Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BBM Langka, Operasional Kapal di Pelabuhan Sanur Terhambat

Pelabuhan Sanur
Bali Tribune / PELABUHAN - Suasana di pelabuhan Sanur pasca kelangkaan BBM.

balitribune.co.id | Denpasar - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama ini, berdampak terhadap aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sanur, Denpasar. Selain menghambat operasional kapal, juga memicu penurunan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang hingga diperkirakan mencapai 5–10 persen, Minggu (18/10/2026).

Ketua Wilayah Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Wilayah Kerja Sanur, Warsita, mengatakan dampak kelangkaan BBM telah dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Kendala memperoleh bahan bakar membuat aktivitas penyeberangan mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

“Penumpang dan kendaraan yang menyeberang mengalami penurunan karena masyarakat maupun pelaku perjalanan terkendala mendapatkan BBM,” kata Warsita.

Ia menjelaskan, jumlah penumpang yang biasanya mencapai 7.000 orang atau lebih kini berada di kisaran 5.000 orang lebih. Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang menggunakan jasa penyeberangan, termasuk kendaraan pengangkut kebutuhan logistik dan sembako.

Antrean BBM turut memengaruhi aktivitas pelaku pariwisata, khususnya pemandu wisata yang mengantar tamu menuju pelabuhan. Sebagian pemandu memilih mengurangi atau menunda perjalanan karena harus mengantre untuk mendapatkan bahan bakar. “Banyak guide yang mengantar tamu memilih tidak membawa tamunya ke pelabuhan karena antrean BBM. Banyak yang tidak menangani tamu karena harus mengantre BBM,” ungkapnya.

Dampak kelangkaan BBM juga dirasakan oleh operator kapal penyeberangan. Sejumlah armada mengalami keterlambatan keberangkatan akibat kendala pengisian bahan bakar dan keterbatasan operasional. Bahkan, beberapa jadwal penyeberangan harus dijadwalkan ulang, sementara sebagian lainnya terpaksa dibatalkan.

“Kalau kapal mengalami kendala BBM, keberangkatan tentu ikut terlambat. Ada jadwal yang harus diatur ulang, bahkan ada yang dibatalkan karena armada tidak bisa beroperasi sesuai rencana,” jelas Warsita.

Dari sekitar 57 armada yang tersedia, tidak seluruh kapal dapat beroperasi secara maksimal. Dalam kondisi tertentu, kapal yang biasanya mampu melayani dua kali perjalanan penyeberangan kini hanya dapat melakukan satu kali perjalanan. “Tidak semua armada bisa beroperasi maksimal. Kapal yang biasanya bisa dua kali menyeberang, dalam kondisi tertentu hanya mampu satu kali perjalanan,” ujarnya.

Untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi di lapangan, pengelola juga mengandalkan lebih banyak kapal berukuran kecil seiring menurunnya jumlah penumpang. Langkah tersebut dilakukan agar layanan penyeberangan tetap dapat berjalan di tengah keterbatasan operasional.

Meski menghadapi kendala pasokan BBM dan penyesuaian jadwal, Warsita memastikan kondisi keamanan penyeberangan di Pelabuhan Sanur secara umum masih aman dan terkendali. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan aktivitas penyeberangan berlangsung sesuai kondisi operasional di lapangan.

Penyesuaian layanan juga diperlukan agar kendala yang dihadapi armada tidak mengabaikan aspek keselamatan pelayaran. “Untuk keamanan penyeberangan masih aman dan terkendali. Kami tetap melakukan pemantauan agar seluruh aktivitas berjalan sesuai kondisi di lapangan,” tegas Warsita.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa antrean dan keterbatasan BBM tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap kelancaran layanan transportasi laut dan pergerakan wisatawan maupun distribusi kebutuhan pokok melalui Pelabuhan Sanur.

wartawan
JRO
Category

Buleleng Bentuk Satgas BBM, Sutjidra Desak Pertamina Prioritaskan Pasokan

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng tidak ingin persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) berlarut-larut tanpa kepastian. Di tengah pasokan yang masih jauh dari kebutuhan normal, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) BBM untuk mengawasi distribusi sekaligus mendesak Pertamina memenuhi kebutuhan daerah.

Baca Selengkapnya icon click

BBM Langka, Operasional Kapal di Pelabuhan Sanur Terhambat

balitribune.co.id | Denpasar - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi selama ini, berdampak terhadap aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Sanur, Denpasar. Selain menghambat operasional kapal, juga memicu penurunan jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang hingga diperkirakan mencapai 5–10 persen, Minggu (18/10/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kawal Agenda Dunia ICANN87 di Nusa Dua, Kapolda Bali Perkuat Pemantauan Command Center

balitribune.co.id | Mangupura - Menjaga keamanan dan kenyamanan para delegasi yang hadir di Pulau Dewata menjadi perhatian utama Polda Bali. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., M.S.I. dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Bali, mengecek langsung Command Center Polda Bali di kawasan ITDC Nusa Dua, Sabtu (17/10/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Usut Penyalahgunaan BBM Subsidi, Polda Bali Amankan 21 Pelaku

balitribune.co.id | Denpasar - Kepolisian Daerah (Polda) Bali menindak tegas aksi penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Bali. Langkah ini merespons kelangkaan serta antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak pertengahan Oktober 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Antrean dan Kecurangan BBM, Gubernur Koster Minta Bupati/Wali Kota Se-Bali Bentuk Satgas SPBU

balitribune.co.id | Denpasar - Guna menjaga penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang tepat sasaran, tepat volume, dan tepat manfaat, mengantisipasi terjadinya antrean panjang, dan praktik rekayasa oknum tertentu dalam pengisian BBM di Stasiun.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Terapkan Bisnis Rendah Emisi, Perhotelan di Sanur Komit Mendorong Dekarbonisasi

balitribune.co.id | Denpasar - Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2025 dan Keputusan Gubernur Bali Nomor 912/04-B/HK/2026 telah menentapkan Sanur sebagai salah satu Kawasan Rendah Emisi (KRE) di Bali. Penetapan ini menjadi komitmen bersama untuk menjadikan ekosistem kawasan lebih berkelanjutan dan rendah emisi, salah satunya dengan mendorong industri pariwisata hijau. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.