada kendaraan yang dapat membawa mereka berwisata.

“Tamu itu berhenti di hotel. Dampaknya jelek banget. Dia sebenarnya ke Bali untuk berkunjung ke objek wisata yang ada di Bali, tapi sekarang tidak bisa. Komplain dari tamu sudah mulai banyak,” katanya.

Bagi industri pariwisata, kondisi tersebut bukan persoalan kecil. Bali menjual pengalaman. Wisatawan datang dengan jadwal perjalanan, membayar akomodasi, transportasi, restoran, hingga tiket destinasi. Ketika mobilitas terhenti, seluruh rantai pengalaman tersebut ikut terganggu.

John bahkan mengingatkan dampaknya bisa merembet pada citra Bali di pasar internasional.

Menurutnya, Bali kini tidak hanya bersaing dengan destinasi lain di Indonesia. Persaingan juga berlangsung dengan negara-negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand yang sama-sama menawarkan pengalaman wisata kepada pasar internasional.

“Nama Bali juga akan jelek. Saat ini kita bersaing bukan antara pulau di Indonesia saja. Kita bersaing dengan negara seperti Vietnam, Malaysia, Thailand dan lain sebagainya. Ini akan jelek banget di mata Bali di dunia internasional,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta persoalan distribusi BBM segera ditangani sebelum dampaknya semakin luas. Bagi industri pariwisata, kepastian mobilitas merupakan bagian penting dari kepercayaan wisatawan.

John mengatakan kondisi ketersediaan BBM mulai menunjukkan perubahan dibandingkan dua hingga tiga hari sebelumnya. Namun, pihaknya masih menunggu perkembangan kunjungan untuk melihat apakah tren penurunan tersebut dapat segera ditekan.

“Mudah-mudahan hari ini kita lihat ada perubahan. Besok mungkin saya akan kasih statement lagi tentang penurunan. Kemarin saya lihat kunjungannya sudah hampir 50 persen turun, dari 30 persen dua hari yang lalu,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, John berharap Musda XV ASITA Bali tidak sekadar menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum untuk menyatukan suara pelaku pariwisata menghadapi persoalan yang dinilai sudah semakin krusial.

Ia mendorong adanya koordinasi antara pelaku industri, pemerintah daerah, wakil rakyat dan pihak terkait distribusi BBM agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi.

“Kalau kita satu tujuan, ada wakil rakyat di Bali. Nanti kita akan ngomongkan di sini, di dalam Musda. Ini sudah krusial sekali dampaknya bagi kita,” ujarnya.

John mengatakan PUTRI Tabanan saat ini menaungi sekitar 10 hingga 13 pengelola daya tarik wisata, termasuk destinasi yang dikelola dalam skala lebih kecil. Di antaranya terdapat sejumlah destinasi yang menjadi magnet kunjungan wisatawan seperti Tanah Lot dan Ulun Danu.

Artinya, jika gangguan BBM berlangsung lebih lama, dampaknya berpotensi menjalar ke semakin banyak destinasi dan pelaku usaha. Harapannya sederhana, BBM kembali tersedia dan kendaraan wisata kembali bergerak.

Sebab, bagi Bali, wisatawan tidak cukup hanya datang. Mereka harus bisa bergerak dari hotel menuju destinasi, menikmati objek wisata, makan di restoran, menggunakan jasa pemandu, kemudian kembali dengan aman.

Ketika kendaraan berhenti karena tangki kosong, yang ikut berhenti bukan hanya perjalanan wisatawan. Rantai ekonomi pariwisata Bali pun ikut tersendat.

wartawan
ARW
Category

Pasar Motor Adventure Melonjak, Dealer Benelli Veteran Denpasar Tampil Lebih Luas dan Modern

balitribune.co.id | Denpasar - Seiring selesainya proses renovasi, PT Benelli Motor Indonesia (BMI) resmi membuka kembali (re-opening) outlet Benelli Perkasa Motor yang berlokasi di Jalan Veteran No. 34, Denpasar, Kamis (14/10/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click

Pertamina Siagakan 52 SPBU 24 Jam, Gubernur Bali Minta Pertamina Percepat Distribusi BBM

balitribune.co.id | Denpasar - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiagakan SPBU beroperasi 24 jam di wilayah Bali untuk proses pemulihan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat. SPBU tersebut tersebar di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Karangasem, Buleleng hingga Kota Denpasar. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemprov Bali Terapkan WFH Tiga Hari, Sekolah dan Kampus Belajar Daring

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan kebijakan penyesuaian sistem kerja melalui Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Oktober 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung kelancaran penyediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) oleh PT Pertamina di Bali, dengan tetap memastikan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan berjalan optimal.

Baca Selengkapnya icon click

Tim Hukum Pengempon Pura Dalam Balangan Yakin Laporan Balik Made Daging Tidak Bisa Naik Sidik

balitribune.co.id | Denpasar - Terkait adanya laporan balik dari tersangka I Made Daging terhadap Pengempon Pura Dalam Balangan, I Made Tarip Widarta dengan sangkaan adanya dugaan pelanggaran Pasal 391 atau Pasal 392 KUHP atas dokumen surat keterangan Kepala Desa/Lurah Jimbaran Nomor: Pem 1/5/I.II/42/85 Tgl 27 Pebruari 1985, Tim Hukum Penjaga Kesucian Pura Dalam Balangan menyambutnya dengan senang hati.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hakim PN Denpasar Tolak Praperadilan, Penetapan Tersangka Made Daging Dinyatakan Sah 

balitribune.co.id | Denpasar - Majelis Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menolak permohonan I Made Daging atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik Polda Bali. Putusan praperadilan itu dibacakan Hakim PN Denpasar, Selasa (13/10/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.