Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BI: Waspadai El Nino hingga Distribusi Pangan

kepala BI
Bali Tribune / Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani

balitribune.co.id | Denpasar - Bank Indonesia (BI) Bali melihat tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Sejumlah risiko masih perlu diantisipasi hingga akhir tahun, terutama terkait kondisi cuaca dan kelancaran pasokan pangan. Fenomena El Niño yang berlanjut dan mundurnya awal musim hujan berpotensi mengganggu produksi pangan, khususnya komoditas hortikultura yang relatif sensitif terhadap perubahan cuaca.

"Risiko lainnya berasal dari distribusi pangan antardaerah. Gangguan pada jalur distribusi, termasuk penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, dapat memengaruhi ketersediaan dan harga komoditas di Bali," ucap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Achris Sarwani, Jumat (2/10/2026).

Biaya angkutan barang global yang masih tinggi juga menjadi faktor yang perlu dicermati karena dapat meningkatkan biaya distribusi dan pada akhirnya memberikan tekanan terhadap harga barang di tingkat konsumen.

"Di sisi lain, berlalunya periode puncak kunjungan wisatawan diperkirakan dapat mengurangi tekanan inflasi dari sisi permintaan. Aktivitas pariwisata yang melandai setelah periode liburan berpotensi membuat tekanan permintaan terhadap barang dan jasa lebih terkendali," katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga, BI Bali bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali terus memperkuat koordinasi dan berbagai langkah intervensi. Achris mengatakan strategi pengendalian inflasi diarahkan pada prinsip "4K", yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Implementasinya dilakukan melalui rapat koordinasi inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan, serta optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan. Pemerintah dan BI juga mendorong pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani serta memperkuat koordinasi dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar agar capaian inflasi Provinsi Bali pada akhir tahun dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1 persen,” ujar Achris.

Dengan berbagai langkah tersebut, BI memperkirakan inflasi Bali sepanjang 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen. Stabilitas inflasi dinilai penting bukan hanya untuk menjaga indikator makroekonomi, tetapi juga mempertahankan daya beli masyarakat di tengah aktivitas ekonomi Bali yang masih sangat dipengaruhi sektor pariwisata dan konsumsi masyarakat.

Duraikan Achris, laju inflasi Bali mulai melandai pada September 2026. Setelah mencapai 0,61 persen secara bulanan pada Agustus, inflasi Bali turun menjadi 0,32 persen pada September. Ia juga mengatakan, penurunan tersebut menjadi sinyal positif di tengah berbagai tekanan terhadap harga pangan dan kebutuhan masyarakat.

“Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 1 Oktober 2026, Provinsi Bali secara bulanan pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 0,32 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan Agustus yang mengalami inflasi sebesar 0,61 persen,” kata Achris melalui siaran persnya, Jumat (2/10/2026) di Denpasar.

Meski secara bulanan melandai, tekanan inflasi Bali secara tahunan justru meningkat. Inflasi September tercatat 3,79 persen secara tahunan (yoy), naik dari 3,45 persen pada Agustus. Angka tersebut juga masih lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada pada level 3,28 persen (yoy).

Lebih lanjut Achris juga mnjelaskan, tekanan inflasi bulanan Bali pada September terutama berasal dari kelompok pangan dan kebutuhan rumah tangga. Kenaikan harga daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang utama, yang antara lain dipengaruhi meningkatnya biaya produksi, khususnya harga pakan.

Tekanan juga datang dari komoditas hortikultura. Kemarau berkepanjangan yang dibarengi fenomena El Niño serta serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) turut memengaruhi produksi dan harga cabai maupun beras. Selain daging ayam ras, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September antara lain cabai rawit, air kemasan, biaya akademik atau perguruan tinggi, jeruk, bahan bakar rumah tangga, dan beras. Namun, kenaikan tersebut tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Di antaranya angkutan udara, canang sari, cabai merah, bawang putih, sawi hijau, ketimun, emas perhiasan, bawang merah, terong, dan kangkung. 

Secara spasial, seluruh wilayah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Bali mengalami inflasi bulanan pada September. Kabupaten Badung mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,55 persen, disusul Tabanan 0,46 persen, Denpasar 0,21 persen, dan Singaraja 0,19 persen. Sementara secara tahunan, Tabanan menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 4,54 persen, diikuti Badung 3,95 persen, Singaraja 3,87 persen, dan Denpasar 3,42 persen.

wartawan
ARW
Category

Koster Bagikan Nasi Jinggo di SMPN 13 Denpasar

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 13 Denpasar pada Jumat (18/9/2026). Kedatangan orang nomor satu di Bali dan Denpasar ini disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan jajaran sekolah lewat beragam kreativitas seni dan budaya.

Baca Selengkapnya icon click

Polres Jembrana Gulung Jaringan Narkoba Antarpulau 

balitribune.co.id I Negara - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jembrana berhasil membongkar tujuh kasus peredaran narkotika dalam operasi beruntun periode Agustus hingga September 2026. 

Dari rangkaian penindakan tersebut, polisi meringkus delapan tersangka yang terdiri dari tujuh pria dan satu wanita, serta menyita barang bukti sabu seberat total 111,25 gram netto (119,02 gram bruto).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tagihan Semu PBB Jembrana Capai Miliaran

balitribune.co.id | Negara - Ketidaksinkronan data pertanahan antara instansi vertikal pusat dan daerah memicu pembengkakan piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jembrana hingga menembus angka fantastis, yakni Rp54,5 miliar. 

Data yang tidak akurat ini memicu penumpukan tagihan semu yang terus bertambah setiap tahun.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Badung Sepakati APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Jadi Prioritas

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung bersama Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan Badung, khususnya melalui peningkatan porsi anggaran untuk sektor infrastruktur.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD-P Badung 2026 Tembus Rp13 Triliun, Infrastruktur Dapat Porsi 59,23 Persen

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Badung menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Dalam perubahan anggaran tersebut, belanja daerah dipatok lebih dari Rp13 triliun dengan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama.

Baca Selengkapnya icon click

BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

balitribune.co.id | Mangupura - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meresmikan gedung baru Branch Office (BO) Kuta pada Jumat (18/9/2026), sebagai bagian dari upaya BRI dalam memperkuat kualitas layanan perbankan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Kuta dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.